<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284</id><updated>2011-12-06T20:27:52.595+07:00</updated><category term='resep labu kuning'/><category term='resep cake'/><category term='pengaruh air cucian beras terhadap pertumbuhan tanaman'/><category term='ciri kerusakan pangan'/><category term='tabulampot'/><category term='pembuatan kompos'/><category term='psikologi'/><category term='Free ebook'/><category term='diet golongan darah'/><category term='opini'/><category term='pangan fungsional'/><category term='teknologi tepat guna'/><category term='cara pengolahan jambu'/><category term='lifestyle'/><category term='pertanian'/><category term='resep roti tawar'/><category term='teknik budidaya jagung'/><category term='membuat pupuk kompos'/><category term='agens hayati'/><category term='Cara pembuatan tepung'/><category term='Kanker'/><category term='tips diabetes'/><category term='cara budidaya tomat'/><category term='air cucian beras untuk pupuk tanaman'/><category term='solusi kanker'/><category term='diet sehat'/><category term='obesitas'/><category term='ebook nutrisi'/><category term='budidaya'/><category term='pendinginan'/><category term='diabetes'/><category term='bawang merah'/><category term='manfaat air cucian beras'/><category term='kandungan air cucian beras'/><category term='penanganan ulat bulu'/><category term='Kesehatan'/><category term='Pengolahan'/><category term='pembuatan pupuk kompos'/><category term='cara membuat kompos'/><category term='cara membuahkan tanaman diluar musim'/><category term='budidaya kangkung'/><category term='kliping'/><category term='ebook gratis'/><category term='cara fermentasi jerami'/><category term='penyebab diabetes'/><category term='Ebook Penyakit'/><category term='gizi'/><category term='ebook kesehatan'/><category term='tips diet'/><category term='jarak tanam jagung efektif'/><category term='gejala diabetes'/><category term='pertanian organik'/><category term='tips jajan'/><category term='hama dan penyakit jagung'/><category term='nutrisi'/><category term='hama dan penyakit'/><category term='bakteri'/><category term='pangan'/><category term='ilmu pangan'/><category term='buku pangan'/><category term='cara membuat pupuk kompos organik'/><category term='gaya hidup'/><category term='tips membeli makanan kemasan'/><category term='kompos organik'/><category term='solusi diabetes'/><category term='Ebook ibu dan bayi'/><category term='cara budidaya cabai'/><category term='cara buat kompos'/><category term='pasteurisasi'/><category term='cara pembuatan kompos'/><category term='PHT'/><category term='free ebook pertanian'/><category term='budidaya cabai diluar musim'/><category term='budidaya cabe'/><category term='makanan sehat'/><category term='teknologi pertanian'/><category term='air bekas cucian beras'/><category term='keamanan pangan'/><category term='fungsi l carnitine'/><title type='text'>SehatCommunity.com</title><subtitle type='html'>Referensi ilmu, ebook, artikel, tips tentang pertanian |pangan│kesehatan │pemberdayaan│agroindustri</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>80</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-7705334454880298448</id><published>2011-11-01T23:06:00.001+07:00</published><updated>2011-11-01T23:06:26.582+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya'/><title type='text'>Fungsi dan Kandungan Arang Sekam/Sekam Bakar [Note]</title><content type='html'>Sekam bakar mengandung SiO2 (52%), C (31%), K (0.3%), N (0,18%), F (0,08%), dan kalsium (0,14%). Selain itu juga mengandung unsur lain seperti Fe2O3, K2O, MgO, CaO, MnO dan Cu dalam jumlah yang kecil serta beberapa jenis bahan organik. Kandungan silikat yang tinggi dapat menguntungkan bagi tanaman karena menjadi lebih tahan terhadap hama dan penyakit akibat adanya pengerasan jaringan. Sekam bakar juga digunakan untuk menambah kadar Kalium dalam tanah.  &lt;br/&gt;  &lt;br/&gt; pH sekam bakar antara 8.5 - 9. pH yang tinggi ini dapat digunakan untuk meningkatkan pH tanah asam. PH tersebut memiliki keuntungan karena dibenci gulma dan bakteri. Peletakan sekam bakar pada bagian bawah dan atas media tanam dapat mencegah populasi bakteri dan gulma yang merugikan. &lt;br/&gt;  &lt;br/&gt; Sekam bakar memiliki kemampuan menyerap air yang rendah dan porositas yang baik. Sifat ini menguntungkan jika digunakan sebagai media tanam karena mendukung perbaikan struktur tanah karena aerasi dan drainase menjadi lebih baik. &lt;br/&gt;  &lt;br/&gt; Karena kandungan dan sifat ini, sekam bakar sering digunakan sebagai media tanam tanaman hias maupun campuran pembuatan kompos. &lt;br/&gt;  &lt;br/&gt; [Note]: catatan ringan, masih membutuhkan pengayaan dan edit. Biasanya ditulis dari HP. Mumpung inget. Sayang kalau ga dibagi.&lt;div style='clear: both; text-align: center; font-size: xx-small;'&gt;Published with Blogger-droid v1.7.2&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-7705334454880298448?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/7705334454880298448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/11/fungsi-dan-kandungan-arang-sekamsekam_2106.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/7705334454880298448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/7705334454880298448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/11/fungsi-dan-kandungan-arang-sekamsekam_2106.html' title='Fungsi dan Kandungan Arang Sekam/Sekam Bakar [Note]'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-4351592885421195519</id><published>2011-10-26T11:27:00.001+07:00</published><updated>2011-10-26T11:34:42.278+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengaruh air cucian beras terhadap pertumbuhan tanaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kandungan air cucian beras'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='air bekas cucian beras'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manfaat air cucian beras'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pertanian organik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='air cucian beras untuk pupuk tanaman'/><title type='text'>Kandungan Air Cucian Beras</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-9sfB_abqou8/TqeLHa3hm0I/AAAAAAAAAO4/mV-t9Z5gNQA/s1600/kandungan+air+cucian+beras.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-9sfB_abqou8/TqeLHa3hm0I/AAAAAAAAAO4/mV-t9Z5gNQA/s1600/kandungan+air+cucian+beras.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;ilustrasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/"&gt;SC-ers&lt;/a&gt;, waktu kecil, sayaterheran. Sehabis mencuci beras, ibu tidak membuang airnya, tapi menyiramkan dipot-pot tanaman kesayangan. “Kenapa disiram kesitu bu?” Tanyaku. “Air ini bikintanaman subur.” ujarnya. Sejak dahulu sering menggunakan &lt;b&gt;air cucian beras untuk pupuk tanaman.&lt;/b&gt; Waktu itu aku tak tertarik. Jadi sambil lalu saja ku mendengarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Sewaktu sayamenulis dan mendalami tentang cara lengkap membuat MOL. Kembali saya tersadardan teringat lintasan masa lalu itu. Tergelitik untuk menulis tentang air beras ini. Karena kandungan air cucian beras, disebut leri,memiliki nutrisi yang berpengaruh positif pada pertumbuhan tanaman. Oleh sebabitu, air leri biasa digunakan sebagai bahan baku &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/10/cara-lengkap-membuat-kompos.html#axzz1bnRAwa8b"&gt;pembuatan kompos&lt;/a&gt;, cara buat&lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/06/belajar-tentang-agens-hayati.html"&gt;pupuk hayati&lt;/a&gt;, pupuk organik cair, maupun cara buat Mol. Kenapa air leri bisamenyuburkan tanaman?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Kandungan nutrisi beras yang tertinggi terdapat padabagian kulit ari. Sayangnya sebagian besar nutrisi pada kulit ari telah hilangselama proses penggilingan dan penyosohan beras. Sekitar 80% vitamin B1, 70%vitamin B3 , 90% vitamin B6, 50% mangan (Mn), 50% fosfor (P), 60% zat besi(Fe), 100% serat, dan asam lemak esensial hilang dalam proses membuat beraslebih “indah” untuk dimakan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Saat mencuci beras, biasanya air cucian pertama akanberwarna keruh. Warna keruh bekas cucian itu menunjukkan bahwa lapisan terluardari beras ikut terkikis. Meskipun banyak nutrisi yang telah hilang, namun padabagian kulit ari masih terdapat sisa-sisa nutrisi yang sangat bermanfaattersebut. Misalkan fosfor (P), salah satu unsur utama yang dibutuhkan tanamandan selalu ada dalam pupuk majemuk tanaman semisal NPK. Fosfor berperan dalam memacu pertumbuhan akar dan pembentukansistem perakaran yang baik dari benih dan tanaman muda. Nutrisi lainnya adalahzat besi yang penting bagi pembentukan hijau daun (klorofil) juga berperanpenting dalam pembentukan karbohidrat, lemak dan protein. Selain itu kulit arijuga mengandung vitamin, mineral, dan fitonutrien yang tinggi. Vitamin sangatberperan dalam proses pembentukan hormon dan berfungsi sebagai koenzim (komponennon-protein untuk mengaktifkan enzim).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Beras mengandungkarbohidrat yang tinggi. Sangat mungkin karbohidrat ini terdegradasi saatmencuci. Hipotesa awal, saat disiramkan ke tanaman, karbohidrat akan terpecahmenjadi unsur yang lebih sederhana dan memberikan nutrisi bagi mikroba yangmenguntungkan bagi tanaman. Meskipun saya belum mengetahui apa mikroba yangdiuntungkan dengan kandungan karbohidrat air leri ini. Menarik jika ada yangmeneliti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Fakta terbaruadalah hasil penelitian yang dilakukan Yayu Siti Nurhasanah mahasiswa IPB.Mengungkapkan bahwa air cucian beras merupakan media alternatif pembawa &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/05/lebih-kenal-dengan-bakteri.html"&gt;bakteri&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pseudomonas fluorescens.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Bakteri tersebut adalah mikroba yang berperan dalam pengendalian petogenpenyebab penyakit karat dan memicu pertumbuhan tanaman (okezone, 19/10/11). &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;P. fluorescens&lt;/i&gt; sangat berperan dalampengendalian patogen penyebab penyakit karat dan pemicu pertumbuhan tanaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah ternyata air cucian beras pun sangat bermanfaat kan? Saat istri, pembantu,atau ortu masak nasi. Sampaikan untuk menampung air cuciannya. Kemudiansiramkan ke tanaman anda. InsyaAllah lebih bermanfaat. Lebih-lebih jika diolahdulu dengan campuran EM&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-4351592885421195519?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sehatcommunity.com' title='Kandungan Air Cucian Beras'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/4351592885421195519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/10/kandungan-air-cucian-beras.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/4351592885421195519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/4351592885421195519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/10/kandungan-air-cucian-beras.html' title='Kandungan Air Cucian Beras'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-9sfB_abqou8/TqeLHa3hm0I/AAAAAAAAAO4/mV-t9Z5gNQA/s72-c/kandungan+air+cucian+beras.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-9163206551068583136</id><published>2011-10-26T09:23:00.001+07:00</published><updated>2011-10-26T11:35:35.753+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kompos organik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pertanian organik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='membuat pupuk kompos'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembuatan pupuk kompos'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cara pembuatan kompos'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cara membuat kompos'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembuatan kompos'/><title type='text'>Cara Lengkap Membuat Kompos</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-BCXXY1ePPFY/Tqdu8fu_thI/AAAAAAAAAOk/ZDRAXU0dUEI/s1600/cara+membuat+kompos.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-BCXXY1ePPFY/Tqdu8fu_thI/AAAAAAAAAOk/ZDRAXU0dUEI/s1600/cara+membuat+kompos.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sobat &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/"&gt;sehatcommunity,&lt;/a&gt; Cara untuk membuat kompos sangat banyak. Variasinya juga melimpah, karena bahan baku hanya memanfaatkan sumber daya yang ada. Berikut saya coba tulis beberapa metode pembuatan kompos yang pernah saya coba, maupun saya kumpulkan dari sumber-sumber lain. Inilah cara-caranya;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2009/10/cara-membuat-kompos-bokashi-jerami.html#axzz1bnRAwa8b"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bokashi kompos jerami&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2009/10/cara-buat-pupuk-kandang.html#axzz1bnRAwa8b"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bokashi kompos kandang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://sumpena.files.wordpress.com/2007/03/membuat-kompos.pdf"&gt;Cara Kompos 1&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2009/10/cara-membuat-fine-compost.html#axzz1bnRAwa8b"&gt;Fine compost &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/10/cara-membuat-bokashi-ekspress-hanya-1.html#axzz1bnRAwa8b"&gt;Kompos Express (hanya 1 hari)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/10/cara-membuat-kompos-bioaktif.html#axzz1bnRAwa8b"&gt;Kompos bioaktif&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2009/10/proses-pembuatan-kompos-super.html#axzz1bnRAwa8b"&gt;Kompos Super&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yang terpenting kita harus memahami &lt;b&gt;Ciri-ciri pupuk organik yang baik, yaitu:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;· &amp;nbsp;Warnacoklat kehitaman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;· &amp;nbsp;Suhuawal relatif sama dengan akhir dari pengomposan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;· &amp;nbsp;Volumeminimal menyusut 20&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;· &amp;nbsp;Berbauharum dan tidak menyengat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;· &amp;nbsp;&lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/05/cn-rasio-kunci-membuahkan-tanaman-anda.html#axzz1bnRAwa8b"&gt;AnalisisC/N&lt;/a&gt; rationya kurang 30.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Untuk aplikasi pada petani, usahakan menggunakan bahan-bahan yang ada disekitarnya. Bahan organik apapun bisa dijadikan pupuk berharga. Metode-metode diatas dapat dimodifikasi, bahan tak harus sama. Ini perlu diperhatikan karena seringkali petani enggan untuk mencari bahan-bahan yang agak sulit.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika petani masih enggan menggunakan cara-cara diatas karena dianggap ribet. Gunakan cara paling mudah. Saat petani membersihkan kotoran kandang, setelah membuang kotoran ke tumpukan, siram dengan starter. Tumpuk dengan kotoran lagi, kemudian siram starter lagi. Begitu seterusnya. Jika bisa, usahakan untuk dibolak-balik. Tapi kalau petani benar-benar tidak sempat. Biarkan saja tumpukan selama 1 bulan. Insyaallah sudah jadi. Minimal petani tidak membiarkan kotoran sapinya tidak diolah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-9163206551068583136?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sehatcommunity.com' title='Cara Lengkap Membuat Kompos'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/9163206551068583136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/10/cara-lengkap-membuat-kompos.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/9163206551068583136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/9163206551068583136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/10/cara-lengkap-membuat-kompos.html' title='Cara Lengkap Membuat Kompos'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-BCXXY1ePPFY/Tqdu8fu_thI/AAAAAAAAAOk/ZDRAXU0dUEI/s72-c/cara+membuat+kompos.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-1177129940011693281</id><published>2011-09-27T09:54:00.000+07:00</published><updated>2011-09-27T09:54:17.436+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Akses: Kunci Sukses Tani</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt;  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;  &lt;w:Compatibility&gt;   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;w:UseFELayout/&gt;  &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt; &lt;/w:WordDocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-kixB_tMxusg/ToE6elGVEpI/AAAAAAAAAOM/ehJOIDImIAs/s1600/Kemitraan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="194" src="http://1.bp.blogspot.com/-kixB_tMxusg/ToE6elGVEpI/AAAAAAAAAOM/ehJOIDImIAs/s320/Kemitraan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Teknologi budidaya yang elok, hasil panen yang melimpahdan berkualitas tak akan berguna tanpa pasar. Akibatnya petani produsen hanyamenjadi korban permainan harga karena penjualan sangat tergantung padamekanisme pasar. Kebutuhan, pasar, rantai distribusi, dan pilihan produk takdapat lepas. Ikatannya begitu kuat dan laiknya bejana berhubungan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Kemitraan &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;menjadimekanisme yang sangat ideal untuk menghubungkan pasar dan petani. Memberikanuntung mutualisme kedua pihak.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tentusaja jika konsep kemitraan dibuat dan dilaksankan dengan adil. Petanimendapatkan jaminan pasar, pemasok pun tercukupi permintaannya. Semuanya salinguntung.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Mekanisme yang diterapkan variatif. Bisa saja perusahaanmemberikan bibit dan saprodi lainnya, petani harus menjual panennya kepadaperusahaan dengan dipotong biaya bibit dan saprodi. Atau peruisahaan hanyamemberikan jaminan pasar sementara saprodi menjadi tanggungan petani. Keduanyamutualisme yang sangat indah. Petani mendapat jaminan pasar, budidaya dengankomoditas yang tepat karena terserap pasar dengan harga tinggi, terjadi prosestransfer teknologi dari swasta kepada petani, kelembagaan petani menjadi lebihkuat, dan tentu saja penghasilan petani menjadi lebih baik. Karena biasanyakomoditas yang digunakan kemitraan adalah komoditas yang bernilai tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Petani bisa maju jika memiliki akses. Bisa saja berupaakses modal, akses teknologi atau bahkan ‘hanya’ akses jaringan. Justru aksesyang paling akhir ini yang harus diperjuangkan. Yakin bahwa petani Indonesia masihbanyak yang ingin maju meskipun mayoritas adalah petani tua. Masalahnya adalahpetani tidak sadar bahwa diluar mereka banyak sekali akses. Dan bahwa merekaperlu mencari akses. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Kehidupan petani, terutama pedesaan, hanya bergulat diwilayah geografis yang sempit dan dunia berfikir yang tidak terlalu berkembang.Gesekan petani hanya terjadi antar sesamanya dengan tingkat pengetahuan danakses yang seragam. Akibatnya tidak ada peningkatan pola fikir. Ini bukangeneralisasi, tapi mayoritas terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Membuka akses untuk petani adalah tantangan. Tantanganpertama, melakukan edukasi tentang urgensi kemitraan tidaklah mudah. Membangunkomitmen petani pada perjanjian dengan perusahaan juga hal yang kritis. Tidakjarang kemitraan dilakukan, namun petani mangkir menjual hasil panen ketempatlain karena tergiur harga tinggi. &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Taksabar, menghancurkan stabilitas pasar jangka panjang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Tantangan kedua, kemitraan bukan tanpa resiko. Banyakperusahaan nakal yang hanya berusaha memanfaatkan petani, meraup untung membuatpetani buntung. Akibatnya dibeberapa daerah petani mulai kehilangan kepercayaandengan pola-pola seperti itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Petani bisa maju jika memiliki akses. Maka petani harusberani lepas dari wilayah geografis sempit tempat tinggalnya dan pola fikirkaku karena kebiasaan yang melingkupinya. Membaca majalah peluang dan menjalinsilaturahim dengan berbagai elemen pertanian diluar dunianya untuk banyak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mendapatkan informasi. Menghadiri banyakpelatihan tanpa mengharap uang saku. Mencerna informasi dan berusaha menjalinkemitraan dengan pihak lain. Entah itu perusahaan, koperasi, pemerintah ataupunpeneliti.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;membangun kelompok yang kuatagar memiliki bargain. Jika petani memiliki potensi lahan, kelompok yang maudiajak bekerja sama, dan terampil teknologi, perusahaan tentu melirik. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;"&gt;Terakhir.. bangunkemitraan dengan jujur dan adil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-1177129940011693281?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/1177129940011693281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/09/akses-kunci-sukses-tani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/1177129940011693281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/1177129940011693281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/09/akses-kunci-sukses-tani.html' title='Akses: Kunci Sukses Tani'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-kixB_tMxusg/ToE6elGVEpI/AAAAAAAAAOM/ehJOIDImIAs/s72-c/Kemitraan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-7592219730962483123</id><published>2011-09-18T05:12:00.005+07:00</published><updated>2011-09-18T05:12:00.295+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku pangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resep cake'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan'/><title type='text'>Cake Labu Kuning, Nyammy</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;SERI TEKNOLOGI TEPAT GUNA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-vXbGJVLxroQ/TnGYxKOZvaI/AAAAAAAAAN4/kMTCw_ysiB0/s1600/cake+labu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-vXbGJVLxroQ/TnGYxKOZvaI/AAAAAAAAAN4/kMTCw_ysiB0/s1600/cake+labu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Cake identik dengan makanan mewah dan lezat. Image mahal pun melekat. Padahal proses pembuatan cake sebenarnya sederhana. Bahan-bahannyapun bisa disubstitusi dengan bahan-bahan yang ada disekitar kita. Labu kuningpun bisa diolah menjadi cake yang sangat lezat. Meskipun ada perlakuan pendahuluan yaitu dengan membuat tepung labu kuning. Prosesnya sangat sederhana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Ini dia resep cake labu kuning:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;BAHAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;v&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Tepungterigu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 200 gram&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;v&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;&lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/05/cara-pembuatan-tepung-labu-kuning.html"&gt;Tepunglabu kuning&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 50 gram&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;v&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Margarin&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 300 gram&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;v&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Gulahalus&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 250gram&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;v&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Putihtelur&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 5butir&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;v&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Kuningtelur&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 7 butir&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;v&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Vanili&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 0,5 sdt&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;CARA MEMBUAT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Margarindan gula halus dikocok sampai putih, kemudian kuning telur satu persatudimasukkan ke dalam adonan sambil terus dikocok hingga mengembang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Tepungterigu dan tepung labu kuning dicampur, kemudian sedikit demi sedikitdimasukkan ke dalam adonan, diaduk perlahan-lahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Putihtelur dikocok hingga kaku, kemudian dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalamadonan dan diaduk hingga tercampur rata.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Adonandimasukkan ke dalam loyang yang sudah diolesi dengan margarin secara merata danditaburi dengan sedikit tepung terigu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Adonandalam loyang dipanggang dalam oven dengan suhu 170&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt; C selama 30menit hingga matang dan berwarna kuning kecoklatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-7592219730962483123?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sehatcommunity.com' title='Cake Labu Kuning, Nyammy'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/7592219730962483123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/09/cake-labu-kuning-nyammy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/7592219730962483123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/7592219730962483123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/09/cake-labu-kuning-nyammy.html' title='Cake Labu Kuning, Nyammy'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-vXbGJVLxroQ/TnGYxKOZvaI/AAAAAAAAAN4/kMTCw_ysiB0/s72-c/cake+labu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-418751910509220270</id><published>2011-09-17T05:00:00.012+07:00</published><updated>2011-09-17T05:00:01.084+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pangan'/><title type='text'>Resep Lezat Sirup Labu Kuning</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;SERI TEKNOLOGI TEPAT GUNA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-SA3zQKzriGc/TnGV6KdQN8I/AAAAAAAAAN0/_KllbnV8us8/s1600/sirup+labu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-SA3zQKzriGc/TnGV6KdQN8I/AAAAAAAAAN0/_KllbnV8us8/s1600/sirup+labu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;ilustrasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jadi kolak, labu kuning segar rasanya. Namun dibuat sirup, mm...lezat sekali. Pengen tau bagaimana rasanya? Coba resep sirup dibawah ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;BAHAN &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;·&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Buah labu kuning&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 1 kg&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;·&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Gula pasir&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 500 gram&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;·&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Air&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :2 liter&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;·&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Asam sitrat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 1 sdt /liter air&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;CARA MEMBUAT&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ø&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Labu kuning dikupas,kemudian dicuci dan kukus hingga matang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ø&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Haluskan/blenderlabu kuning tambahkan 2 liter air lalu aduk dan saring (ampasnya dibuang)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ø&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Masak hasil sari,aduk hingga gula larut, angkat dan saring.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Selamat menikmati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span style="color: #999999; font-size: x-small;"&gt;Sumber: anonim&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-418751910509220270?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sehatcommunity.com' title='Resep Lezat Sirup Labu Kuning'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/418751910509220270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/09/resep-lezat-sirup-labu-kuning.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/418751910509220270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/418751910509220270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/09/resep-lezat-sirup-labu-kuning.html' title='Resep Lezat Sirup Labu Kuning'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-SA3zQKzriGc/TnGV6KdQN8I/AAAAAAAAAN0/_KllbnV8us8/s72-c/sirup+labu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-5115627391328679859</id><published>2011-09-16T06:00:00.006+07:00</published><updated>2011-09-16T06:00:03.432+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resep roti tawar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pangan'/><title type='text'>Labu Kuning jadi Roti Tawar? Ini Caranya</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;SERI TEKNOLOGI TEPAT GUNA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ssBmauE906U/TnGT3PN_nnI/AAAAAAAAANw/W_Hlo_glXrQ/s1600/ROTI+TAWAR.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-ssBmauE906U/TnGT3PN_nnI/AAAAAAAAANw/W_Hlo_glXrQ/s1600/ROTI+TAWAR.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Sobat &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/"&gt;sehatcommunity&lt;/a&gt;, selain diolah menjadi &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/09/ini-dia-cara-buat-kue-kering-labu.html#more"&gt;Kue Kering Labu Kuning&lt;/a&gt;.&amp;nbsp; Labu kuning ternyata juga bisa diolah menjadi roti tawar. Menarik kan? bisa mengurangi ketergantungan tepung terigu dan membangkitkan rasa nasionalisme mengurangi impor terigu. Halah..^^. Yang terpenting adalah potensi yang ada disekitar kita ternyata bisa diolah menjadi sesuatu yang menarik dan lezat. Ini dia resep roti tawar labu kuning, cara buat roti tawar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;BAHAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;§&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Tepung terigu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 400 gram&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;§&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/05/cara-pembuatan-tepung-labu-kuning.html"&gt;Tepung labu kuning&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 100 gram&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;§&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Mentega&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 100gram&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;§&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Gist instan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 10 gram&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;§&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Gula pasir&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 100 gram&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;§&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Air&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :175 gram&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;§&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Susu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :100 gram&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;§&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Kuning telur&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 2 butir&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;§&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Baking powder&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 1 sdt&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;CARA PEMBUATAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ø&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Tepung terigu,tepung labu kuning, gist instan, mentega dan gula pasir diuleni (dicampurdengan tangan) hingga menjadi adonan yang licin dan tidak melekat di tangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ø&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Air dan susu cairdicampurkan ke dalam adonan dan terus diuleni.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ø&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Adonan didiamkanselama 25 menit hingga mengembang menjadi dua kali volume semula.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ø&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Adonan roti tersebutdigiling, kemudian dimasukkan ke dalam loyang dan bagian atasnya diolesi kuningtelur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ø&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Adonan dalam loyangdidiamkan selama 20 menit hingga mengembang lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ø&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Selanjutnya, adonandimasukkan ke dalam oven, dipanggang dengan suhu 180&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt; C selama 25menit, hingga matang dan siap dihidangkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Semoga bermanfaat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-5115627391328679859?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sehatcommunity.com' title='Labu Kuning jadi Roti Tawar? Ini Caranya'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/5115627391328679859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/09/labu-kuning-jadi-roti-tawar-ini-caranya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/5115627391328679859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/5115627391328679859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/09/labu-kuning-jadi-roti-tawar-ini-caranya.html' title='Labu Kuning jadi Roti Tawar? Ini Caranya'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ssBmauE906U/TnGT3PN_nnI/AAAAAAAAANw/W_Hlo_glXrQ/s72-c/ROTI+TAWAR.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-3437259037817857591</id><published>2011-09-15T14:08:00.001+07:00</published><updated>2011-09-15T14:15:14.319+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Petani Tradisi, Petani Pantang Mundur, dan Petani Entrepeneur</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;“Pekerja yangpaling tidak mudah menyerah adalah petani.” Celetuk salah seorang sahabat. “Kobisa pak?” tanya saya. “Coba lihat saja mas, apakah setiap petani gagal panenkemudian mereka berhenti bertanam. Tidak kan? Setiap gagal panen padi, merekapasti terus menanam lagi. Ga berhenti dan ga kapok.” Ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Diskusi sayawaktu itu menjadi salah satu perbincangan menarik. Mengapa? Karena diskusi ituterjadi saat wabah wereng menghancurkan ribuan sawah di Jawa tengah, termasuksebagian daerah saya. Saat mendengar ungkapan sahabat itu, justru fikiran sayaberkata sebaliknya. Benarkah kalau gagal, kemudian menanam lagi berarti tidakmudah menyerah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Terbersit, jikagagal panen kemudian mengulangi menanam dengan cara dan pola tanam yang sama, kemudiangagal. Selanjutnya mengulangi hal tersebut berulang kali, sementara seharusnyapola tanam harus diubah, itu artinya bukan tidak mudah menyerah tetapi terjatuhke lubang yang sama. Memang kondisi ini riil terjadi. Petani di beberapawilayah Jawa Tengah sudah beberapa kali musim tanam 2009 - 2010 gagal panenkarena serangan wereng. Tragisnya setelah serangan wereng hilang, ganti viruskerdil rumput menghajar. Kontan padi mereka hanya gemuk tak bermalai.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Saran untuk menggantipola tanam dengan palawija tentu sudah sering disampaikan, namun polapadi-padi-padi masih menjadi favorit. Gagal tanam ini, hancur kena wereng,siap-siap tanam padi lagi. Hancur lagi, tanam padi lagi, hancur lagi, tanampadi lagi. Begitu terus hingga kurang lebih 7 musim. Baru musim terakhirkemaren sebagian petani mulai beralih ke palawija.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Sangatmengganjal, kenapa petani enggan berubah sementara jelas pola dan system tanamyang dilakukannya terbukti gagal. Tentu banyak faktor yang mendasarinya. Namunpenyebab terbesarnya masih pada masalah social dan system yang berlaku diwilayah tersebut: 1. Kebiasaan yang telah turun-temurun, 2. budidaya padi yangmudah, 3. sebagai cadangan ketika hajatan tetangga, hingga 4. ketersediaan airmelimpah masih menjadi penyebab.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Polatradisional yang masih dipegang menjadi salah satu hambatan untuk menerima budayadan teknologi baru. Ditambah sebagian besar petani adalah kaum tua. Memegangteguh prinsip luhur dan budaya arif yang dekat dengan alam tentu indahdipegang. Namun petani adalah seorang entrepreneur. Dan entrepreneur harusselalu membuka mata terhadap teknologi dan perkembangan baru. Mau menerimamasukan baru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Pernyataansahabat saya tersebut tentu menjadi pelajaran. Tak mudah menyerah, tekun danulet adalah sifat dasar seorang entrepreneur. Dan petani sudah memiliki modalbesar ini. Bahkan sebagian besar petani. Ini patut kita contoh. Namunmengapa&amp;nbsp; mayoritas petani tidak beranjakmaju? Dan terus dianggap sebagai petani “gurem”? Hanya segelintir petani yangmenjadi sukses dan kaya (parameter materi) dari bertani? mungkin salah satupenyebabnya karena terlalu teguh memegang tradisi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Tak mudahmenyerah, tekun, ulet, membuka mata pada informasi dan teknologi, kreatif. Sifatini harus terus kita tekankan dan tanamkan pada petani. Insyaallah profesipetani benar-benar menjadi profesi yang berkembang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-3437259037817857591?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sehatcommunity.com' title='Petani Tradisi, Petani Pantang Mundur, dan Petani Entrepeneur'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/3437259037817857591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/09/petani-tradisi-petani-pantang-mundur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/3437259037817857591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/3437259037817857591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/09/petani-tradisi-petani-pantang-mundur.html' title='Petani Tradisi, Petani Pantang Mundur, dan Petani Entrepeneur'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-6042316651013832429</id><published>2011-09-15T12:48:00.001+07:00</published><updated>2011-09-15T13:42:59.929+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teknologi tepat guna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resep labu kuning'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pangan'/><title type='text'>Ini Dia Cara Buat Kue Kering Labu Kuning</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;SERI TEKNOLOGI TEPAT GUNA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-SWv3OdKLMKQ/TnGReHmCUEI/AAAAAAAAANs/XZBfYq8C6qo/s1600/labu+kuning.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-SWv3OdKLMKQ/TnGReHmCUEI/AAAAAAAAANs/XZBfYq8C6qo/s1600/labu+kuning.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sudah pernah makan kolak kan? Tentu sudah. Kalau belum...kasian ^^. Yang tak pernah ketinggalan untuk dibuat kolak adalah buah yang warnanya sangat menggiurkan, labu kuning. Rasanyapun nikmat. Warna kuning itu menunjukkan bahwa buah tersebut mengandung karoten yang tinggi. Karotenoidnya berbentuk betakaroten. Fungsi betakaroten sudah kita bahas sebelumnya dapat anda baca &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/06/betakaroten-si-oranye-kaya-manfaat.html#more"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Disamping mengandung betakaroten, labu kuning juga mengandung vitamin C, zat gizi, dan kalium. Selain itu labu kuning juga kaya akan serat sehingga baik untuk pencernaan. Nah,, dengan manfaat yang besar ini, sayang kan kalau hanya dibikin kolak? Ternyata buah ini bisa diolah menjadi variasi makanan yang luar biasa. Oleh karena itu beberapa seri kedepan, kita akan membahas tentang resep labu kuning, variasi olahan labu kuning. Sobat &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/"&gt;sehatcommunity&lt;/a&gt;, untuk saat ini kita akan sampaikan tentang cara membuat &lt;b&gt;Kue Kering Labu Kuning. &lt;/b&gt;Ini dia resepnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;BAHAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;v&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Tepung terigu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :250 gram&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;v&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/05/cara-pembuatan-tepung-labu-kuning.html"&gt;Tepung labu kuning&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :100 gram&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;v&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Tepung Maizena&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :150 gram&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;v&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Gula halus&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :200 gram&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;v&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Telur ayam&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :4 butir&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;v&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Soda kue&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :0,5 sdt&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;v&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Selai labu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :secukupnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;CARA MEMBUATNYA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ø&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Mentega dan gulahalus dikocok hingga putih. Kemudian telur (2 butir) dimasukkan sambil terusdikocok hingga menjadi adonan yang mengembang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ø&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Tepung terigu, tepunglabu kuning dan tepung maizena dicampur rata, kemudian sedikit demi sedikitdimasukkan ke dalam adonan dan diaduk hingga tercampur rata.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ø&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Adonan dicetakdengan cetakan kue kering.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ø&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Pada bagianpermukaan adonan yang telah dicetak diolesi dengan sedikit selai labu kuning.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ø&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Adonan dalam loyangdipanggang dalam oven dengan suhu 170&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt; C selama 20 menit, hinggamatang. Selanjutnya dikeluarkan, dinginkan serta hidangkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Selamat mencoba.^^ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-6042316651013832429?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sehatcommunity.com' title='Ini Dia Cara Buat Kue Kering Labu Kuning'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/6042316651013832429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/09/ini-dia-cara-buat-kue-kering-labu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/6042316651013832429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/6042316651013832429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/09/ini-dia-cara-buat-kue-kering-labu.html' title='Ini Dia Cara Buat Kue Kering Labu Kuning'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-SWv3OdKLMKQ/TnGReHmCUEI/AAAAAAAAANs/XZBfYq8C6qo/s72-c/labu+kuning.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-4197173028172435037</id><published>2011-06-23T06:44:00.001+07:00</published><updated>2011-10-26T11:35:35.756+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pertanian organik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hama dan penyakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agens hayati'/><title type='text'>Praktek Pembuatan Beauveria bassiana</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; font-family: Verdana,sans-serif; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-_1qkW6v494g/TgJ9ANNkYmI/AAAAAAAAANE/9l7ZYZW3ofM/s1600/metode+pengembangan+beuveria+bassiana.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="141" src="http://3.bp.blogspot.com/-_1qkW6v494g/TgJ9ANNkYmI/AAAAAAAAANE/9l7ZYZW3ofM/s200/metode+pengembangan+beuveria+bassiana.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;gambar:kompas.com&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;Sobat sehatcommunity, sebagian besarorang menganggap bahwa &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Beauveria bassiana &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;sebagaiagens hayati untuk mengatasi wereng hanya dapat di perbanyak oleh seorang ahlidilaboratorium dengan menggunakan peralatan yang canggih. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;Ternyata tidak! Seperti halnyaTrichoderma sp dan Bacillus sp, cara perbanyakan &lt;i&gt;B. Bassiana&lt;/i&gt; sangatlahsederhana dan dapat dilakukan oleh petani di pedesaan. Tulisan kali akanmembahas cara pengembangan &lt;i&gt;b.bassiana &lt;/i&gt;skala petani.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt; Seperti halnyapengembangan agen hayati lainnya, banyak metode yang bisa dilakukan. Sengajasaya pilihkan metode sederhana yang aplikatif. Menurut Hadi Winarno,bahan dan alat yang diperlukan adalah:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;Bahan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;menir&amp;nbsp; 5 kg&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;air 200CC&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;kapas&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;starter jamur &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;B. bassiana&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;Alkohol &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;70%&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;Spiritus&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;Alat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;Kompor&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;dandang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;tampah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;ember&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;kotak inokulasi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;lampu spiritus&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;kantong plastik ukuran kecil (1     kg) &amp;nbsp;dan besar (2kg)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;rak bambu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;centong&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;steples&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;Cara kerja:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;Penyiapan media menir&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;Menir dibersihkan kemudian      dicampur air sedikit demi sedikit&amp;nbsp;      dengan air, kemudian dikepal hingga menggumpal.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;Panaskan air hingga mendidih,      kemudian kukus menir selama ± 30 – 45 menit hingga setengah matang.      Angkat lalu dinginkan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;Setelah dingin, menir dimasukkan      kedalam kantong plastik ukuran kecil sebanyak seperempat bagian (100      gram) setiapkantong plastik.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;Setelah dimasukkan dalam kantong      plastik kecil, masukkan dalam kantong plastik besar untuk disterilisasi.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;Sterilisasi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;Sterilisasidilakukan sebanyak tiga kali masing-masing 60 menit dalam air mendidih.Masing-masing proses sterilisasi diberi jeda interval 24 jam.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="3" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;Inokulasi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;Mediamenir yang telah disterilisasi yang ketiga kali atau pada hari ke tiga,didinginkan, kemudian dilakukan inokulasi dalam kotak yang dibuat dari papan,didepannya diberi kaca. Perbandingan starter dengan media menir adalah 5 gram:100 gram. Ujung plastik dilipat lalu. disteples&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="4" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;Inkubasi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;Setelahproses inokulasi selesai, plastik disusun pada tempat inkubasi denganmenggunakan rak bambu di dalam ruangan yang bersih dan kering. Setelahdiinkubasi (disimpan) selama 10-15 hari, media menir akan ditumbuhi oleh jamurdengan benang yang berwarna putih yang menandakan jamur tumbuh dengan baik.Apabila muncul warna hitam pada hari 20-25 hari berarti terdapat kontaminan.Hasil biakan telah siap diaplikasikan dilapangan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;Teknik aplikasi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;50 gram media biakan digunakan     untuk satu tangki ukuran 14 liter.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;50 gram/ setengah bungkus plastik     kecil dimasukkan dalam ember yang berisi air seperempat bagian, kemudian     media diremas secara perlahan hingga jamur terlepas dari media menir.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;masukkan dalam tank semprot dengan     disaring menggunakan kain yang tipis.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-4197173028172435037?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sehatcommunity.com' title='Praktek Pembuatan Beauveria bassiana'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/4197173028172435037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/06/praktek-pembuatan-beauveria-bassiana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/4197173028172435037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/4197173028172435037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/06/praktek-pembuatan-beauveria-bassiana.html' title='Praktek Pembuatan Beauveria bassiana'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-_1qkW6v494g/TgJ9ANNkYmI/AAAAAAAAANE/9l7ZYZW3ofM/s72-c/metode+pengembangan+beuveria+bassiana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-4630798247448604764</id><published>2011-06-23T06:25:00.001+07:00</published><updated>2011-10-26T11:35:35.758+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pertanian organik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hama dan penyakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agens hayati'/><title type='text'>Beauveria Bassiana: Musuhnya Wereng</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-zV7_colvt4s/TgJ2NXwqW3I/AAAAAAAAAMw/sKCcBF-E4Bc/s1600/beauveria_bassiana+5.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="179" src="http://2.bp.blogspot.com/-zV7_colvt4s/TgJ2NXwqW3I/AAAAAAAAAMw/sKCcBF-E4Bc/s200/beauveria_bassiana+5.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;Serangan wereng sejak tahun 2010telah memberikan kerugian yang sangat besar bagi petani. Jika ditelaah, ledakanpopulasi wereng ini sebenarnya tak lepas dari ulah manusia sendiri, tentu sajakarena faktor iklim yang mengalami perubahan. Beberapa faktor yang dapatditemui sebagai penyebab meledaknya hama wereng adalah: 1. Terjadinya iklimLa-Nina pada tahun 2010 ditandai dengan musim kemarau basah karena banyaknyacurah hujan. Kondisi lembab adalah kondisi yang sangat disukai oleh hama danpenyakit; 2. Air melimpah sehingga tanam padi tak serempak; 3. pemupukan N yangberlebihan sehingga menyebabkan turunnya daya tahan tanaman terhadap seranganpenyakit; 4. Penggunaan insektisida yang tidak tepat dan berlebihan menyebabkanmatinya musuh alami dan terjadinya resistensi beberapa jenis hama termasukwereng. Seprti apakah musuh alami yang efektif untuk wereng? bagaimana mekanisme agens hayati membunuh wereng?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;Penggunaan agens hayati menjadi salahsatu metode yang ampuh untuk mengatasi serangan hama wereng. Agens hayati yangdianjurkan adalah &lt;i&gt;Beauveria bassiana. &lt;/i&gt;Fungi ini ditemukan pada abad ke18 di Prancis dan Italia, di mana produksi sutra penting dalam abad 16 dan 17,kerugian berat larva ulat dialami setiap tahun dari "muscardine". Padatahun 1835, ilmuwan Italia Agostino Bassi de Lodi (disebut sebagai "BapakPatologi Serangga") menunjukkan bahwa masalah yang mempengaruhi ulatsutera sebenarnya disebabkan oleh jamur yang berkembang biak pada tubuhserangga. Ini adalah mikroorganisme pertama yang diakui sebagai agen hayatiyang menyerang hewan. Ya memang, patogen hewan pertama yang harus dipahamiadalah serangga, bukan manusia! Jamur &amp;nbsp;tersebut kemudian disebut &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Beauveria bassiana&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; untuk menghormatipenemunya&lt;span class="google-src-text"&gt;.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;Mumi putih yang sangat khas danterlihat dari ulat yang terkena serangan jamur tersebut memunculkan nama &lt;i&gt;muscardine&lt;/i&gt;,yang berasal dari kata Perancis untuk kembang gula yang menyerupai spesimenmumi. Hari ini &lt;i&gt;muscardine&lt;/i&gt; merujuk kepada jamur serangga atau penyakityang disebabkan oleh jamur. &lt;sup&gt;[1]&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-MNJ-PqbDmpI/TgJ4um3dEOI/AAAAAAAAAM0/LRiDVShaJeI/s1600/beauveria_bassiana+4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-MNJ-PqbDmpI/TgJ4um3dEOI/AAAAAAAAAM0/LRiDVShaJeI/s1600/beauveria_bassiana+4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-bhilbvpjLPE/TgJ4wzv2ugI/AAAAAAAAAM4/QmT__YL61Ys/s1600/beauveria_bassiana+1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-bhilbvpjLPE/TgJ4wzv2ugI/AAAAAAAAAM4/QmT__YL61Ys/s1600/beauveria_bassiana+1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-8SJKqMJrsS8/TgJ4z-OxT5I/AAAAAAAAAM8/vhMKBoGcZZE/s1600/beauveria_bassiana+2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-8SJKqMJrsS8/TgJ4z-OxT5I/AAAAAAAAAM8/vhMKBoGcZZE/s1600/beauveria_bassiana+2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-XzWxFLuR9jE/TgJ42RwyPaI/AAAAAAAAANA/_Pd8_v6cB2M/s1600/beauveria_bassiana+3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-XzWxFLuR9jE/TgJ42RwyPaI/AAAAAAAAANA/_Pd8_v6cB2M/s1600/beauveria_bassiana+3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Gambar serangga yang terserang &lt;i&gt;B.Bassiana&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;(berbagai sumber)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;Beauveria&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt; adalah jamur alami dalam tanah sepanjang timur laut (dandunia), Dan telah diteliti untuk pengendalian serangga tular tanah (misalnyakumbang Mei di Eropa, batang Argentina kumbang di Selandia Baru). &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;Banyak serangga tanah, mungkin memiliki toleransi yangalami untuk patogen ini, yang tidak dipamerkan pada banyak hama daun. Olehkarena itu, pengembangan komersial dari jamur ini terutama ditujukan untukpengendalian biologis terhadap&amp;nbsp; hamadaun. &lt;sup&gt;[2]&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;Beauveria bassiana&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt; membunuh hama melalui infeksi sebagai akibat dariserangga yang kontak dengan spora jamur. Serangga dapat kontak dengan sporajamur melalui beberapa cara: semprotan jamur menempel pada tubuh serangga, seranggabergerak pada permukaan tanaman yang sudah terinfeksi jamur, atau denganmemakan jaringan tanaman yang telah diperlakukan dengan jamur (yang terakhirini bukan metode utama penyerapan). Setelah spora jamur melekat pada kulitserangga (kutikula), mereka berkecambah membentuk struktur (hifa) yang menembustubuh serangga dan berkembang biak. Ini mungkin memakan waktu 3-5 hari untukserangga mati, tapi mayat yang terinfeksi dapat berfungsi sebagai sumber sporauntuk penyebaran sekunder jamur. Serangga juga dapat menyebarkan jamur melalui perkawinan.&lt;sup&gt;[3]&lt;/sup&gt;Kelembaban tinggi dan air bebas (a&lt;sub&gt;w&lt;/sub&gt;) meningkatkan aktivitas darikonidia dan proses infeksi serangga. Spora jamur mudah dibunuh oleh radiasimatahari dan menginfeksi dengan optimal pada suhu dingin hingga suhu moderat &lt;sup&gt;[4]&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="bodyhead"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;Pedoman Umum:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt; Rentang keberhasilan penyemprotan menggunakan fungi iniakan tergantung pada kerentanan spesies yang bersangkutan, tingkat populasihama, dan kondisi lingkungan pada saat aplikasi. Namun di sini adalah beberapapoin untuk diingat: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;Pengamatan     sebelum penyemprotan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt; &lt;br /&gt;     Sebelum penyemprotan, lakukan pengamatan agar waktu penyemprotan sesuai     dan efektif. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;Berlaku hanya apabila     serangga terlihat pada tanaman dan tidak berlaku sebagai semprotan     pencegahan karena residu dapat hilang dalam beberapa hari. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;Sebuah aplikasi tunggal mungkin tidak cukup.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt; &lt;br /&gt;     Beberapa aplikasi berulang mungkin diperlukan untuk memberikan kontrol     yang memadai, karena jamur cepat dipecah oleh sinar matahari dan tercuci     oleh hujan. Ada bukti bahwa jamur dapat melewati musim dingin dan aplikasi     berulang-kali dapat meningkatkan efektivitas untuk beberapa serangga &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;Gunakan terhadap fase awal serangga.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt; &lt;br /&gt;     &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;B. bassiana&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; lebih     efektif pada tahap muda serangga dari pada tahap yang lebih tua (misalnya     larva besar atau orang dewasa). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;Pertimbangkan     kompatibilitas.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt; &lt;br /&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;Jangan mencampur tangki dengan fungisida     yang tidak diperbolehkan Menerapkan semprotan fungisida kimia dalam rentang     waktu 4 hari setelah aplikasi&lt;i&gt; B. bassiana&lt;/i&gt; juga dapat mengurangi     kemanjurannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;Kelembaban adalah faktor pendukung.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt; &lt;br /&gt;     &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Beauveria&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; mungkin akan     lebih efektif dalam kondisi kelembaban relatif tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;Pengalaman saya dilapangan,penggunaan agens hayati ini memang efektif untuk pengendalian wereng, dengansyarat waktu pengendaliannya tepat dan sesuai dengan siklus hidup wereng. Namunkarena agens hayati memiliki beberapa kelemahan &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/06/belajar-tentang-agens-hayati.html"&gt;(lihat disini)&lt;/a&gt;, petani menjaditidak sabar dan cenderung menganggap agens hayati ini kurang manjur. Perludiberikan pendampingan dan pemahaman dalam penggunaan setiap agens hayati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;Semoga artikel ini bermanfaat. Terus perjuangkan budaya kembali ke alam.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;[1] &lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;Susan Mahr. 1997. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;The Insect Fungus&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Beauveria bassiana. Midwest BiologicalControl News. &lt;a href="http://www.entomology.wisc.edu/"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;http://www.entomology.wisc.edu&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;&lt;a href="http://www.hort.uconn.edu/ipm/general/htms/bassiana.htm"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;http://www.hort.uconn.edu/ipm/general/htms/bassiana.htm&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt; Long, D.W., G.A.Drummond, E. Groden. 2000. Horizontal transmission of &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Beauveria bassiana&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;. Agriculture and ForestEntomology 2:11-17. NOP. 2000. USDA National Organic Program Regulations, 7CFR205.206(e) &lt;a href="http://www.ams.usda.gov/nop"&gt;http://www.ams.usda.gov/nop&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; line-height: 150%;"&gt; Goettel, M. S.,G. D. Inglis and S.P. Wraight. 2000. Fungi, pp.255- 282. In Field Manual ofTechniques in Invertebrate Pathology. Eds. L.A. Lacey and H. K. Kaya. KluwerAcademic Press.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-4630798247448604764?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sehatcommunity.com' title='Beauveria Bassiana: Musuhnya Wereng'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/4630798247448604764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/06/beauveria-bassiana-musuhnya-wereng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/4630798247448604764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/4630798247448604764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/06/beauveria-bassiana-musuhnya-wereng.html' title='Beauveria Bassiana: Musuhnya Wereng'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-zV7_colvt4s/TgJ2NXwqW3I/AAAAAAAAAMw/sKCcBF-E4Bc/s72-c/beauveria_bassiana+5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-361651528407277406</id><published>2011-06-22T05:55:00.002+07:00</published><updated>2011-10-26T11:36:07.167+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pertanian organik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hama dan penyakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agens hayati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PHT'/><title type='text'>Teknik Pengembangan Agens Hayati Trichoderma sp</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Ia5zkkZN1H4/TgEg9qg8eQI/AAAAAAAAAL8/Kdqu2fRR0n0/s1600/mikroskop.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-Ia5zkkZN1H4/TgEg9qg8eQI/AAAAAAAAAL8/Kdqu2fRR0n0/s200/mikroskop.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Apa kabar sobatsehatcommunity? Semoga selalu dalam limpahan kebaikan dan keberkahan hidup. Hariini kita memang spesial *halah* akan membahas agens hayati &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Trichoderma.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; Pada artikelsebelumnya kita sudah memahami karakterisktik dan fungsi dasar dari jamur tersebut,sekarang kita akan membahas tentang metode pengembangan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Trichoderma&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; secara sederhana. Denganbahan yang mudah dan murah sehingga teknologi ini dapat diaplikasikan olehpetani secara mandiri. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Tentu dengan dorongananda. Sebenarnya ada beberapa metode dalam pengembangan jamur ini, kali inisaya nukilkan metode yang dilakukan oleh Ditjen Perkebunan DepartemenPertanian. lat dan bahan yang dibutuhkan untuk perbanyakan massal jamur &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Trichoderma &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;adalah:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Alat:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;1. Dandang sabluk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;2. Kompor Gas / Kompor minyak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;3. Bak plastik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;4. Plastik meteran (dijual dalam bentuk lembaran)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;5. Entong kayu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Bahan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;1. Sekam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;2. Bekatul (dedak)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;3. Air&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;4. Alkohol 96 %.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;5. Isolat (bibit) jamur&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Trichoderma&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Langkah-langkah perbanyakan massal jamur &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Trichoderma&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm; text-align: justify;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Campurkan media (sekam dan bekatul) dengan perbandingan 1:3 dalam bak     plastik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Berikan air kedalam media tersebut kemudian aduk sampai rata.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Tambahkan air sampai kelembaban media mencapai 70 % (dapat di cek     dengan meremas media tersebut, tidak ada air yang menetes namun media menggumpal)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Masukkan media kedalam kantong plastik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Siapkan dandang sabluk untuk menyeteril media.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Isi dandang sabluk dengan air sebanyak 1/3 volume dandang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Masukkan media kedalam dandang sabluk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Sterilkan media dengan menggunakan dandang sabluk selama 1 (satu) jam set     elah air mendidih. Sterilisasi diulang 2 (dua) kali, setelah media dingin sterilkan     kembali media selama 1 jam. Sterilisasi bertingkat ini bertujuan untuk     membunuh mikroorganisme yang masih dapat bertahan pada proses sterilisasi     pertama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Tiriskan media di dalam ruangan yang lantainya telah beralas plastik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Sebelum digunakan semprot alas plastik menggunakan Alkohol 96%.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Ratakan permukaan     media dengan ketebalan 1-5 cm.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Semprot media dengan suspensi jamur &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Trichoderma &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;(isolat jamur &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Trichoderma &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;yang telah dilarutkan     kedalam air, 1 (satu) isolat dilarutkan dengan 500 ml air)).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Tutup dengan plastik lalu inkubasikan selama 7 (tujuh) hari. Ruangan inkubasi     diusahakan minim cahaya, dengan suhu ruangan berkisar 25-27 derajat     celcius.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Amati pertumbuhan jamur &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Trichoderma&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;, jamur sudah dapat dipanen setelah seluruh     permukaan media telah ditumbuhi jamur &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Trichoderma, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;(koloni jamur berwarna     hijau).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Agar proses pengembangan berhasil, anda harusmemperhatikan beberapa kunci keberhasilan perbanyakan massal jamur &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Trichoderma &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;ini:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm; text-align: justify;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Aseptisitas proses produksi, artinya petani selaku pembuat harus mengetahui     titik-titik kritis dimana proses produksi harus dilakukan secara aseptis     (higienis). Penyiapan dan proses sterilisasi media merupakan titik kritis     pertama yang harus diperhatikan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Kualitas isolat jamur &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Trichoderma&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;, isolat jamur &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Trichoderma &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;yang diperbanyak secara     massal harus memenuhi beberapa kriteria, diantaranya jumlah dan viabilitas     spora tinggi, umur biakan tidak lebih dari 3 (tiga) bulan dan isolat dalam     keadaan segar (baru dipindahkan ke media yang baru). Isolat dapat     diperoleh di Laboratorium Agens Hayati terdekat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Inkubasi. Ruangan inkubasi harus mendukung pertumbuhan jamur &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Trichoderma. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Intensitas cahaya, suhu dan     kelembaban ruangan harus diatur sedemikian rupa agar pertumbuhan jamur     berjalan optimal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Aplikasi:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Untuk mengendalikan penyakit kuning pada tanaman lada dan busuk batang padapangkal batang panili dengan cara sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm; text-align: justify;" type="square"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Buat alur melingkar dari leher akar di tanah sekitar tanaman yang     sakit dengan jarak:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Tanaman karet&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 50 -70      cm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Tanaman lada &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 30 – 40      cm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Tanaman vanili&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 20 – 25      cm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Taburkan biakan jamur hasil perbanyakan dengan dosis:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Tanaman karet&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 108pt; text-align: left; text-indent: -108pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Bibitdi polibag ± 50 gram/pohon&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 108pt; text-align: justify; text-indent: -108pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Tanamanmuda ± 100 gram/pohon&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 108pt; text-align: justify; text-indent: -108pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Tanamandewasa ± 150 gram/pohon&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm; text-align: justify;" type="square"&gt;&lt;ol start="2" style="margin-top: 0cm;" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Tanaman lada &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : &amp;nbsp;± 50 – 150 gram/pohon&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Tanaman vanili&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : &amp;nbsp;± 100 -150 gram/ tahun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Tutup kembali alur yang telah diisi dengan tanah bekas galian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Dianjurkan ditambah dengan serasah dan diaplikasikan pada kondisi     kelembapan yang cukup.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Apabila jamur diaplikasikan pada tanah yang basa (pH lebih dari 6)     diperlukan serbuk belerang dengan dosis yang disesuaikan dengan keadan     tanah. Untuk preventif sebaiknya ditaburkan 50 gram/pohon dan ditabur     melingkar 50 cm dari leher akar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Mudah bukan? Selamat mencoba. Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman,saudara, blog, atau millist anda. Tentu saja dengan mencantumkan sumbernya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-361651528407277406?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sehatcommunity.com' title='Teknik Pengembangan Agens Hayati Trichoderma sp'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/361651528407277406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/06/teknik-pengembangan-agens-hayati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/361651528407277406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/361651528407277406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/06/teknik-pengembangan-agens-hayati.html' title='Teknik Pengembangan Agens Hayati Trichoderma sp'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Ia5zkkZN1H4/TgEg9qg8eQI/AAAAAAAAAL8/Kdqu2fRR0n0/s72-c/mikroskop.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-2902590167895502396</id><published>2011-06-22T01:17:00.001+07:00</published><updated>2011-10-26T11:36:07.170+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pertanian organik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hama dan penyakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agens hayati'/><title type='text'>Agens Hayati Trichoderma sp</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-x5IHETDAjjA/TgDfrygEIrI/AAAAAAAAAL4/Wub8jXPIDPQ/s1600/aplikasi+tricho.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="126" src="http://4.bp.blogspot.com/-x5IHETDAjjA/TgDfrygEIrI/AAAAAAAAAL4/Wub8jXPIDPQ/s200/aplikasi+tricho.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Sobat&lt;a href="http://sehatcommunity.com/"&gt;sehatcommunity,&lt;/a&gt; beberapa postingan terakhir saya memang akan membahas khususmengenai agens hayati. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;Ketersediaan di alam yangmelimpah tentu menjadi potensi yang sangat besar. Hal ini perlu diketahui danterus disebar luaskan kepada petani, penyuluh, dan stakeholder pertanianlainnya. Agens hayati yang akan kita bahas saat ini adalah jamur &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;Trichoderma. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;Potensijamur &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;Trichoderma &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;sebagai jamur antagonis yang bersifat preventif terhadap serangan penyakittanaman telah menjadikan jamur tersebut semakin luas digunakan oleh petanidalam usaha pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Disamping karakternyasebagai antagonis diketahui pula bahwa &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;Trichoderma,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;sp. Juga berfungsi sebagaidekomposer dalam pembuatan pupuk organik. Aplikasi jamur &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;Trichoderma &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;pada pembibitan tanamanguna mengantisipasi serangan OPT sedini mungkin membuktikan bahwa tingkat kesadaranpetani akan arti penting perlindungan preventif perlahan telah tumbuh &lt;sup&gt;[1]&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Jamur &lt;i&gt;Trichodermasp&lt;/i&gt; sering digunakan untuk mengendalikan &lt;i&gt;Fusarium&lt;/i&gt;&lt;i&gt;oxysporum&lt;/i&gt; (penyebab penyakit busuk batang pada tanaman Vanili), &lt;i&gt;Phytophtora&lt;/i&gt;sp (penyebab penyakit busuk pangkal batang pada tanaman Lada) dan &lt;i&gt;Rigidoporuslignosus &lt;/i&gt;( penyebab penyakit&amp;nbsp;Jamur akar putih pada tanaman Karet). Selain itu juga efektifmengendalikan &lt;i&gt;Phytium sp&lt;/i&gt; yang merupakan patogen tular tanah penyebabpenyakit rebah kecambah pada kacang-kacangan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Jamur ini&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;memiliki beberapa kelebihan, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;Mudahdiisolasi, dikembangkan, dan daya adaptasinya luas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;Mudahditemukan di tanah areal pertanaman, sehingga pertumbuhan pada saat aplikasilebih mudah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;Dapattumbuh secara cepat pada berbagai substrat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;Memilikikisaran mikroparasitisme yang luas. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;padaumumnya tidak patoen pada tanaman. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;Jamur&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt; Trichoderma &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;mempunyai kemampuan untukmeningkatkan kecepatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, terutamakemampuannya untuk menyebabkan produksi perakaran sehat dan meningkatkan angkakedalaman akar (lebih dalam di bawah permukaan tanah). Akar yang lebih dalamini menyebabkan tanaman menjadi lebih resisten terhadap kekeringan, sepertipada tanaman jagung dan tanaman hias.&lt;sup&gt;[2]&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;Mekanisme antagonis jamur ini dapat difahami sebagai berikut. Saatmikroba patogen sedang dalam masa dorman, serangan antagonis jamur &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Trichoderma&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&amp;nbsp; dapat menyebabkan kerusakan biologis inokulumpatogen. Mekanisme antagonis ini dapat berupa predasi, perparasi, danparasitisme propagul. Bentuk lain dari antagonisme adalah dengan penekananperkecambahan propagul melalui kompetisi karbon, nitrogen, ion besi, oksigendan unsur penting lainnya. Sedangkan antagonis pada permukaan tanman meliputiantibiosis, kompetisi dan predasi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;Mikoparasitismedari &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Trichoderma&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; Sp.merupakan suatu proses yang kompleks dan terdiri dari beberapa tahap dalammenyerang inangnya. Interaksi awal dari &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Trichoderma&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Sp. yaitu dengan cara hifanya membelok ke arah jamur inang yang diserangnya,Ini menunjukkan adanya fenomena respon kemotropik pada &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Trichoderma&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; Sp. karena adanyarangsangan dari hyfa inang ataupun senyawa kimia yang dikeluarkan oleh jamurinang. Ketika mikoparasit itu mencapai inangnya, hifanya kemudian membelit ataumenghimpit hifa inang tersebut dengan membentuk struktur seperti kait(hook-like structure), mikoparasit ini juka terkadang mempenetrasi miseliuminang dengan mendegradasi sebagian dinding sel inang.&lt;sup&gt;[3]&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mekanisme kerja &lt;i&gt;Trichoderma&lt;/i&gt; spp. (salah satunya adalah&amp;nbsp; &lt;i&gt;T. koningii&lt;/i&gt;)adalah menekan perkembangan JAP dengan cara pembentukan antibiotik danmikroparasitisme, kompetisi dan kolonisasi rizomorfa. Mekanismepenghancuran Jamur Akar Putih (JAP) terjadi melalui proses lisis miselium dan rizomorfa.Lisis merupakan proses enzimatik oleh enzim selulose yang dihasilkanoleh &lt;i&gt;T. koningii&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;Semoga artikel ini menambah wawasan kita semua. V^^ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;[1] http://ditjenbun.deptan.go.id/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;[2] &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;a href="http://evagrow.weebly.com/"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;http://evagrow.weebly.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;[3] Chet,I (Ed.), 1987. InnovativeApproaches to Plant Diseases Control. John Wiley and Sons, A Wiley-IntersciencePublication, USA. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-2902590167895502396?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sehatcommunity.com' title='Agens Hayati Trichoderma sp'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/2902590167895502396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/06/agens-hayati-trichoderma-sp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/2902590167895502396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/2902590167895502396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/06/agens-hayati-trichoderma-sp.html' title='Agens Hayati Trichoderma sp'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-x5IHETDAjjA/TgDfrygEIrI/AAAAAAAAAL4/Wub8jXPIDPQ/s72-c/aplikasi+tricho.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-3903228810944859645</id><published>2011-06-21T01:05:00.001+07:00</published><updated>2011-10-26T11:36:07.172+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pertanian organik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hama dan penyakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agens hayati'/><title type='text'>Cara Perbanyakan Agens Hayati Bacillus sp</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sobat s&lt;a href="http://sehatcommunity.com/"&gt;ehatcommunity,&lt;/a&gt; beberapa waktu yang lalu kita telah membahas tentang &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/06/belajar-tentang-agens-hayati.html#more"&gt;kelebihan dan kekurangan agens hayati&lt;/a&gt;, serta &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/06/agens-hayati-bacillus-sp.html#more"&gt;agens hayati &lt;i&gt;Bacillus sp&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;. Sekarang kita akan membahas cara perbanyakan agens hayati &lt;i&gt;Bacillus sp.&lt;/i&gt; Bahan dan alatnya sederhana, jadi teknologi ini cukup aplikatif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;BAHAN:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="square"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Susu tepung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tepung ikan/ikan segar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Garam dapur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Aquades&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bibit bakteri entomopatogenik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;ALAT:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="square"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Periuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kompor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Timbangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Botol/jerigen plastik volume 1 liter&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sendok/pengaduk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;CARA PEMBUATAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="square"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Timbang 20 gram tepung susu, 10 gram     tepung ikan atau 30 gram ikan segar yang sudah digiling halus dan 5 gram     garam dapur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tuangkan 1 liter aquades ke dalam     periuk dan masukkan 20 gram tepung susu, 10 gram tepung ikan atau 30 gram     gilingan ikan segar dan 5 gram garam dapur, lalu aduk sampai rata.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Campuran larutan tersebut dimasak     selama 15 menit dalam air mendidih, lalu dinginkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Setelah dingin, tuangkan kedalam     jerigen, lalu diinokulasikan bibit bakteri entomopatogenik sebanyak 1 cc     dengan jalan meneteskan bibit bakteri tersebut sebanyak 15 tetes kedalam     jerigen. Tutup jerigen dan buat lubang pada tutup jerigen dengan peniti     panas agar gas dalam jerigen bisa keluar dan terjadi sirkulasi udara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Letakkan di rak-rak, dan setelah satu     minggu dapat diaplikasikan dilahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;CARA APLIKASI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="square"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Goncang jerigen yang berisi bakteri     entomopatogenik sebanyak 30-40 ml, lalu aduk dengan 1 liter air bersih dan     masukkan kedalam tangki semprot menggunakan saringan. Tambah air bersih     8-9 liter.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Aplikasi sebaiknya pada sore hari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Cara pembuatannya sederhana kan?^^. Tinggal dipraktekan. Semoga bermanfaat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #999999; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sumber: materi pelatihan PLIII&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-3903228810944859645?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sehatcommunity.com' title='Cara Perbanyakan Agens Hayati Bacillus sp'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/3903228810944859645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/06/cara-perbanyakan-agens-hayati-bacillus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/3903228810944859645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/3903228810944859645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/06/cara-perbanyakan-agens-hayati-bacillus.html' title='Cara Perbanyakan Agens Hayati Bacillus sp'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-6463272591031149032</id><published>2011-06-21T00:40:00.006+07:00</published><updated>2011-10-26T11:36:07.174+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pertanian organik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hama dan penyakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agens hayati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya'/><title type='text'>Agens Hayati Bacillus sp</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-OVmr6D3E_Ws/Tf-HsLalrrI/AAAAAAAAALw/3iNrHX8OTNU/s1600/bacillus.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="142" src="http://3.bp.blogspot.com/-OVmr6D3E_Ws/Tf-HsLalrrI/AAAAAAAAALw/3iNrHX8OTNU/s200/bacillus.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sobat &lt;a href="http://sehatcommunity.com/"&gt;sehatcommunit&lt;/a&gt;y, penggunaan&lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/06/belajar-tentang-agens-hayati.html#more"&gt;agens hayati&lt;/a&gt; dalam budidaya pertanian layak untuk dikembangkan secara masif mengingatfungsinya yang mengikuti keseimbangan ekosistem. &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/05/lebih-kenal-dengan-bakteri.html"&gt;Bakteri&lt;/a&gt;dilaporkan bisa menekan pertumbuhan patogen dalam tanah secara alamiah, beberapagenus yang banyak mendapat perhatian yaitu &lt;i&gt;Agrobacterium, Bacillus, &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Pseudomonas&lt;/i&gt;(Hasanuddin, 2003)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bacillussp. merupakan salah satu kelompok &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/05/lebih-kenal-dengan-bakteri.html"&gt;bakteri gram positif&lt;/a&gt; yang sering digunakansebagai pengendali hayati penyakit akar. Anggota genus ini memiliki kelebihan,karena bakteri membentuk spora yang mudah disimpan, mempunyai daya tahan hiduplama, dan relatif mudah diinokulasi ke dalam tanah. Bacillus sp. telah terbuktimemiliki potensi sebagai agens pengendali hayati yang baik, misalnya terhadapbakteri patogen seperti R. solanacearum (Soesanto, 2008).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bacillussp. dapat menghasilkan fitohormon yang berpotensi untuk mengembangkan sistempertanian berkelanjutan. Fitohormon yang dihasilkan bakteri tanah ini dapatmemengaruhi pertumbuhan tanaman, baik secara langsung maupun tidak langsung.Secara tidak langsung fitohormon dari bakteri menghambat aktivitas patogen padatanaman, sedangkan pengaruh secara langsung fitohormon tersebut adalahmeningkatkan petumbuhan tanaman dan dapat bertindak sebagai fasilitator dalampenyerapan beberapa unsur hara dari lingkungan (Greenlite, 2009).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Beberapaspesies Bacillus sp. yang menghasilkan antibiotik dapat digunakan sebagai agenshayati. &lt;/span&gt;Jenisantibiotik yang dihasilkan tersebut antara lain berupa iturin, surfactin,fengicin, polymyxin, difficidin, subtilin, dan mycobacilin (Todar, 2005).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Fungsi Bacillus spp. (seperti Bacillussubtillis) antara lain dapat mengendalikan penyakit layu bakteri pada kentangdan meningkatkan hasil umbi kentang sampai 160%. Bacillus spp. dapatmengendalikan penyakit lincat pada tembakau dan penyakit layu bakteri pada bijitomat yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum pada tanaman tembakau &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bakeret al dalam Hasanuddin (2003) menyatakan manakala filtrasi steril dari kulturBacillus subtilis diaplikasikan tiga kali seminggu mengendalikan penyakit karatpada tanaman kacang dilapangan nyata lebih baik dari fungisida mancozeb denganaplikasi satu kali seminggu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bagaimanakah cara perbanyakan agens hayati &lt;i&gt;bacillus sp? &lt;/i&gt;Anda dapat melihatnya &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/06/cara-perbanyakan-agens-hayati-bacillus.html#more"&gt;disini&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Semoga artikel ini menambah pemahaman dan wawasan kita. Salam pertanian.. V^^ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-6463272591031149032?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sehatcommunity.com' title='Agens Hayati Bacillus sp'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/6463272591031149032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/06/agens-hayati-bacillus-sp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/6463272591031149032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/6463272591031149032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/06/agens-hayati-bacillus-sp.html' title='Agens Hayati Bacillus sp'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-OVmr6D3E_Ws/Tf-HsLalrrI/AAAAAAAAALw/3iNrHX8OTNU/s72-c/bacillus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-8786294312788258643</id><published>2011-06-21T00:31:00.002+07:00</published><updated>2011-10-26T11:36:07.176+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pertanian organik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hama dan penyakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agens hayati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PHT'/><title type='text'>Belajar tentang Agens Hayati</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sobat&lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/"&gt; sehatcommunity,&lt;/a&gt; kondisi pertanian kita semakin memprihatinkan. Tanah semakin rusak akibat pemupukan kimiawi yang tak semimbang, penggunaan pestisida yang berlebihan menyebabkan kerusakan ekosistem. Tentu dibalik kondisi ini masih ada semangat untuk kembali kepada pertanian yang sehat dan alami. Salah satunya adalah gencaranya penggunaan pestisida nabati dan agen hayati dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pengendalian hayati akhir-akhir ini jugabanyak mendapat perhatian dunia dan sering kali dibicarakan di dalam seminaratau kongres, serta ditulis dalam naskah jurnal atau pustaka, khususnya yangberkaitan dengan penyakit tanaman. Pengendalian penyakit tanaman denganmenggunakan agens pengendali hayati muncul karena kekhawatiran masyarakat duniaakibat penggunaan pestisida kimia sintetis. Adanya kekhawatiran tersebutmembuat pengendalian hayati menjadi salah satu pilihan cara mengendalikanpatogen tanaman yang harus dipertimbangkan (Soesanto, 2008).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pengertian agens hayati menurut FAO (1988)adalah mikroorganisme, baik yang terjadi secara alami seperti bakteri,cendawan, virus dan protozoa, maupun hasil rekayasa genetik (geneticallymodified microorganisms) yang digunakan untuk mengendalikan organismepengganggu tumbuhan (OPT). Pengertian ini kemudian dilengkapi dengan definisi menurutFAO (1997), yaitu organisme yang dapat berkembang biak sendiri sepertiparasitoid, predator, parasit, artropoda pemakan tumbuhan, dan patogen.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mengingat pentingnya pengembangan agenhayati dalam pertanian, Indonesia pun mengeluarkan definisi melalui PeraturanMenteri Pertanian Nomor 411 tahun 1995, yaitu setiap organisme yang meliputispesies, subspesies, varietas, semua jenis serangga, nematoda, protozoa,cendawan (fungi), bakteri, virus, mikoplasma, serta organisme lainnya dalamsemua tahap perkembangannya yang dapat dipergunakan untuk keperluanpengendalian hama dan penyakit atau organisme pengganggu, proses produksi,pengolahan hasil pertanian, dan berbagai keperluan lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Penggunaan agenhayati diyakini memiliki kelebihan karena sesuai dengan prinsip keseimbanganekosistem. Memanfaatkan musuh alami dari hama dan penyakit pengganggu tanamanpertanian. Agen Hayati memiliki kelebihan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Selektif, artinya mikroba dalam agen     hayati tidak akan menyerang organisme yang bermanfaat bagi tumbuhan karena     agen hayati hanya akan menyerang hama penyakit sasaran. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sudah tersedia di alam. Sebenarnya     secara alami agen hayati sudah tersedia dialam, namun karena penggunaan     pestisida yang tidak sesuai menyebabkan keseimbangan ekosistem mulai goyah     dan populasinya terganggu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mampu mencari sasaran sendiri, karena     agen hayati adalah makhluk hidup yang bersifat patogen bagi organisme     pengganggu, maka agen hayati dapat secara alami menemukan hama dan     penyakit sasarannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tidak ada efek samping.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Relatif murah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tidak menimbulkan resistensi OPT     sasaran. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kekurangan agenhayati:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bekerja secara lambat. Kondisi ini     seringkali membuat petani tidak sabar menunggu hasilnya dan menganggap     agen hayati tidak manjur. Akhirnya petani kembali beralih ke pestisida     kimiawi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sulit diprediksi hasilnya.     Perkembangbiakan agen hayati setelah diaplikasikan sangat tergantung     dengan ekosistem pada saat pengaplikasian. Jika kondisinya mendukung, maka     pertumbuhan agen hayati akan maksimal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Lebih optimal jika digunakan untuk     preventif, karena membutuhkan waktu untuk pertumbuhannya. Kurang cocok     digunakan untuk kuratif, apalagi saat terjadi ledakan hama karena bekerja     secara lambat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Penggunaan sesering mungkin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pada jenis hayati tertentu sulit     dikembangkan secara massal.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-8786294312788258643?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sehatcommunity.com' title='Belajar tentang Agens Hayati'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/8786294312788258643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/06/belajar-tentang-agens-hayati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/8786294312788258643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/8786294312788258643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/06/belajar-tentang-agens-hayati.html' title='Belajar tentang Agens Hayati'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-6990198546777533889</id><published>2011-06-08T06:39:00.009+07:00</published><updated>2011-06-08T06:39:00.248+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pangan fungsional'/><title type='text'>Betakaroten, si 'oranye' kaya manfaat</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-kvd-dvE-aRw/Tdfrw7RMsNI/AAAAAAAAAJc/IS5ts6xPl6k/s1600/sumber+beta+karoten.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-kvd-dvE-aRw/Tdfrw7RMsNI/AAAAAAAAAJc/IS5ts6xPl6k/s200/sumber+beta+karoten.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Beberapa waktu lalu saya berdiskusi dengan seorang kawan. Kami berceritatentang kesaksian beberapa orang yang rutin mengkonsumsi jus wortel. Kelainanmata yang mereka alami semakin membaik. Nilai minus kacamatanya menjadiberkurang. Bahkan rekan kerja saya tidak menggunakan kacamata lagi setelahrutin mengkonsumsi wortel. Teringat wortel dengan warna oranye khasnya,teringat saya akan zat yang sangat bermanfaat pembentuk warna tersebut danmungkin berperan dalam penyembuhan mata. Betakaroten.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Betakaroten adalah salah satu dari sekitar enam ratus senyawa tanamandalam famili carotene, juga dikenal sebagai pro vitamin A.&lt;b&gt;&lt;i&gt;Betakaroten&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; diperkirakan memiliki banyak fungsi yang tidakdimiliki senyawa lain. Jumlah yang dibutuhkan tubuh memang hanya ukuran milligramperhari. Tapi kalau tidak terpenuhi dapat menimbulkan gangguan fungsi.Betakaroten yang kita makan, sebagian darinya, akan diubah menjadi vitamin yangsesuai dengan kebutuhan tubuh. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Betakaroten memiliki beberapa manfaat. Fungsi yang pertama adalah sebagaiprekursor vitamin A. Sedangkan vitamin A memiliki peran dalam prosespertumbuhan, reproduksi, penglihatan, serta pemeliharaan sel-sel epitel padamata. Di dalam mata, retinol (bentuk vitamin A yang terdapat di dalam darah)dioksidasi menjadi retinal. Retinal kemudian mengikat protein opsin danmembentuk rodopsin (suatu pigmen penglihatan). Rodopsin terdapat pada selkhusus di dalam retina mata yang dinamakan rod.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Selain itu betakaroten juga sangat bermanfaat untuk melawan kanker. Mekanismeyang ditempuh betakaroten adalah dengan mendepresi gen yang menjadi ‘ tumormaker’ kekuatan proteksi&amp;nbsp; betakaroten terhadap ancaman kanker, masih terusditeliti lebih lanjut. Betakaroten memiliki unsure penting penangkal radikalbebas yang merusak jaringan tubuh. Dengan demikian, kalau konsumsi betakarotenitu cukup maka resiko terkena serangan jantung dan penyakit systemkardiovaskuler lainnya dapat diminimalkan &lt;sup&gt;[1]&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Diyakini bahwa oksidasi LDL-kolesterol akan menyebabkan atherosclerosis.Studi populasi menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi betakaroten, sebuahantioksidan, dalam jumlah besar memiliki angka lebih rendah untuk terkenapenyakit jantung daripada orang yang tidak. Studi Kesehatan Perawat menunjukkanbahwa dengan memakan satu sajian buah dan sayuran setiap hari, Anda dapatmengurangi resiko terkena penyakit jantung dan stroke. Perempuan yang terlibatdalam studi ini mengkonfirmasi 15 dan 25 mg (25.000 sampai 33.000 UnitInternasional atau IU) betakarotene setiap hari dan memiliki 22 persenpengurangan resiko terkena serangan jantung dan 40 persen pengurangan untukresiko terkena stroke. &lt;sup&gt;[2]&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jumlah yang direkomendasikan satu harinya untuk vitamin A adalah 5000IUatau 3mg. Kita butuh setidaknya 6 mg, namun beberapa ahli merekomendasikansampai 14 mg. Sedangkan kita kebanyakan mengkonsumsi hanya 2 mg&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;β&lt;span lang="SV"&gt;-Karoten memberikan warna oranye pada berbagai buah-buahan dan sayuran. Minyakkelapa sawit merupakan sumber beta karoten yang kaya. Sumber lainnya adalahbuah-buahan kuning dan oranye, seperti mangga dan pepaya , jeruk akar, dansayuran seperti wortel dan ubi dan sayuran yang berwarna hijau seperti bayam ,kangkung , manis kentang daun, dan daun labu manis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;sup&gt;[3]&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;DepartemenPertanian AS pada 10 daftar makanan berikut memiliki kandungan &lt;/span&gt;β&lt;span lang="SV"&gt;-karoten tertinggi per porsi. &lt;sup&gt;[4]&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" class="MsoNormalTable" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Item &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Gram per porsi &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Melayani ukuran &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Β&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;-karoten miligram per porsi &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Β&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;-karoten miligram per 100 g &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Wortel jus, kaleng &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;236 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1 cangkir &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;22.0 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;9.3 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Labu, kaleng, tanpa garam &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;245 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1 cangkir &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;17.0 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;6.9 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sweet kentang,  dimasak, dipanggang di kulit, tanpa garam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;146 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1 kentang &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;16.8 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;11.5 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ubi jalar,  dimasak, direbus, tanpa kulit &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;156 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1 kentang &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;14.7 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;9.4 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bayam, beku,  cincang atau daun, dimasak, rebus, tiriskan, tanpa garam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;190 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1 cangkir &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;13.8 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;7.2 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Wortel,  dimasak, rebus, tiriskan, tanpa garam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;156 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1 cangkir &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;13.0 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;8.3 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Bayam, kaleng, tiriskan padatan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;214 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1 cangkir &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;12.6 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;5.9 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sweet kentang,  kaleng, pak vakum &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;255 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1 cangkir &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;12.2 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4.8 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Wortel, beku,  dimasak, rebus, tiriskan, tanpa garam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;146 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1 cangkir &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;12.0 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;8.2 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sawi, beku,  dicincang, dimasak, rebus, tiriskan, tanpa garam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;170 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1 cangkir &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;11.6 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;6.8 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[1] &lt;span lang="SV"&gt;&lt;a href="http://pusatmedis.com/betakaroten-si-penangkal-radikal-bebas_154.html"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;http://pusatmedis.com/betakaroten-si-penangkal-radikal-bebas_154.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;,diakses 21 Mei 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[2] Liem, C.M. 2008. Terapi Makanan Suplemen. PrestasiPustaka, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[3] &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Beta-Carotene"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Beta-Carotene&lt;/a&gt;,diakses 21Mei 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[4] http://www.nal.usda.gov/fnic/foodcomp/Data/SR21/nutrlist/sr21w321.pdf, diakses 21 Mei 2011 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Bot Pranadi&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-6990198546777533889?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sehatcommunity.com' title='Betakaroten, si &apos;oranye&apos; kaya manfaat'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/6990198546777533889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/06/betakaroten-si-oranye-kaya-manfaat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/6990198546777533889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/6990198546777533889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/06/betakaroten-si-oranye-kaya-manfaat.html' title='Betakaroten, si &apos;oranye&apos; kaya manfaat'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-kvd-dvE-aRw/Tdfrw7RMsNI/AAAAAAAAAJc/IS5ts6xPl6k/s72-c/sumber+beta+karoten.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-4950359360230595477</id><published>2011-05-30T22:42:00.002+07:00</published><updated>2011-06-21T00:49:09.586+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cara membuahkan tanaman diluar musim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tabulampot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya'/><title type='text'>C/N Rasio: Kunci Membuahkan Tanaman Anda</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-sH0z_yVpe7E/Tf-Hz-Jw4LI/AAAAAAAAAL0/wk7e2OlZ13g/s1600/tabulampot+jambu+air.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-sH0z_yVpe7E/Tf-Hz-Jw4LI/AAAAAAAAAL0/wk7e2OlZ13g/s200/tabulampot+jambu+air.jpg" width="170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;gambar: tabulampot-ok.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Salah satu pemicu terjadinya proses pembuahan adalahadanya akumulasi karbohidrat hasil fotosintesis yang disimpan sebagai buah–cadangan makanan tumbuhan-. Artinya jika kadar karbohidrat -dengan karbon (C)sebagai penyusun utamanya- memiliki nilai yang tinggi, proses pembentukan buahlebih mudah terjadi. Hal inilah yang mendasari munculnya teori rasio C/N.Proses pembungaan dan pembuahan pada tanaman berhubungan dengan rasio C(Karbon) dan N (Nitrogen) pada tajuk. Karbon sangat penting bagi tanaman karenamerupakan bahan baku pembentuk energi dan buah, sedangkan nitrogen adalahpembentuk jaringan. &lt;b&gt;Bagaimana sebenarnya C/N Rasio berperan?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Perimbangan C/N rasio akan menentukan perimbanganterjadinya fase vegetatif dan generatif. Jumlah nitrogen yang lebih tinggi atauC/N rasio yang kecil akan membuat tanaman tetap pada fase vegetatif. Tanamanyang tetap berada dalam fase vegetatif tentu saja akan mengalami masalah padaproses pembungaan dan pembuahannya sebab syarat terjadinya proses pembungaanadalah tercapainya fase generatif. Tanaman dengan C/N rasio yang tinggi akanlebih mudah dirangsang untuk segera memasuk fase generatif sehingga prosespembungaan dan pembuahan dapat segera terjadi. Namun nilai C yang terlalutinggi tanpa diimbangi oleh jumlah nitrogen yang cukup akan menyebabkankematian tanaman atau tidak akan berbuah pada musim berikutnya. (Endah, 2008)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Itulah mengapa ketika tanaman berada dalam kondisi N yangtinggi, semisal dipupuk Urea –dengan kadar N 46%- terlalu tinggi dibarengidengan kandungan C yang tinggi, pembungaan menjadi terhambat.&amp;nbsp; Oleh karena itu pemupukan seyogyanyadilakukan dengan berimbang dan sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada saat pohon dipangkas&amp;nbsp;atau kehilangan banyak daun, sedangkan sebelumnya belum memiliki jumlahdan kualitas daun yang memadai, persediaan karbohidrat (C) menjadi sangatrendah akibat hasil fotosintesis menjadi rendah dengan berkurangnya daun, sementaraC diperlukan dalam memasuki fase generatif. Pada kondisi inirasio C/N menjadi sangat kecil dan tumbuhan akan sulit untuk berbunga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apabila nitrogen dalam tanaman melimpah, namun nilaikarbon dalam tanaman pun juga demikian, artinya saat rasio C dan Nsebanding, atau sama banyak, tanaman juga sulit berbunga. Pada kondisi ini organvegetatif akan tumbuh dengan subur, &amp;nbsp;sehingga C hanya habis dimanfaatkan untukpertumbuhan vegetatif akibatnya karbohidrat tidak dapat disimpan. Apabilakondisi ini terjadi saat pohon masih terlalu muda untuk berbunga, maka fasevegetatif perlu dijaga agar tumbuhan tetap subur dan siap di bungakan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun jika kondisi ini terjadi pada tanaman yang tua,maka tanaman hanya akan memproduksi cabang/ranting terus menerus. Dalam kondisitertentu ujung tanaman tumbuh terus tanpa adanya cabang, atau disebut denganapikal dominan. Hal ini disebabkan pasokan karbohidrat membanjir memenuhikebutuhan vegetatif sehingga pertumbuhan cabang dan bunga menjadi terhambat.Pada kondisi ini perlu dilakukan pemangkasan. Tujuannya adalah agar karbohidratdalam tanaman lebih fokus dipergunakan untuk pembungaan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lantas bagaimana cara-cara meningkatkan rasio C/N?&amp;nbsp; Bagaimana membuahkan tanaman diluar musim? Tunggutulisan-tulisan selanjutnya ya..^^&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-4950359360230595477?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sehatcommunity.com' title='C/N Rasio: Kunci Membuahkan Tanaman Anda'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/4950359360230595477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/05/cn-rasio-kunci-membuahkan-tanaman-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/4950359360230595477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/4950359360230595477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/05/cn-rasio-kunci-membuahkan-tanaman-anda.html' title='C/N Rasio: Kunci Membuahkan Tanaman Anda'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-sH0z_yVpe7E/Tf-Hz-Jw4LI/AAAAAAAAAL0/wk7e2OlZ13g/s72-c/tabulampot+jambu+air.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-56645037718578354</id><published>2011-05-23T06:23:00.002+07:00</published><updated>2011-05-22T17:09:57.177+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teknologi tepat guna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cara pengolahan jambu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pangan'/><title type='text'>Jambu Biji Instan, Peluang Usaha Menarik</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-XK2xOo7q3zM/TdjXq3L__VI/AAAAAAAAAJg/tl68Fncp0mc/s1600/jambu+biji+serbuk.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-XK2xOo7q3zM/TdjXq3L__VI/AAAAAAAAAJg/tl68Fncp0mc/s1600/jambu+biji+serbuk.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;ilustrasi minuman serbuk &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ternyata, jambu biji tidak hanya nikmat untuk dimakan segar atau di jus.Jambu biji bisa dibuat serbuk minuman instan yang praktis untuk dibawa dandihidangkan dimana saja. Jika tertarik, bisa juga Anda jual dan menjadi peluangbisnis. Bagaimana cara membuatnya? simak resep berikut ini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bahan-bahan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jambu     biji merah 1 kg, kemudian kupas dan potong kasar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;air 600     ml, atau satu botol aqua sedang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;gula     pasir 2 kg.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Citrun     zuur 1 sendok teh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pewarna     makanan yang aman, dianjurkan merah muda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Untuk     menambah cita rasa, dapat ditambahkan esen jambu biji secukupnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Cara membuat:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Blender     jambu biji dengan 200 ml air.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Larutkan     gula pasir dan 400 ml air, rebus diatas api sedang hingga gula menjadi     kental (tua) dan larut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Masukkan     bubur jambu biji dan esen jambu biji. Pastikan larutan gula sudah kental     dan tua saat memasukkan sari buah agar aroma tidak banyak yang menguap.     Masukkan sari buah sedikit demi sedikit sambil terus diaduk agar adonan     tidak menggumpal dan membentuk kristal yang halus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;tambahkan     citrun kemudian aduk rata. Angkat dan saring. Citrun atau citric acid     berfungsi menambah rasa asam agar terasa lebih segar. Selain itu juga     dapat menambah umur&amp;nbsp; simpan makanan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Haluskan     krital gula yang kasar. Kemudian sajikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tips:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jika ingin sirup atau minuman serbuk tahan lama, tambahkan saja pengawetmakanan berupa Natrium Benzoat atau Kalium Sorbat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mudah bukan..Selamat Mencoba.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Bot Pranadi&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-56645037718578354?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/56645037718578354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/05/jambu-biji-instan-peluang-usaha-menarik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/56645037718578354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/56645037718578354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/05/jambu-biji-instan-peluang-usaha-menarik.html' title='Jambu Biji Instan, Peluang Usaha Menarik'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-XK2xOo7q3zM/TdjXq3L__VI/AAAAAAAAAJg/tl68Fncp0mc/s72-c/jambu+biji+serbuk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-6527416043261548976</id><published>2011-05-22T23:22:00.003+07:00</published><updated>2011-09-14T13:09:27.792+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku pangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ciri kerusakan pangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilmu pangan'/><title type='text'>Apa itu Khamir?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-AH9_DH9if28/Tdk2WDKq16I/AAAAAAAAAKE/3-UosGCUXqo/s1600/khamir.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="192" src="http://2.bp.blogspot.com/-AH9_DH9if28/Tdk2WDKq16I/AAAAAAAAAKE/3-UosGCUXqo/s200/khamir.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar: sustainabledesignupdate.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/05/lebih-kenal-dengan-bakteri.html#more"&gt;Bakteri&lt;/a&gt; sudah kita bahas, demikian pula dengan &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/05/karakteristik-kapang-dan-perananya.html"&gt;kapang&lt;/a&gt;. Sekarang kita bahas kelompok ketiga dari mikroorganisme penting dalam kehidupan, yaitu khamir. &lt;span lang="SV"&gt;Khamir mungkin salah satu organismedijinakkan paling awal. Orang-orang telah menggunakan ragi untuk fermentasi danbaking sepanjang sejarah. Para arkeolog menggali di reruntuhan Mesir menemukanpenggilingan batu dan kamar untuk fermentasi roti, serta gambar dari toko roti danpabrik berumur 4.000 tahun.&lt;span class="google-src-text"&gt;.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;Hanyadalam 150 tahun terakhir, sejak percobaan Louis Pasteur, ilmuwan mulai untukmengeksplorasi cara kerja ragi. &lt;span lang="SV"&gt;Pasteurpertama kali mengajukan produksi karbon dioksida dari ragi pada tahun 1859. &lt;sup&gt;[1]&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Khamir adalah mikroorganisme eukariotikbersel tunggal yang tergolong fungi. Berukuran antara 5 dan 20 mikron. Khamirtermasuk organisme uniseluler yang bersifat aerob. Tetapi jenis khamirfermentatif dapat hidup secara anaerob meski pertumbuhannya lambat. Khamirtermasuk organisme uniseluler namun memiliki ukuran yang lebih besar daripadabakteri. Dapat membentuk miselium palsu sehingga disebut sebagaipseudomiselium. Berdasarkan alat perkembangbiakannya, khamir dibagi menjadi: 1)khamir sejati &lt;i&gt;(true yeast)&lt;/i&gt;&amp;nbsp; yang berkembang biak dengan spora dan khamiryang tidak membentuk spora dan; 2) khamir palsu &lt;i&gt;(false yeast) &lt;/i&gt;yang&lt;i&gt; &lt;/i&gt;berkembang biak dengan pertunasan,pembelahan atau kombinasi pertunasan dan pembelahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Klasifikasi khamir menggunakankarakteristik ascospore, sel dan koloni. Karakteristik Fisiologis jugadigunakan untuk mengidentifikasi spesies. &lt;span style="-moz-background-inline-policy: continuous; background: none repeat scroll 0% 0% rgb(230, 236, 249);"&gt;Salahsatu karakteristik yang terkenal adalah kemampuan untuk memfermentasi gulauntuk produksi etanol.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="google-src-text"&gt;&lt;i&gt;Buddingyeast&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; adalah khamir sejati dari filum &lt;i&gt;Ascomycetes&lt;/i&gt; , kelas &lt;i&gt;Saccharomycetes&lt;/i&gt;(disebut &lt;i&gt;Hemiascomycetes&lt;/i&gt; juga). Khamir sejati dipisahkan menjadi satuurutan utama &lt;a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;ie=UTF8&amp;amp;prev=_t&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;sl=en&amp;amp;tl=id&amp;amp;twu=1&amp;amp;u=http://www.yeastgenome.org/cgi-bin/redirect.pl%3Fsource%3DVL-what_are_yeast%26url%3Dhttp://www.ncbi.nlm.nih.gov/Taxonomy/Browser/wwwtax.cgi%3Fmode%3DInfo%26id%3D4892%26lvl%3D3%26lin%3Df%26keep%3D1%26srchmode%3D1%26unlock&amp;amp;usg=ALkJrhipS841ToU7cbZylhGryJktYC93iA"&gt;&lt;i&gt;Saccharomycetales&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;sup&gt;.[2]&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Umumnya khamirtumbuh pada makanan yang banyak mengandung gula dan ber pH rendah, sepertisirup dan buah-buahan. Karenanya khamir sering digunakan dalam prosesfermentasi. Khamir memiliki sekumpulan enzim zymase yang berperan padafermentasi senyawa gula. Prosesfermentasi ini digunakan dalam proses pembuatan roti, tape dan anggur. Namunsifat ini juga dapat merugikan, karena khamir sangat menyukai buah-buahan,sehingga dapat menyebabkan kerusakan yang tidak diinginkan sehingga buah tidakdapat dikonsumsi maupun diolah lebih lanjut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Khamir/Ragi,seperti kebanyakan jamur, respirasi secara aerobik, tetapi tanpa udara merekamemperoleh energi dengan fermentasi gula dan karbohidrat untuk memproduksietanol dan karbon dioksida. Ketika ragi diberikan dengan baik gula dan oksigen,koloni tumbuh hingga 20 kali lebih cepat melalui pembelahan sel daripada tanpaoksigen&lt;sup&gt;.[1]&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Khamir berkembang biak dengan pembelahansel dengan cara pembentukan tunas. Bagi kebanyakan khamir seperti Saccharomycescerevisae, tunas dapat berkembang dari setiap bagian permukaan sel induk(pertunasan polar) tetapi bagi beberapa spesies hanya pada bagian tertentusaja. Pada khamir dengan pertunasan bipolar (yaitu spesies Hanseniaspora)pembentukan tunas terbatas pada dua bagian sel yang berlawanan dan selberbentuk jeruk atau bentuk apikulat&lt;sup&gt;.[3]&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Khamir kurang tahan terhadap suhu tinggidibandingkan dengan kapang, Suhuoptimum untuk pertumbuhannya adalah 20-38 &lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C. Dan pada suhu 100&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;Cyeast dan sporanya dapat mati. karena itu pemanasan menjadi cara yangefektif untuk membunuh khamir. Khamir banyak digunakan dalam industri pangan,terutama dari genus Saccharomyces. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Semoga bermanfaat. jangan lupa untuk komen ya. ^^&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Salam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #999999; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span lang="SV"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span lang="SV"&gt;http://science.nasa.gov/science-news/science-at-nasa/msad16mar99_1b/, diakses 22 Mei 2011&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #999999; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;sub&gt;&lt;span lang="SV"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;a href="http://www.yeastgenome.org/VL-what_are_yeast.shtml"&gt;http://www.yeastgenome.org/VL-what_are_yeast.shtml&lt;/a&gt;, diakses 22 Mei 2011&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #999999; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;[3]&lt;/sup&gt; Buckle, K.A., R.A. Edwards, G.H. Fleet dan M.Wooton. &lt;span lang="SV"&gt;2009. Ilmu Pangan. UI Press.Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bot Pranadi, S.TP &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-6527416043261548976?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/6527416043261548976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/05/apa-itu-khamir.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/6527416043261548976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/6527416043261548976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/05/apa-itu-khamir.html' title='Apa itu Khamir?'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-AH9_DH9if28/Tdk2WDKq16I/AAAAAAAAAKE/3-UosGCUXqo/s72-c/khamir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-4553938757173733504</id><published>2011-05-22T22:16:00.002+07:00</published><updated>2011-09-14T13:20:09.198+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku pangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keamanan pangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilmu pangan'/><title type='text'>Karakteristik Kapang dan Peranannya</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/--mFBY0F9GOA/Tdkm7Q-s7TI/AAAAAAAAAKA/_iErYEYt8uA/s1600/kapang.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/--mFBY0F9GOA/Tdkm7Q-s7TI/AAAAAAAAAKA/_iErYEYt8uA/s1600/kapang.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Gambar:rachdie.blogsome.com&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Setelah membahas tentang &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/05/lebih-kenal-dengan-bakteri.html#more"&gt;bakteri,&lt;/a&gt; saat ini kita akan membahas tentang kelompok mikroorganisme berikutnya. Kapang adalah organisme mikroskopis yangmemainkan peran penting dalam &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/02/tahukah-anda-kapan-pangan-itu-rusak.html"&gt;kerusakan&lt;/a&gt; tanaman dan hewan. Diluar, jamur dapatditemukan di tempat teduh, tempat yang lembab atau tempat di mana daun atauvegetasi lainnya membusuk. Dalam ruangan dapat tumbuh di hampir semuapermukaan, selama lembab, oksigen, dan bahan organik yang hadir. Ketika kapangterganggu, mereka merilis sel-sel kecil yang disebut spora ke udara sekitarnya.&lt;sup&gt;[1]&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Berbeda dengan bakteri dan khamir, kapangseringkali dapat dilihat dengan mata. Termasuk pada &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/03/tips-membeli-makanan-dalam-kemasan.html"&gt;makanan yang kemasannya rusak.&lt;/a&gt; Kapang memiliki ukuran yang lebih besardaripada bakteri, termasuk organisme multiseluler (bersel banyak) yangberukuran mulai dari mikroskopis sampai makroskopis dan memiliki bentuk sepertibenang-benang. Tumbuh dengan berbagai warna: merah atau jingga, hitam kebiruan,abu-abu yang ditentukan oleh perbedaan warna sporanya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kapang memiliki struktur eukariotik(memiliki selaput inti) serta memiliki dinding sel yang kaku. Kapang merupakanmikroba yang berbentuk filamen, terdiri dari benang-benang halus yang disebuthifa. Kumpulan hifa membentuk massa yang disebut miselium sehingga kapang dapatdilihat oleh mata tanpa menggunakan mikroskop. Kapang tumbuh denganmemperpanjang bagian ujung hifa yang dikenal sebagai pertumbuhan apikal ataupada tengah hifa yang disebut pertumbuhan interkalar.&lt;sup&gt;[2] &lt;/sup&gt;Contohmiselium yang berwarna putih adalah kapang yang tumbuh pada tempe. Warna putihyang biasa kita lihat tidak lain adalah miselium.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Secara biokimia, kapang bersifat aktifkarena terutama merupakan organisme saprofitik. Organisme ini dapat memecahbahan-bahan organik kompleks menjadi yang lebih sederhana termasuk pembusukandaun-daun dan bahan lain dalam tanah. Kegiatan yang sama dapat mengakibatkanpembusukan pangan&lt;sup&gt;.[2]&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;sup&gt;&amp;nbsp;&lt;/sup&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kapang umumnya lebih tidak tahan panasdibandingkan dengan bakteri, tetapi kapang umumnya lebih tahan hidup padakondisi lebih kering dibandingkan dengan bakteri. Kapang digolongkan ke dalambeberapa genus berdasarkan: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;1.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Penampakan miselium&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : beningatau gelap dan atau warnanya; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;2.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jenis hifa&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :berseptat atau tidak; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;3.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Cara reproduksi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : spora seksual atau aseksual; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;4.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jenis dan karakteristikspora aseksual; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;5.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jenis dan karakteristikspora seksual; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;6.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Adanya struktur khusus padakapang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Seperti halnya bakteri, kapang juga dapatmemberikan keuntungan bagi manusia, namun juga dapat merugikan, salah satunyaadalah penyebab kerusakan produk pangan. Contoh bakteri yang menguntungkanadalah bakteri yang dibutuhkan dalam pemeraman keju Roquefert dan dalamproduksi kecap atau tempe. Selain itu beberapa jenis kapang menghasilkanantibiotik yang disebut penisilin. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kapang yang paling sering ditemukan padadaging dan unggas adalah &lt;i&gt;Alternaria, Aspergillus, Botrytis, Cladosporium,Fusarium, Geotrichum, Monilia, Manoscus, Mortierella, Mucor, Neurospora,Oidium, Oosproa, Penicillium, Rhizopus&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Thamnidium.&lt;/i&gt; &lt;span class="google-src-text"&gt;Kapang&lt;/span&gt; ini juga dapat ditemukan di banyak makananlainnya.&lt;sup&gt;[3]&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Contoh beberapa jenis kapang yang dekatdengan rekayasa pangan adalah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(153, 204, 0) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 123.15pt;" valign="top" width="164"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Jenis Kapang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(153, 204, 0) none repeat scroll 0% 0%; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: solid solid solid none; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 123.2pt;" valign="top" width="164"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Warna Spora&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(153, 204, 0) none repeat scroll 0% 0%; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: solid solid solid none; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 123.2pt;" valign="top" width="164"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pangan yang dirusak&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(153, 204, 0) none repeat scroll 0% 0%; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: solid solid solid none; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 123.2pt;" valign="top" width="164"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Makanan yang difermentasi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 123.15pt;" valign="top" width="164"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aspergillus&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 123.2pt;" valign="top" width="164"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hitam,  hijau&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 123.2pt;" valign="top" width="164"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Roti,  serealia, kacang-kacangan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 123.2pt;" valign="top" width="164"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kecap,  tauco &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 153, 0) none repeat scroll 0% 0%; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 123.15pt;" valign="top" width="164"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penicillium&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 153, 0) none repeat scroll 0% 0%; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 123.2pt;" valign="top" width="164"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Biru-hijau&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 153, 0) none repeat scroll 0% 0%; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 123.2pt;" valign="top" width="164"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Buah-buahan,  sitrus, keju&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 153, 0) none repeat scroll 0% 0%; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 123.2pt;" valign="top" width="164"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keju&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 123.15pt;" valign="top" width="164"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rhizopus&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 123.2pt;" valign="top" width="164"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hitam  diatas hifa putih&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 123.2pt;" valign="top" width="164"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Roti,  Sayuran, buah-buahan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 123.2pt;" valign="top" width="164"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tempe,  oncom hitam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 153, 0) none repeat scroll 0% 0%; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 123.15pt;" valign="top" width="164"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Neurospora&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 153, 0) none repeat scroll 0% 0%; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 123.2pt;" valign="top" width="164"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Oranye  merah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 153, 0) none repeat scroll 0% 0%; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 123.2pt;" valign="top" width="164"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 153, 0) none repeat scroll 0% 0%; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 123.2pt;" valign="top" width="164"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Oncom merah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jangan lupa komen ya, jika anda merasa artikel ini bermanfaat. terimakasih &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #999999; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #999999; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;sup&gt;[1]&lt;/sup&gt; http://www.niehs.nih.gov/health/topics/agents/mold/index.cfm, diakses 22 Mei 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #999999; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;sup&gt;[2]&lt;/sup&gt; Buckle, K.A., R.A. Edwards, G.H. Fleet dan M.Wooton. &lt;span lang="SV"&gt;2009. Ilmu Pangan. UI Press.Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: #999999; font-size: x-small;"&gt;&lt;sup&gt;[3]&lt;/sup&gt; &lt;span lang="SV"&gt;http://www.fsis.usda.gov/factsheets/molds_on_food/, &lt;/span&gt;diakses 22 Mei 2011&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: white; font-size: x-small;"&gt;Bot Pranadi &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-4553938757173733504?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/4553938757173733504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/05/karakteristik-kapang-dan-perananya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/4553938757173733504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/4553938757173733504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/05/karakteristik-kapang-dan-perananya.html' title='Karakteristik Kapang dan Peranannya'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/--mFBY0F9GOA/Tdkm7Q-s7TI/AAAAAAAAAKA/_iErYEYt8uA/s72-c/kapang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-4755060154287986091</id><published>2011-05-22T21:27:00.003+07:00</published><updated>2011-09-14T13:20:09.199+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku pangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bakteri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ciri kerusakan pangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilmu pangan'/><title type='text'>Lebih Kenal dengan Bakteri</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-kE8gJN96NO0/TdkdxnKPRxI/AAAAAAAAAJ8/v_Icl9o1_00/s1600/bakteri+prokariotik.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-kE8gJN96NO0/TdkdxnKPRxI/AAAAAAAAAJ8/v_Icl9o1_00/s200/bakteri+prokariotik.jpg" width="174" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="color: #999999;"&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Gambar:micro.magnet.fsu.edu&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Apa kabar sobat&lt;a href="http://sehatcommunity.com/"&gt;sehatcommunity.&lt;/a&gt; Kali ini kita akan membahas satu makhluk hidup yang ada tapiseolah tiada. Bukan hantu ya :p. Maksudnya, dia ada tapi tidak dapat dilihatoleh mata kita namun dampaknya terasa. Dialah bakteri. Bakteri terdapatsecara luas dialam dan menyebar hampir di setiap media. Terdapat banyak padabahan atau bagian yang berhubungan dengan hewan, tumbuhan, udara, air dantanah, bahkan di bagian tubuh manusia. Sangat sedikit sekali lingkungan yangsteril dari bakteri. Beribu jenis bakteri telah diketahui dan diteliti olehilmuwan-ilmuwan diseluruh dunia dan berperan penting dalam kehidupan manusia, baik peran yang menguntungkan maupun merugikan, termasuk &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/02/tahukah-anda-kapan-pangan-itu-rusak.html"&gt;kerusakan pangan.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bakteri adalah mikroorganismebersel tunggal yang dapat hidup baik sebagai organisme independen atau sebagaiparasit (tergantung pada organisme lain untuk kehidupan). Istilah bakteri dimunculkandi abad ke-19 oleh ahli botani Jerman Ferdinand Cohn (1828-1898) yangberdasarkan pada &lt;i&gt;Greek bakterion&lt;/i&gt; yang berarti sebuah tongkat kecil ataustaf.&lt;sup&gt;[1] &lt;/sup&gt;Bakteri adalah mikroorganisme bersel tunggal yang tidakterlihat oleh mata, tetapi dengan bantuan mikroskop, mikroorganisme tersebutakan nampak.&lt;sup&gt;[2]&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bakteri memilikimorfologi: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Uniseluler (bersel tunggal)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ukuran : panjang = 0,5-10 mm; lebar     =&amp;nbsp; 0,5-2,5 mm.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Beberapa karakteristik bentuk sel     yang ditemui adalah: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;coccus&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt; (bulat), &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;bacillus&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt; (batang/basil), &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;spirillium&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt; (spiral) dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;vibrios&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt; (koma/vibrio).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bakteri merupakan selprokariotik, yang berarti &lt;u&gt;tidak&lt;/u&gt; memiliki selaput inti. Maka materigenetik sel prokariotik tidak dibungkus oleh selaput. Beberapa jenis bakterimemiliki kemampuan untuk membentuk endospora. Endospora terbentuk dalam seluntuk menanggulangi keadaan lingkungan yang tidak kondusif. Apabila kondisibersifat mengancam kehidupan bakteri, maka spora akan dilepas oleh sel ke alam.Bakteri tersebut tahan panas, perubahan kimia, dan jauh lebih tahan daripadakhamir atau kapang, juga lebih tahan terhadap pengolahan daripada enzim.&lt;sup&gt;[3]&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-weight: normal;"&gt;Bakteri membelah dengan kecepatan yang luarbiasa, karena berkembang biak dengan sistem aseksual dan pembelahan biner.Apabila kondisinya lingkungan menguntungkan, jumlahnya akan berkembang danmenggandakan diri secara eksponensial, dimana tiap sel akan membelah dirimenjadi dua sel. Setiap sel memiliki waktu generasi (waktu yang dibutuhkanuntuk membelah diri) yang berbeda-beda. S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;eperti Escherichia coli, bakteri umum yangdijumpai di saluran pencernaan dan di tempat lain, memiliki waktu generasi15-20 menit. Hal ini artinya bakteri E. coli dalam waktu 15-20 menit mampumenggandakan selnya menjadi dua kali lipat.&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;. Bisa dibayangkan dalam waktu 5 jam jumlahbakterinya akan meningkat berlipat ganda. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sebagai ilustrasi&lt;b&gt;p&lt;/b&gt;embelahan biner Bakteri tiap 15 menit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(153, 204, 0) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0cm; width: 32.25pt;" valign="top" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;0’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(153, 204, 0) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0cm; width: 36pt;" valign="top" width="48"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;15’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(153, 204, 0) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0cm; width: 36pt;" valign="top" width="48"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;30’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(153, 204, 0) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0cm; width: 36pt;" valign="top" width="48"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;45’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(153, 204, 0) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0cm; width: 43.5pt;" valign="top" width="58"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;60’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(153, 204, 0) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0cm; width: 46.5pt;" valign="top" width="62"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;75’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(153, 204, 0) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0cm; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;90’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(153, 204, 0) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0cm; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;105’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(153, 204, 0) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0cm; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;120’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(153, 204, 0) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0cm; width: 47.25pt;" valign="top" width="63"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;135’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="padding: 0cm; width: 32.25pt;" valign="top" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1 sel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0cm; width: 36pt;" valign="top" width="48"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2 sel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0cm; width: 36pt;" valign="top" width="48"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4 sel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0cm; width: 36pt;" valign="top" width="48"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;8 sel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0cm; width: 43.5pt;" valign="top" width="58"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;16 sel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0cm; width: 46.5pt;" valign="top" width="62"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;32 sel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0cm; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;64 sel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0cm; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;128 sel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0cm; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;256 sel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0cm; width: 47.25pt;" valign="top" width="63"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;512 sel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 204, 153) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0cm; width: 32.25pt;" valign="top" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 204, 153) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0cm; width: 36pt;" valign="top" width="48"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 204, 153) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0cm; width: 36pt;" valign="top" width="48"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 204, 153) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0cm; width: 36pt;" valign="top" width="48"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 204, 153) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0cm; width: 43.5pt;" valign="top" width="58"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 204, 153) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0cm; width: 46.5pt;" valign="top" width="62"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2&lt;sup&gt;5&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 204, 153) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0cm; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 204, 153) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0cm; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2&lt;sup&gt;7&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 204, 153) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0cm; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2&lt;sup&gt;8&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 204, 153) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0cm; width: 47.25pt;" valign="top" width="63"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2&lt;sup&gt;9&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu 2 jam 15 menit, jumlah awal 1 sel akan berkembang biak hingga 512sel. Hal ini menunjukkan hubungan antara pertambahan sel dengan waktu adalahberbentuk geometrik eksponensial dengan rumus 2&lt;sup&gt;n&lt;/sup&gt;. Jadi, bakteri E.coli dalam waktu 10 jam berkembang dari satu sel menjadi 1,09×1012 sel ataulebih dari 1 triliun sel. Sedangkan dalam makanan biasanya terdapat lebih darisatu sel. Bahkan hingga mencapai ribuan. Tentu dalam sepuluh jam, jumlahnyamenjadi sangat fantastis. Itulah sebabnya, pangan yang terkontaminasi bakteri merugikanakan mengalami kebusukan dalam waktu yang relatif cepat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Laju pertumbuhanbakteri ini digunakan dalam modifikasi pangan,dan rekayasa dalam ilmupertanian. Bakteri yang menguntungkan akan dipacu pertumbuhannya menjadi lebihbanyak, sedangkan bakteri yang merugikan dihambat pertumbuhannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dalampertumbuhannya, bakteri memiliki fase-fase pertumbuhan bakteri. Pemahamanmengenai fase ini penting untuk mengetahui karakteristik bakteri sehingga dapatdigunakan dalam prinsip-prinsip pengawetan pangan. &lt;/span&gt;Fase tersebut adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Fase     Lag&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Fase     logaritmik/eksponensial. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Fase Stationer &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Fase Death (kematian)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-3HmT5MiTG34/TdkbaEdF0PI/AAAAAAAAAJ4/VH6QLiZg8nw/s1600/kurva+fase+pertumbuhan+bakteri.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="202" src="http://3.bp.blogspot.com/-3HmT5MiTG34/TdkbaEdF0PI/AAAAAAAAAJ4/VH6QLiZg8nw/s320/kurva+fase+pertumbuhan+bakteri.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr align="left"&gt;&lt;td class="tr-caption"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;gambar: try4know.co.cc&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: yellow none repeat scroll 0% 0%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Fase lag&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt; adalah fase adaptasi -penyesuaian diri-dengan keadaan media dan lingkungan tempat tumbuh yang baru. Pada periode initidak terjadi pembelahan sel. Fase ini adalah fase lambat yang dapat terjadimulai dari beberapa menit sampai beberapa jam. Lama fase lag bervariasitergantung pada komposisi media, spesies bakteri, dan faktor pendukungpertumbuhan yang terdapat pada media maupun lingkungan sekitar. Selain itu jugadipengaruhi oleh sifat fisiologis mikroorganisme pada media sebelumnya. Padafase ini mulai terbentuk enzim-enzim yang dibutuhkan untuk pertumbuhan namunaktivitasnya belum maksimal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Apabila sel telahmenyesuaikan diri, bakteri akan membelah dengan kecepatan yang konstan hinggamencapai populasi yang maksimal. Fase ini disebut sebagai &lt;i&gt;Faselogaritmik/eksponensial,&lt;/i&gt; merupakan fase pertumbuhan tercepat, yaitu jumlahsel menjadi dua kalinya setiap satu waktu generasi. Pada fase ini selmikroorganisme membutuhkan banyak energi dan paling sensitif terhadap kondisiyang ekstrem, seperti panas, dingin, dan kering. Fase ini adalah fase dimanabakteri mencapai jumlah populasi yang maksimal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pertumbuhanpenduduk dibatasi oleh salah satu dari tiga faktor: 1.&lt;/span&gt; kelelahan nutrisi yang tersedia;2. akumulasi metabolit penghambat atau produk akhir metabolisme; 3. kelelahan ruang, dalam halini disebut kurangnya "ruang biologis".&lt;sup&gt;[4]&lt;/sup&gt;&lt;span class="fullpost1"&gt; &lt;/span&gt;Akibat populasi bakteri yang semakin tinggi, terjadipenumpukan racun akibat metabolisme sel, selain itu kandungan nutrient yangdibutuhkan untuk tumbuh bakteri juga semakin menipis. Kondisi ini mengganggupertumbuhan sel sehingga menyebabkan banyak bakteri yang mati. Kompetisi antarbakteri juga menjadi pemicu matinya bakteri. Fase ini disebut sebagai fasestationer. &lt;span class="fullpost1"&gt;&lt;i&gt;Fase stasioner&lt;/i&gt; terjadi pada saat lajupertumbuhan bakteri sama dengan laju kematiannya.&lt;/span&gt; Mudahnya, kolonibakteri tidak menjadi lebih banyak atau lebih sedikit&lt;sup&gt;.[5]&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="fullpost1"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Fase stasioner ini dilanjutkan dengan fase kematian yang ditandai denganpeningkatan laju kematian yang melampaui laju pertumbuhan, sehingga secarakeseluruhan terjadi penurunan populasi bakteri. Kondisi ini &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;akibat penumpukan racun dan habisnyanutrisi, menyebabkan jumlah sel yang mati lebih banyak sehingga mengalamipenurunan jumlah sel secara eksponensial.&lt;span style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: yellow none repeat scroll 0% 0%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kerusakan mikrobiologis pangan dapat dilakukan dengan memodifikasi fasepertumbuhan bakteri dengan prinsip berikut: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengurangi     jumlah kontaminasi awal, &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kontaminasiawal dapat dilakukan dengan pola penanganan bahan yang higienis. Selain itujuga diperlukan perlakuan-perlakuan pendahuluan yang bertujuan membunuh mikrobayang sudah terdapat pada bahan pangan. &lt;/span&gt;Misalnya dengan carapembersihan/pemotongan, pencucian, pemanasan, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="2" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Memperpanjang fase adaptasi dan atau     memperlambat fase logaritmik &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Prinsipnomor dua ini dapat dilakukan dengan cara menciptakan lingkungan pertumbuhanyang tidak kondusif bagi mikroba, misalkan dengan menurunkan kadar air,menurunkan kelembapan, meningkatkan keasaman, menghilangkan oksigen, dan menurunkansuhu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="3" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mempercepat fase kematian, dapat     dilakukan dengan proses thermal (pemanasan), pengeringan, dan iradiasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Semua sifat-sifat ini juga dapat digunakan dalam rekayasa pertanian,misalnya dalam pembuatan pupuk hayati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Semoga bermanfaat, jangan lupa komen ya jika anda merasakan manfaatnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #999999; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span lang="SV"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1996494751"&gt;http://www.medterms.com/script/main/art.asp?articlekey=13954&lt;/a&gt;,diakses 22 Mei 2011&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #999999; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;sup&gt;[2]&lt;/sup&gt; Buckle, K.A., R.A. Edwards, G.H. Fleet dan M.Wooton. &lt;span lang="SV"&gt;2009. Ilmu Pangan. UI Press.Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #999999; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span lang="SV"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span lang="SV"&gt; Muchtadi, Tien. 1989. PetunjukLaboratorium Teknologi Proses Pengolahan Pangan. Pusat Antar Universitas Pangandan Gizi IPB. Bogor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #999999; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span lang="SV"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;a href="http://www.textbookofbacteriology.net/growth.html"&gt;http://www.textbookofbacteriology.net/growth.html&lt;/a&gt;,diakses 22 Mei 2011&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #999999; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span lang="SV"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;a href="http://www.helium.com/items/1258572-what-are-the-four-phases-of-bacterial-growth"&gt;http://www.helium.com/items/1258572-what-are-the-four-phases-of-bacterial-growth&lt;/a&gt;,diakses 22 Mei 2011&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-4755060154287986091?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sehatcommunity.com' title='Lebih Kenal dengan Bakteri'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/4755060154287986091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/05/lebih-kenal-dengan-bakteri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/4755060154287986091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/4755060154287986091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/05/lebih-kenal-dengan-bakteri.html' title='Lebih Kenal dengan Bakteri'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-kE8gJN96NO0/TdkdxnKPRxI/AAAAAAAAAJ8/v_Icl9o1_00/s72-c/bakteri+prokariotik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-6005285891535743804</id><published>2011-05-22T17:04:00.004+07:00</published><updated>2011-05-22T21:35:06.156+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penanganan ulat bulu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hama dan penyakit'/><title type='text'>10 Langkah Hadapi serangan Ulat Bulu.</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Masih segar di ingatan kita serangan ribuan ulat bulu di Probolinggo beberapa waktu lalu. Kondisi ini sangat mengganggu masyarakat sekitarnya, dan tentu saja menjijikkan (apalagi orang yg jijik ulat seperti saya :p). Peningkatan populasi ulat bulu bermula diProbolinggo, menyebabkan daun tanaman mangga gundul, dan ulat-ulatnya masuk kepemukiman sehingga mengganggu penduduk. Ulat yang mendominasi di Probolinggoadalah dari keluarga Lymantriidae, dengan dua spesies yang dominan yaitu &lt;i&gt;Arctornis&lt;/i&gt;&lt;i&gt;submarginata &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Lymantria marginata&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;A. submarginata &lt;/i&gt;merupakanspesies khas dan spesifik Probolinggo yang hingga saat ini belum ditemukan diwilayah lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Ulat bulu banyak sekali jenis, pada keluarga Lymantriidae sajaterdapat ribuan jenis. Selain keluarga Lymantriidae, seperti &lt;i&gt;Criculatrifenestrata &lt;/i&gt;dari keluarga Saturniidae banyak terdapat pada pohon alpukat,jambu mente, kedondong, dan &lt;i&gt;Maenas maculifascia &lt;/i&gt;dari keluarga Arctiidaebanyak terdapat pada tanaman kenanga/ylang-ylang. Menurut laporan dari 33provinsi selain di Probolinggo, populasi ulat bulu masih rendah dan hanyaditemukan di beberapa pohon saja. Jenis ulat berbeda antara satu wilayah denganwilayah lain. Hal ini merupakan kejadian dinamika populasi hama. Berdasarkanuraian di atas, masyarakat tidak perlu panik, namun tetap waspada untukmengantisipasi kemungkinan peningkatan populasi sehubungan dengan dampak dariperubahan iklim (&lt;i&gt;Climate change&lt;/i&gt;) dan pemanasan global (&lt;i&gt;Global warming&lt;/i&gt;)terhadap pola hidup dan tingkah laku serangga, khususnya ulat bulu. &lt;b&gt;Inilah sepuluh langkah pengendalian ulat bulu.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Sepuluh langkah pengendalianulat bulu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Pemantauan dan identifikasi jenis hama, stadia hama,     bagian dan jenis tanaman yang diserang, tingkat/intensitas serangan, serta     kondisi lingkungan untuk disampaikan kepada petugas terkait.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-srO22mbQHpk/TdjdKR6BW0I/AAAAAAAAAJk/Hl4JYHZx_-w/s1600/ulat+mangga+1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-srO22mbQHpk/TdjdKR6BW0I/AAAAAAAAAJk/Hl4JYHZx_-w/s1600/ulat+mangga+1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-dgCh22XhcLk/TdjezMu90ZI/AAAAAAAAAJ0/ixYDy2OUmWI/s1600/mangga+ikat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="2" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-OTSyb-PZasA/Tdjdus1JQqI/AAAAAAAAAJs/kXetq-t7vq8/s1600/koloni+semut.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Lakukan pengendalian secara mekanis dengan cara     mengumpulkan dan memusnahkan ulat, antara lain dengan cara dibakar atau     dibenamkan dalam tanah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Pemasangan lampu perangkap (&lt;i&gt;light trap&lt;/i&gt;) untuk     membunuh ngengat, karena ngengat aktif di malam hari dan tertarik cahaya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Mengumpulkan pupa/kepompong dan memasukannya kedalam     botol plastik yang diberi lubang-lubang, sehingga ngengat yang terbentuk     tidak dapat keluar sedangkan parasit yang muncul dapat keluar dan kembali berperan     di alam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Pelihara dan lestarikan musuh alami seperti predator     semut rangrang dan burung dengan cara melarang penangkapan burung dan     melarang pengambilan telur semut di pohon, atau melestarikan dan     memperbanyak koloni semut dengan cara memasang sarang buatan dari daun     kering dan bambu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-OTSyb-PZasA/Tdjdus1JQqI/AAAAAAAAAJs/kXetq-t7vq8/s1600/koloni+semut.jpg" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="111" src="http://2.bp.blogspot.com/-OTSyb-PZasA/Tdjdus1JQqI/AAAAAAAAAJs/kXetq-t7vq8/s400/koloni+semut.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Gunakan insektisida hayati berupa jamur, virus,     bakteri, nematode, antara lain dengan cara (a). Mengumpulkan ulat yang     mati terkena virus (menggelantung) dan mengaduknya dengan air, lalu     menyemprotkan kembali ke ulat, (b). Mengumpulkan kepompong atau ulat yang     terkena jamur (berwarna putih – jamur Beauveria dan hijau – jamur     Metarhizium), lalu perbanyak di media jagung dan semprotkan ke ulat, (c).     menggunakan insektisida hayati yang sudah diproduksi dan tersedia di Dinas/lembaga     yang berwenang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Pemasangan pembatas (&lt;i&gt;burrier&lt;/i&gt;) pada batang     pohon mangga berupa lem atau kain beracun, khususnya bagi ulat &lt;i&gt;Arctornis     &lt;/i&gt;yang memiliki sifat ketika malam hari naik ke bagian atas (kanopi)     untuk memakan daun dan pada siang hari turun ke batang untuk bersembunyi     dari serangan predator.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-dgCh22XhcLk/TdjezMu90ZI/AAAAAAAAAJ0/ixYDy2OUmWI/s1600/mangga+ikat.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-dgCh22XhcLk/TdjezMu90ZI/AAAAAAAAAJ0/ixYDy2OUmWI/s1600/mangga+ikat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Jika kondisi populasi ulat sangat mengkhawatirkan     dapat digunakan insektisida alami yang relatif ramah lingkungan, berupa     insektisida nabati (berasal dari tumbuhan), seperti mimba, tembakau, akar     tuba, piretrum, gadung, suren dan lainnya. Perlu diketahui bahwa     insektisida nabati tidak menyebabkan kematian langsung seperti insektisida     sintetis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Pada kondisi kritis, maka jalan terakhir dapat     digunakan insektisida kimia sintetis yang berdaya racun rendah berlabel     hijau.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Jangan menggunakan insektisida kimia sintetis untuk     tindakan &lt;b&gt;pencegahan&lt;/b&gt;, karena akan mengganggu keberadaan musuh alami     dan mencemari lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: #666666;"&gt;&lt;span style="color: #999999; font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="color: #666666;"&gt;sumber: litbang.deptan.go.id&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-6005285891535743804?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/6005285891535743804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/05/10-langkah-hadapi-serangan-ulat-bulu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/6005285891535743804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/6005285891535743804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/05/10-langkah-hadapi-serangan-ulat-bulu.html' title='10 Langkah Hadapi serangan Ulat Bulu.'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-srO22mbQHpk/TdjdKR6BW0I/AAAAAAAAAJk/Hl4JYHZx_-w/s72-c/ulat+mangga+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-4113741480517441977</id><published>2011-05-21T23:00:00.007+07:00</published><updated>2011-05-21T23:18:12.198+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya kangkung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya'/><title type='text'>Teknik Budidaya Kangkung</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-UDmM9STKbqw/Tdfljo3dO5I/AAAAAAAAAJY/bz-39UbzjbI/s1600/kaNKUNG2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-UDmM9STKbqw/Tdfljo3dO5I/AAAAAAAAAJY/bz-39UbzjbI/s1600/kaNKUNG2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kangkung (&lt;i&gt;Ipomoea &lt;/i&gt;spp&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;) merupakan salah satu jenis tanamansayuran daun, termasuk ke dalam famili Convolvulaceae. Daun kangkung merupakansumber pro-vit A yang sangat baik. Kangkung dapat dibedakan menjadi dua macamberdasarkan tempat tumbuhnya, yaitu: 1) kangkung air hidup di tempat yang basahatau berair, dan 2) kangkung darat, hidup di tempat yang kering atau tegalan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;PERSYARATAN TUMBUH&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tanaman kangkung tidak memerlukan persyaratan tempattumbuh yang sulit. Salah satu syarat yang penting adalah air yang cukup,terutama untuk kangkung air. Bagi kangkung darat apabila kekurangan airpertumbuhannya akan mengalami hambatan, sehingga perlu dilakukan penyiraman. Kangkungdapat ditanam di dataran tinggi maupun di dataran rendah. Pada dataran rendah,biasanya kangkung ditanam di kolam atau rawa-rawa atau di atas timbunan bekassampah dan juga di tegalan. Waktu tanam yang baik adalah pada musim hujan untukkangkung darat dan musim kemarau untuk kangkung air. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;BUDIDAYA TANAMAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;1. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Benih &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Varietas yang dianjurkan adalah varietas Sutra danvarietas lokal, seperti lokal Subang dsb. Kangkung air mempunyai daun panjangdengan ujung yang agak tumpul berwarna hijau tua dan bunganya berwarnakeunguan. Jenis ini diperbanyak dengan stek batang yang panjangnya 20–25 cm.Untuk kebutuhan stek dalam 1 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; yaitu sekitar 16 stek.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kangkung darat mempunyai daun panjang dengan ujung daunyang runcing, berwarna hijau keputih–putihan dan bunganya berwarna putih. Jeniskangkung darat dapat diperbanyak dengan biji. Kebutuhan benih untuk luasan satuhektar sekitar 10 kg.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;2. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penanaman &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Stek–stek kangkung air ditanam pada lumpur kolam atausawah yang dangkal dengan jarak tanam 25 cm x 25 cm atau 30 cm x 30 cm. Padapertanaman kangkung air, pemberian pupuk kandang jarang dilakukan. Pupuk buatanberupa 50–100 kg N/ha diberikan setelah tanaman tumbuh. Pemberian pupuk N juga diberikansetelah panen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Biji kangkung darat ditanam pada tanah tegalan yang telahdipersiapkan. Tanah tegalan tersebut dicangkul sedalam 30 cm, dan diberi pupukkandang kuda atau domba sebanyak 1 kg/m&lt;sup&gt;2 &lt;/sup&gt;atau 10 ton/ha. Setelahtanah diratakan kemudian dibuat bedengan pertanaman dengan lebar 60 cm atau 1m. Pada bedengan-bedengan tersebut dibuat lubang-lubang tanam dengan jarak 20cm antar barisan dan 20 cm antara tanaman. Tiap lubang diberi 2–7 bijikangkung. Sistem penanaman dilakukan dengan zig-zag atau sitem garitan (baris).Pemupukan yang digunakan yaitu Urea 200 kg, TSP &amp;nbsp;200 kg dan KCl 100 kg per hektar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;3. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemeliharaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pemeliharaan yang perlu dilakukan terutama adalah menjagaketersediaan air pada kangkung darat. Apabila tidak turun hujan, harus segeradilakukan penyiraman. Hal lain yang perlu diperhatikan yaitu pengendalian gulmapada waktu tanaman masih muda atau belum menutup tanah&amp;nbsp; dan menjaga tanaman dari serangan hama dan penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;.Hama yang menyerang tanaman kangkung antara lain ulat grayak (&lt;i&gt;Spodoptera litura&lt;/i&gt; F), kutudaun (&lt;i&gt;Myzus persicae&lt;/i&gt; Sulz) dan &lt;i&gt;Aphis gossypii&lt;/i&gt;. Sedangkan penyakit yangdapat menyerang batang tanaman kangkung antara lain penyakit karat putih yangdisebabkan oleh &lt;i&gt;Albugo ipomoea reptans&lt;/i&gt;.Gejala penyakit iniberupa pustul–pustul (bintik berwarna putih) di sisi daun sebelah&amp;nbsp; bawah batang. Apabila diperlukan penggunaanpestisida, sebaiknya digunakan pestisida yang benar–benar aman dan cepatterurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati ataupun insektisidapiretroid sintetik.&amp;nbsp; Penggunaan pestisida tersebut harusdilakukan dengan&lt;b&gt; &lt;/b&gt;benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, caraaplikasi, interval dan waktu aplikasinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Panen dan Pascapanen&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah tanaman berumur 30-40 hari, kangkung yang berasaldari stek mulai dapat dipangkas ujungnya sepanjang kurang lebih 20 cm, agartanaman banyak bercabang. Sedangkan untuk tanaman yang berasal dari biji, panendimulai setelah berumur 60 hari. Pangkasan ini merupakan hasil panen pertamayang dapat dijual. Pemungutan hasil selanjutnya dilakukan dengan jalanmemangkas ujung cabang-cabangnya pada tiap setengah bulan sekali. Tanaman yangbaik dapat menghasilkan 10–16 ton/ha dalam satu tahun. Tanaman berumur satuatau dua tahun perlu dibongkar atau diganti&amp;nbsp;dengan tanaman baru.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #444444; font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 189pt; text-align: left; text-indent: -189pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sumber: Juknis PrimaTani 2007&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #444444; font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 189pt; text-align: left; text-indent: -189pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Oleh;  W. Setiawati, R. Murtiningsih, G.A. Sopha, dan T.Handayani: &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-4113741480517441977?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/4113741480517441977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/05/teknik-budidaya-kangkung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/4113741480517441977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/4113741480517441977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/05/teknik-budidaya-kangkung.html' title='Teknik Budidaya Kangkung'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-UDmM9STKbqw/Tdfljo3dO5I/AAAAAAAAAJY/bz-39UbzjbI/s72-c/kaNKUNG2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-258864162850446892</id><published>2011-05-21T21:52:00.002+07:00</published><updated>2011-05-21T22:00:18.853+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cara budidaya cabai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya cabe'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya cabai diluar musim'/><title type='text'>Cara Jitu Budidaya Cabai Merah</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;Apa kabar para &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/"&gt;sehatcommunity? &lt;/a&gt;Bisnis cabai merupakan salah satu pilihan bisnis yang menggiurkan. bagaimana tidak? Meskipun harganya fluktuatif, tetapi petani yang konsisten akan merasakan bagaimana manisnya untung dari budidaya cabai. Tentu anda masih ingat bagaimana harga cabai mencapai 80 ribu per kg. Nah,, untuk mendapat untung dari budidaya cabai, kita harus faham bagaimana teknis budidaya yang benar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-a6xUlSYCWug/TdfRYxjZj3I/AAAAAAAAAJQ/3SOCSRqhu4k/s1600/cabai.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-a6xUlSYCWug/TdfRYxjZj3I/AAAAAAAAAJQ/3SOCSRqhu4k/s1600/cabai.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cabai merah &amp;nbsp;(&lt;i&gt;Capsicumannuum&lt;/i&gt;) termasuk famili Solanaceae dan merupakan salah satu komoditassayuran yang memiliki banyak manfaat, bernilai ekonomi tinggi dan mempunyaiprospek pasar yang menarik. Buah cabai selain dapat dikonsumsi segar untukcampuran bumbu masak juga dapat diawetkan misalnya dalam bentuk acar, &amp;nbsp;saus, &amp;nbsp;tepung cabai dan buah kering. &lt;b&gt;Lantas bagaimana cara budidaya yang benar?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;PERSYARATAN TUMBUH&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cabai merah cocok dibudidayakan, baik di dataranrendah maupun dataran tinggi, pada lahan sawah atau tegalan dengan ketinggian0–1000 m dpl. Tanah yang baik untuk pertanaman cabai adalah yang berstrukturremah atau gembur, subur, kaya akan bahan organik, pH tanah antara 6–7.Kandungan air tanah juga perlu diperhatikan. Hal tersebut berhubungan dengantempat tumbuh tanaman cabai (sawah atau tegalan). Tanaman cabai yangdibudidayakan di sawah sebaiknya ditanam pada akhir musim hujan, sedangkan ditegalan ditanam pada musim hujan. Dengan pemilihan musim tanam yang tepat,diharapkan pada saat pertumbuhan tanaman, kandungan air sawah tidak berlebihandan di tanah tegalan masih cukup air untuk pertumbuhan cabai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;BUDIDAYA TANAMAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;1. &amp;nbsp;&amp;nbsp;Varietas yang dianjurkan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Varietas yang dapat digunakan untuk budidaya cabai merahantara lain adalah Lembang–1,&amp;nbsp; Tanjung–2,Hot Chilli, Hot Beauty dan sebagainya. Kebutuhan benih sebesar 250-350 g/ha.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1 style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Persemaian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebelum disemai, benih direndam dahulu dalam air hangat(50°C) atau larutan Previcur N (1 cc/l) selama satu jam.&amp;nbsp; Benih disebar secara merata pada bedenganpersemaian dengan media berupa campuran tanah dan pupuk kandang/kompos (1:1),kemudian ditutup dengan daun pisang selama 2-3 hari.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bedenganpersemaian diberi naungan/atap dari screen/kasa/plastik transparan, persemaianditutup dengan screen untuk menghindari serangan OPT. Setelah berumur 7-8 hari,bibit dipindah kedalam bumbunan daun pisang/pot plastik dengan media yang sama(tanah dan pupuk kandang steril).&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Penyiraman dilakukan setiap hari.&amp;nbsp; Bibit siap ditanam di lapangan setelahberumur 4-5 minggu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;3.&amp;nbsp; &amp;nbsp;PengolahanLahan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 29.25pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;a. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lahankering/tegalan&lt;/b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 15.3pt; text-align: justify; text-indent: 29.7pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;Lahan dicangkul sedalam 30-40 cmsampai gembur kemudian dibuat bedengan-bedengan dengan lebar 1-1,2 m, tinggi 30cm, dan jarak antar bedengan 30 cm.&amp;nbsp; Lubangtanam dibuat dengan jarak tanam (50-60 cm) x (40-50 cm) atau 50 cm x 70 cm, &amp;nbsp;sehingga dalam tiap bedengan terdapat 2 baristanaman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 29.25pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;b. &amp;nbsp;&amp;nbsp;Lahansawah&lt;/b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 16.2pt; text-align: justify; text-indent: 28.8pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;Tanah dicangkul sampai gemburkemudian dibuat bedengan-bedengan dengan lebar 1,5 m dan antara bedengan dibuatparit sedalam 50 cm dan lebar 50 cm.&amp;nbsp; Dibuatlubang tanam dengan jarak tanam 50 cm x 40 cm. &amp;nbsp;Bila pH tanah kurang dari 5,5 dilakukanpengapuran menggunakan Kaptan/Dolomit dengan dosis 1,5 ton/ha pada 3-4 minggusebelum tanam (bersamaan dengan pengolahan tanah dengan cara disebar dipermukaan tanah dan diaduk rata).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemupukan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0cm -0.35pt 0.0001pt 31.05pt; text-align: justify; text-indent: -13.05pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IT"&gt;a.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Untuk penanaman cabai secara monokultur di lahankering&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18.9pt; text-align: justify; text-indent: 26.1pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Pupukdasar yang diberikan berupa pupuk kandang kuda atau sapi sebanyak 20–40 ton/hadan pupuk buatan TSP 200–225 kg/ha diberikan sebelum tanam. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 19.8pt; text-align: justify; text-indent: 25.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pupuk susulan berupa Urea 100–150kg/ha, ZA 300–400 kg/ha, dan KCl 150–200 kg/ha diberikan 3 kali pada umur 3, 6dan 9 minggu setelah tanam.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0cm -0.35pt 0.0001pt 31.95pt; text-align: justify; text-indent: -13.95pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;b.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Untuk penanaman cabai secara tumpang gilir dengan bawangmerah &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: 14.4pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bawang merah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt; pupuk kandang kuda atau sapi 10–20 ton/ha dan TSP150–200 kg/ha diberikan 7 hari sebelum tanam, kemudian Urea 150–200 kg/ha, ZK400–500 kg/ha dan KCl 150–200 kg/ha diberikan pada umur 7 dan 25 hari setelahtanam masing-masing ½ dosis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: 15.1pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Cabai merah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;: pupuk kandang kuda atau sapi 10–15 ton/ha danTSP 100–150 kg/ha diberikan seminggu setelah tanam. Urea 100–150 kg/ha, ZA 300– 400 kg/ha dan KCl 100 – 150 kg/ha diberikan pada umur 4, 7 dan 10 minggusetelah tanam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 33.3pt; text-align: justify; text-indent: -15.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;c.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Untuk penanaman cabai secara tumpangsari dengan kubisatau tomat &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pupuk kandang&amp;nbsp; kuda atau sapi 30 – 40 ton/ha dan NPK 15:15:15sebanyak&amp;nbsp; 700 kg/ha diberikan seminggusebelum tanam dengan cara disebar dan diaduk secara rata dengan tanah.&amp;nbsp; Pupuksusulan diberikan dalam bentuk pupuk NPK 15:15:15&amp;nbsp; yang dicairkan (1,5-2 g/l air), dengan volumesemprot 4000 l larutan/ha. Pupuk tersebut diberikan mulai umur 6 minggu sebelumtanam dan diulang tiap 10-15&amp;nbsp; harisekali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penggunaan mulsa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mulsa digunakan untuk menjaga kelembaban, kestabilanmikroba tanah, mengurangi pencucian unsur hara oleh hujan dan mengurangiserangan&amp;nbsp; hama. Mulsa dapat berupa jerami setebal 5 cm (10 ton/ha) pada musim kemarau, yangdiberikan dua minggu setelah tanam atau berupa mulsa plastik hitam perak untuk musim kemarau dan musim hujan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemeliharaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Penyulaman dilakukan paling lambat 1–2 minggu setelahtanam untuk mengganti bibit yang mati atau sakit. Pengairan diberikan dengancara di&lt;i&gt;leb&lt;/i&gt; (digenangi) atau disiramperlubang. Penggemburan tanah atau pendangiran dilakukan bersamaan denganpemupukan kedua atau pemupukan susulan. Pemberian ajir dilakukan untuk menopangberdirinya tanaman. Tunas air yang tumbuh di bawah cabang utama sebaiknyadipangkas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 23.85pt; text-align: justify; text-indent: -21.6pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 23.85pt; text-align: justify; text-indent: -21.6pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;7. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;OPT penting yang menyerang tanaman cabai antara lain kutukebul, thrips, kutu daun, ulat grayak, ulat buah tomat, lalat buah, antraknose,penyakit layu, virus kuning, dsb. Pengendalian OPT dilakukan tergantung padaOPT yang menyerang. Beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Penggunaanborder 4–6 baris jagung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Penggunaanmusuh alami (predator: &lt;i&gt;Menochilus sexmaculatus&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Penggunaanperangkap (kuning, methyl eugenol)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Penggunaanpestisida nabati&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Penggunaanpestisida kimia sesuai kebutuhan dengan dosis yang sesuai petunjuk.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pengendalian dengan pestisida harusdilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, caraaplikasi, interval maupun waktu aplikasinya &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0cm -0.35pt 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 23.85pt; text-align: justify; text-indent: -21.6pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;8. Panen dan Pascapanen &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Cabaimerah dapat di panen pertama kali pada umur 70–75 hari setelah tanam di dataranrendah dan pada umur 4–5 bulan di dataran tinggi, dengan interval panen 3–7hari. Buah rusak yang disebabkan oleh lalat buah atau antraknos sebaiknyalangsung dimusnahkan. Buah yang akan dijual segar sebaiknya dipanen matang.Buah yang dikirim untuk jarak jauh dipanen matang hijau. Buah yang akandikeringkan dipanen setelah matang penuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sortasi dilakukan untuk memisahkan buah cabaimerah yang sehat, bentuk normal dan baik dengan buah yang kualitasnya tidakbaik. Pengemasan cabai untuk transportasi jarak jauh sebaiknya mengggunakankemasan yang diberi lubang angin yang cukup atau menggunakan karung jala.Apabila hendak disimpan sebaiknya disimpan di tempat penyimpanan yang &lt;/span&gt; kering, sejuk dan cukup sirkulasi udara.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 189pt; text-align: justify; text-indent: -189pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Sumber: Juknis PrimaTani 2007&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #666666; font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 189pt; text-align: justify; text-indent: -189pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Oleh: W. Setiawati, R. Murtiningsih, G.A. Sopha, dan T.Handayani:&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 189pt; text-align: justify; text-indent: -189pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-258864162850446892?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.sehatcommunity.com/' title='Cara Jitu Budidaya Cabai Merah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/258864162850446892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/05/cara-jitu-budidaya-cabai-merah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/258864162850446892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/258864162850446892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/05/cara-jitu-budidaya-cabai-merah.html' title='Cara Jitu Budidaya Cabai Merah'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-a6xUlSYCWug/TdfRYxjZj3I/AAAAAAAAAJQ/3SOCSRqhu4k/s72-c/cabai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-7931401752167632167</id><published>2011-05-21T17:40:00.002+07:00</published><updated>2011-05-21T17:47:47.172+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fungsi l carnitine'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diet sehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pangan fungsional'/><title type='text'>L-Carnitine: membuat six-pack?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Anda tentu pernahmelihat sebuah iklan seorang laki-laki dengan bentuk tubuh yang &lt;i&gt;wah&lt;/i&gt; karena minum suplemen makanan yang mengandung L carnitin. Entahdisengaja atau tidak, dimunculkan kesan kuat bahwa L carnitine yang terkandung dalamsuplemen tersebut adalah faktor utama yang mendorong tubuh sang tokoh iklanmenjadi bagus, meskipun akhir-akhir ini dimunculkan sang tokoh iklan sedangberlatih. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ZqCt_TCiDpM/TdeWJ0cKBII/AAAAAAAAAJM/Zz9Hw1lWcIQ/s1600/l+carnitine.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-ZqCt_TCiDpM/TdeWJ0cKBII/AAAAAAAAAJM/Zz9Hw1lWcIQ/s1600/l+carnitine.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tentu munculpertanyaan, benarkah dengan minum L Carnitin, tubuh seseorang akan menjadibagus dan indah seperti itu? Mmm.. akal yang sehat pasti mengatakan, mau minumL carnitin satu drum pun tanpa berlatih, tak akan bisa. Setiap suplemen tidakbisa berdiri sendiri tanpa faktor lainnya.&amp;nbsp; &lt;b&gt;Sebenarnya apa &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/05/l-carnitine-membuat-six-pack.html"&gt;L Carnitine itu?&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;L Carnitineadalah asam amino non protein yang ditemukan pada jantung dan otot tulang.Dalam sel hidup diperlukan untuk pengangkutan asam lemak dari sitosol kemitokondria dan memberikan energi pada jantung dan sel otot tulang. Carnitine membutuhkanvitamin C (asam askorbat) untuk proses sintesisnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;L carnitin memilikibeberapa fungsi bagi kesehatan. Asam amino tersebut memiliki efek antioksidansehingga memberikan efek perlindungan terhadap peroksidasi lipid dan oksidasimembran fosfolipid. Beberapa studi menyatakan bahwa orang yang mengkonsumsi Lcarnitin memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk terkena serangan jantungatau menderita rasa sakit di dada. namun penelitian yang lain tidak menemukanmanfaat yang diklaim tersebut. Oleh karena itu penelitian lebih lanjutdibutuhkan.(Arsenian, 1997)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;L Carnitine jugadapat digunakan untuk membantu penanganan diabetes neuropati yaitu ketika kadargula darah tinggi merusak saraf dalam tubuh, terutama tangan, kaki, dan kaki.Beberapa penelitian pendahuluan menunjukkan asetil-&lt;span class="google-src-text"&gt;L-carnitine&lt;/span&gt; dapat membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan rasanormal saraf yang terkena. Namun penelitian lebih lanjut diperlukan. L Carnitine jugadipercaya dapat meningkatkan stamina dan ketahanan tubuh selama berolahraga.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Beberapastudi menunjukan bahwa L Carnitine oral dapat mengurangi massa lemak,meningkatkan massa otot, dan mengurangi kelelahan. Sehingga berdampak padapenurunan berat badan. Jadi bukan membuat perut six pack dan tangan kekar ya.^^. itu butuh latihan. Dan ternyata fungsi pembentukan otot, bukan satu-satunya fungsi yang digunakan dalam ilmu kesehatan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Di alamkonsentrasi tertinggi L carnitine terdapat pada daging merah dan produk olahansusu. Untuk sumber alami lain nya termasuk kacang-kacangan dan biji (misalnyalabu , bunga matahari , wijen, kacang-kacangan (buncis , kacang polong , kacangtanah), sayuran (artichoke , asparagus , bit hijau , brokoli , bawang putih ,sawi , okra , peterseli , kangkung), buah (aprikot , pisang), serealia (gandum , jagung , millet , oatmeal , beras dedak , rye , gandum utuh , gandumdedak , bibit gandum) dan makanan kesehatan lain (serbuk sari lebah)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="availablparagraphadampragraph" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="availablparagraphadampragraph" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sebenarnya sumber dari L-Carnitine sudah sangat banyak dialam, dan kitabisa mencukupinya sendiri jika menerapkan konsumsi seimbang. Namun saat inimuncul tren penjualan &lt;span class="google-src-text"&gt;L-carnitine dalam bentuksuplemen. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="google-src-text"&gt;L-carnitine&lt;/span&gt; &lt;span lang="SV"&gt;sebagai suplemen dalam berbagaibentuk. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;L-carnitine: yang paling     banyak tersedia dan paling murah &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Asetil-&lt;span class="google-src-text"&gt;     L-carnitine&lt;/span&gt;: Sering digunakan dalam studi untuk penyakit Alzheimer     dan gangguan otak lainnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Propionil-L-&lt;/span&gt;&lt;span class="google-src-text"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;carnitine&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;: Sering digunakan dalam studi untuk penyakit     jantung dan penyakit pembuluh darah perifer &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="availablparagraphadampragraph" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ada satu tipe lagi, namun perlu dihindari, yaitu D-&lt;span class="google-src-text"&gt;carnitine&lt;/span&gt;,karena mereka mengganggu bentuk alami &lt;span class="google-src-text"&gt;L-carnitine&lt;/span&gt;dan dapat menghasilkan efek samping yang tidak diinginkan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="howtotparagraphadampragraph" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dosis pemberian L-carnitine bervariasi tergantung pada kondisi kesehatan seseorang. &lt;/span&gt;Dosis yang biasa adalah antara 1 - 3 g per hari: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Angina dan gagal jantung: 1,5 - 2 g per hari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Penyakit jantung: 600 - 1.200 mg 3 kali     sehari, atau 750 mg 2 kali sehari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Peripheral vascular     penyakit: 2 - 4 g per hari &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Diabetes neuropati: 3 g per hari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Male infertilitas: 300 -     1000 mg 3 kali sehari &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sindrom kelelahan kronis: 500 - 1.000 mg 3 -     4 kali per hari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="google-src-text"&gt;Overactive thyroid:&lt;/span&gt; 2 - 4 g per hari dalam 2     - 4 dosis terbagi &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Semogabermanfaat. ^^&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: white;"&gt;Bot Pranadi&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-7931401752167632167?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/7931401752167632167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/05/l-carnitine-membuat-six-pack.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/7931401752167632167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/7931401752167632167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/05/l-carnitine-membuat-six-pack.html' title='L-Carnitine: membuat six-pack?'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ZqCt_TCiDpM/TdeWJ0cKBII/AAAAAAAAAJM/Zz9Hw1lWcIQ/s72-c/l+carnitine.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-5261450294443377011</id><published>2011-05-15T13:22:00.002+07:00</published><updated>2011-09-15T13:40:55.396+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teknologi tepat guna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara pembuatan tepung'/><title type='text'>Cara Pembuatan Tepung Labu Kuning</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar labu kuning: monster haloween, kolak? Ada lagi yang terlintas? Mungkin anda kesulitan. Ternyata persepsi kita tentang labu kuning tidak jauh dari hal tersebut. Menunjukkan bahwa pemanfaatan labu kuning masih sangat terbatas, sementara potensinya cukup besar. Silahkan lewat di sepanjang jalan Boyolali-Semarang, atau di jalur Puncak. Berjajar labu kuning dengan berbagai macam variasi. Salah satu metode untuk meningkatkan pemanfaat labu kuning adalah dengan mengubahnya menjadi tepung, sehingga lebih fleksibel untuk digunakan. Artikel yang ditulis oleh Elmi Kamsiati, S.TP ini menarik untuk anda simak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Labu kuning yang kaya betakarotendapat menjadi bahan biofortifikasipada produk pangan olahan. Fortifikasidapat dilakukan dengan menggunakanlabu kuning segar yang ditambahkanpada pembuatan roti, es krim danproduk pangan lain yang disukai anak-anak.Fortifikasi juga dapat dilakukandengan terlebih dahulu mengolah labukuning menjadi tepung yang selanjutnyadiaplikasikan pada pengolahan pangan.Produk olahan yang ditambah dengantepung labu kuning mempunyai warna danrasa yang spesifik, sehingga diharapkanIebih disukai anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Tepung merupakan alternatif produksetengah jadi yang dianjurkan karenalebih tahan disimpan, mudah dicampur (dibuat komposit), dibentuk,diperkaya zat gizi, dan Iebih cepat dimasaksesuai tuntutan kehidupan modern yangserba praktis. Dari segi proses, pembuatantepung hanya membutuhkan air relatifsedikit dan ramah Iingkungan dibandingkandengan pembuatan pati.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Menurut Prof. Dr. Made Astawan,Dosen di Departemen Teknologi Pangandan Gizi IPB, tahapan pembuatan tepungdari buah labu kuning sebagai berikut:Labu kuning harus dipilih yang mengkal,yaitu buah sudah tua tetapi belummasak optimum. Buah dipanen kira-kira5-10 hari Iebih awal dari umur panensemestinya. Buah yang masak optimumtidak sesuai dibuat tepung karena kadarairnya tinggi, daging buahnya lembek, sertakadar patinya rendah. Setelah dikupaskulitnya, labu dibelah-belah dan dilakukanpemblansiran, yaitu perlakuan dengan uappanas selama 5-10 menit. Dalam skalarumah tangga, tahapan ini dapat dilakukanseperti mengukus nasi tetapi tidak perluditutup.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Selanjutnya labu dirajang denganketebalan 0,1-0,3 cm yanghasilnya dinamakan sawut.Sawut dikeringkansampai diperoleh kadarair sekitar 14 persen,selanjutnya ditepungkanAgar Iebih efisien,penepungan sawut dilakukan dalam duatahapan, yaitu penghancuran sawut untukmenghasilkan butiran kecil (lolos 20 mesh)dan penggilingan/penepungan menggunakansaringan Iebih halus (80 mesh).&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Hasil penelitian &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Departemen FoodScience, Rajamangkala University ofTechnology, &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;Thailand,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; tepung labu kuningjuga dapat dibuat dengan cara sebagaiberikut, yakni labu kuning matang dipotongdengan ukuran 2 x 3 inch dikupas dandirendam dalam larutan asam sitrat 0,1%selama 15 menit dan ditiriskan. Selanjutnyapotongan labu kuning dihancurkan dancairannya dipisahkan. Bubur labu kuningyang diperoleh dikeringkan pada suhu 65°selama 8 jam lalu digiling dan diayak denganayakan 80 mesh.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Tepung labu kuning yang dihasilkanmengandung karbohidrat 78,77%; protein3,74%; lemak 1,34%; serat kasar 2,90%;betakaroten 7,29 mg/100 g. Dengankandungan gizi yang dimilikinya, terutamabetakaroten (provitamin A) nya yangtinggi, tepung labu kuning baik digunakanuntuk bahan fortifikasi pangan terutamamakanan anak-anak sehingga dapatmeningkatkan nilai gizinya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber: kalteng.litbang.deptan.go.id &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-5261450294443377011?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sehatcommunity.com' title='Cara Pembuatan Tepung Labu Kuning'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/5261450294443377011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/05/cara-pembuatan-tepung-labu-kuning.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/5261450294443377011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/5261450294443377011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/05/cara-pembuatan-tepung-labu-kuning.html' title='Cara Pembuatan Tepung Labu Kuning'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-5030209160126318416</id><published>2011-03-20T12:45:00.008+07:00</published><updated>2011-09-20T22:30:17.799+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ebook gratis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Free ebook'/><title type='text'>Ebook Gratis:Kesehatan, Pangan dan Pertanian.</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Silahkan nikmati koleksi ebook kesehatan, pangan danpertanian yang dikumpulkan dari berbagai situs. Ebook yang ada di sini adalahebook yang beredar luas diinternet. Penggunaan hanya untuk kepentinganpenyebaran ilmu pengetahuan. Kalau ada iklan yang muncul, bisa klik di iklannya ataulangsung klik SKIP ADD yang ada di pojok kanan atas. Dilarang dijual ya, karena hak cipta milik penulis ^^&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol start="1" style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://pustaka.litbang.deptan.go.id/agritek/lip50051.pdf"&gt;Teknologi     Pengemasan Produk Hortikultura&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://pustaka.litbang.deptan.go.id/agritek/blithi13.pdf"&gt;Pestisida     Alternatif Bio Pestisida&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://pustaka.litbang.deptan.go.id/agritek/blitsa11.pdf"&gt;Penerapan     PHT pada Tanaman Paprika&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://pustaka.litbang.deptan.go.id/bppi/lengkap/bitp07021.pdf"&gt;Varietas     unggul Padi Sawah 1943 - 2007&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://pustaka.litbang.deptan.go.id/bppi/lengkap/bitp07012.pdf"&gt;Pemupukan     Spesifik Lokasi Padi Sawah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://pustaka.litbang.deptan.go.id/agritek/smbt0414.pdf"&gt;Produk     Olahan Manggis&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://pustaka.litbang.deptan.go.id/agritek/PFI005.pdf"&gt;Metode Pengeringan Cabai&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://adf.ly/EJmw"&gt;Compost and Soil Conditioner Quality Standards     2005&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://adf.ly/MJZb" target="blank"&gt;Handbook of Agricultural Geophysics&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://adf.ly/MJbe" target="blank"&gt;Horticultural Science&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://adf.ly/ML7C" target="blank"&gt;Microorganism in Soils: Role in Genesis and Fuctions&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://adf.ly/MJXG" target="blank"&gt;Principle of Colloid Science&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://adf.ly/EJl4" target="blank"&gt;Petunjuk Teknis Uji Mutu Pupuk Organik&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://adf.ly/EJlF" target="blank"&gt;Standard Mutu Pupuk Organik&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://pustaka.litbang.deptan.go.id/agritek/dkij0122.pdf"&gt;Penggorengan Vakum untuk Pembuatan Kripik Buah-buahan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://adf.ly/EJli" target="blank"&gt;Brosur Kompos Jerami&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://adf.ly/EJmS" target="blank"&gt;Pemupukan Berimbang&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://pustaka.litbang.deptan.go.id/inovasi/kl1134121.pdf"&gt;Inovasi Ubikayu untuk Pangan dan Industri&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://adf.ly/MJWB" target="blank"&gt;Cocoa&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://depositfiles.com/en/files/il6ntqgjl"&gt;&amp;nbsp;AncientFood Technology (Technology and Change in History)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/165441261/ProfesBakin.zip"&gt;Profesional Baking&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://depositfiles.com/files/5930990"&gt;Handbook of Nutrition and Food&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://depositfiles.com/files/iw7mn96as"&gt;Food Industry Quality Control Systems&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://uploading.com/files/c7447561/Grappler%27s%20Guide%20to%20Sports%20Nutrition.pdf/"&gt;The Grapplers Guide Sports Nutrition&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://uploading.com/files/c2411dm5/The%20Beginner%27s%20Guide%20to%20Preserving%20Food%20-%20Janet%20Chadwick.epub/"&gt;The Beginners Guide to Preserving Food at Home&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/102877198/McDonalds_KFC_recipes.rar"&gt;McDonalds and KFC Recipe&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.filesonic.com/file/483547184"&gt;Nutrition Through the Life Cycle&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://uploading.com/files/3a97a4fm/0632059273.pdf/"&gt;Metal Contamination of Food&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/%20http://depositfiles.com/files/axpqm1c36"&gt;Health and Nutrition Secret&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://depositfiles.com/files/6ax5yhefw"&gt;Fundamentals of Food Reaction Technology&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://depositfiles.com/en/files/6h4pprnt6"&gt;New Shoppers Guide to Organic Food&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?l2zmmjkyxtn#1"&gt;Technology of Biscuit, Cracker, and Cookies&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://depositfiles.com/en/files/4foszkpfl"&gt;Extrusion Cooking: Technologies and Applications&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://depositfiles.com/en/files/fi7gddp9e"&gt;Complete Idiots Guide to Weight Training&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://depositfiles.com/en/files/cyjbkc17m"&gt;What the Health are You Eating?&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://depositfiles.com/en/files/itgbkf55z"&gt;Younger You: Unlock the Hidden Power of Your Brain to Look and Feel 15 Years Younger&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://depositfiles.com/en/files/xfzvjnv44"&gt;Pregnancy Food Guide&lt;/a&gt; &lt;b style="color: red;"&gt;[NEW]&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://depositfiles.com/en/files/896qresz5"&gt;Food Politics: What Everyone Needs to Know&lt;/a&gt; &lt;b style="color: red;"&gt;[NEW]&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h1&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;tunggu selanjutnya ^^ &lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Semoga bermanfaat&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Web ini tidak menyimpan file pada server atau web ini. Web ini hanya mengindeks dan link ke konten yang disediakan oleh situs-situs lain. Silahkan mengontak provider terkait untuk menghapus file. Atau silahkan tinggalkan komen apabila ada link yang tidak berkenan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-5030209160126318416?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/5030209160126318416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/03/ebook-gratiskesehatan-pangan-dan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/5030209160126318416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/5030209160126318416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/03/ebook-gratiskesehatan-pangan-dan.html' title='Ebook Gratis:Kesehatan, Pangan dan Pertanian.'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-4529291379253999929</id><published>2011-03-06T09:51:00.001+07:00</published><updated>2011-05-30T23:04:00.564+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teknik budidaya jagung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hama dan penyakit jagung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jarak tanam jagung efektif'/><title type='text'>Teknik Budidaya Jagung</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-xbwIWUS-9tQ/TXL1iL30D5I/AAAAAAAAAJE/SvR5IQ8h9PY/s1600/cara+budidaya+jagung.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://lh3.googleusercontent.com/-xbwIWUS-9tQ/TXL1iL30D5I/AAAAAAAAAJE/SvR5IQ8h9PY/s1600/cara+budidaya+jagung.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 27pt; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jagung (&lt;i&gt;Zea mays L)&lt;/i&gt; merupakan bahan pangan yang sangat digemari di Indonesia, diolah menjadi berbagai &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/02/olahan-jagung-yang-unik-dan-lezat.html"&gt;olahan jagung menarik.&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;SYARAT TUMBUH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tanaman jagung dapat tumbuh pada ketinggian 50-1.800 m dpl. &lt;/span&gt;Tetapiketinggian optimal adalah 50-600 m dpl. &lt;span lang="SV"&gt;Untuk berproduksi secara optimal memerlukan tanah nyang gembur, subur dankaya akan unsure hara, aerasi dan drainase baik, kaya akan bahan organik engankeasaman tanah (pH) antara 5,6-7,5.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Curah hujan yang dikehendaki adalah antara 1.000-2.500 mm/tahun, atauidealnya sekitar 85-200mm/bulan, dengan penyinaran matahari penuh. Suhu udarayang dikehendaki antara 21-34 C, tetapi untuk pertumbuhan optimum tanamanjagung menghendaki suhu antara 23-27 C.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bagaimanakah teknis penanamannya?&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;PENYIAPAN BENIH DANPENYIAPAN LAHAN PERTANAMAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;A.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;Penyiapan Benih &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tanamanjagung diperbanyak dengan biji (benih). Mengingat sifatnya yang menyerbuksilang, benih yang digunakan harus memiliki sifat yang benar. Hasil tanamansebelumnya, terutama hidrida tidak dianjurkan digunakan sebagai benih padapertanaman berikutnya karena tidak unggul lagi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dianjurkanmemilih benih varietas unggul bersertifikat yang dijual dipasaran. Selanjutnyaseleksi biji jagung untuk benih dilakukan dengan memperhatikan kondisi fisikyang baik, sehat, berbobot, dan betul-betul matang fisiologis. Daya tumbuhbenih yang dugunakan adalah sekitar 90%. Kebutuhan benih untuk pertanamanjagung adalah antara 20-30 kg/ha. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;B.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;PenyiapanLahan &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tahapan persiapan lahan adalah : (a) lahandibersihkan dari sisa tanaman yang ditanam sebelumnya, (b) tanah diolah dengankedalaman antara 15-20 cm, kemudian diratakan, (c) pada taah dengan kandunganliat tinggi dilakukan pembuatan saluran drainase. Setiap 3 m dibuat salurandrainase sepanjang barisan tanaman, lebar saluran 25-30 cm, kedalaman 20 cm,atau dilakukan penanaman di atas guludan, (d) pada tanah bereaksi masam(pH&amp;lt;5), tanah dikapur (dosis 300 kg/ha) dengan cara menyebar kapur merata/pada barisan tanaman, sekitar 1 bulan sebelum tanam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;PENANAMAN &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;A.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;PolaPenanaman &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Berbagaimacam pola tanam yang biasa diterapkan pada tanaman jagung, di antara adalah :(a) Monokultur. &lt;/span&gt;(b) Tumpang sari &lt;i&gt;(intercropping),&lt;/i&gt;(c) Tumpang gilir, (d) Tanaman Bersisipan &lt;i&gt;(Relay Cropping); &lt;/i&gt;(e) Tanaman Campuran &lt;i&gt;(Mixed Cropping)&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;B.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;Waktudan Cara Tanam &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jagungsebaiknya ditanam awal musim hujan atau menjelang musim kemarau. Populasi tanamanumumnya antara 60.000-70.000 tanaman/ ha, tergantung dari varietas yangditanam. Apabila yang ditanam adalah varietas genjah local dapat ditanam hinggapopulasi 100.000 tanaman/ha. Jarak tanam yang dianjurkan adalah jarak antartanaman 20 atau 25 cm. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pembuatanlubang tanam dibuat dengan kedalaman 3-5 cm dengan menggunakan tugal. Kemudiantiap lubang ditanami dengan benih 1-2 benih per lubang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;PEMELIHARAAN TANAMAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;A.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;Pemupukan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jagungmerupakan salah satu tanaman yang peka terhadap kekurangan nitrogen. Kebutuhannitrogennya (Urea) dapat mencapai 250-300 kg/ha. Pemupukan urea diberikan 1/3dosis pada saat tanam dan pada saat tanaman berumur 3-4 minggu setelah tanam(MST). Pupuk SP-36 dengan dosis 200 kg/ha dan KCI dengan dosis 75-100 kg/hadiberikan pada saat tanam. Dosis ini merupakan anjuran umum, sehingga bila padasuatu daerah telah memiliki dosis pupuk anjuran spesifik lokasi, maka itu lebihbaik diikuti. Cara pemberian pupuk dilakukan dalam larikan yang dibuat denganjarak 7-8 cm dari lajur lubang tanaman dengan kedalaman 8-10cm. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;B.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;Penjarangandan Penyulaman &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tanamanyang pertumbuhannya tidak normal dianjurkan dipotong dengan menggunakan pisauatau gunting tajam tepat di atas permukaan tanah. Penyulaman dilakukan 7-10HST. Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengansewaktu penanaman. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;C.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;Penyiapandan Pembumbunan &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Padaprinsipnya jagung harus bebas dari gulma, karena gulma dapat menekan hasil,sebaiknya tanaman jagung bebas gulma hingga 1/3 dari umumnya. Penyiangandilakukan 2 minggu sekali. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pembumbunandilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk memperkokoh posisi batang agartanaman tidak mudah rebah dan menutup akar yang bermunculan di atas permukaantanah karena adanya aerasi. Dilakukan saat tanaman berumur 4-6 MST, bersamaan denganwaktu pemupukan. Tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengancangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman. &lt;/span&gt;Dengan cara ini akanterbentuk guludan yang memanjang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;D.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;Pengairandan Penyiraman &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah benih ditanam, dilakukan penyiramansecukupnya, kecuali bila tanah telah lembab, tujuannya menjaga agar tanamantidak layu. &lt;span lang="SV"&gt;Namun menjelang tanamanberbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air padaparit-parit di antara bumbunan tanaman jagung.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;b&gt;HAMA DAN PENYAKIT JAGUNG.. &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/05/hama-dan-penyakit-pada-jagung.html"&gt;KLIK PENJELASANNYA DISINI&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-4529291379253999929?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/4529291379253999929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/03/teknik-budidaya-jagung.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/4529291379253999929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/4529291379253999929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/03/teknik-budidaya-jagung.html' title='Teknik Budidaya Jagung'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh3.googleusercontent.com/-xbwIWUS-9tQ/TXL1iL30D5I/AAAAAAAAAJE/SvR5IQ8h9PY/s72-c/cara+budidaya+jagung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-8818395332211247059</id><published>2011-03-01T10:48:00.004+07:00</published><updated>2011-09-14T13:20:09.200+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips membeli makanan kemasan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keamanan pangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ciri kerusakan pangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips jajan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilmu pangan'/><title type='text'>Tips Jitu Membeli Makanan dalam Kemasan</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Selain untuk mempercantik produk, salah satu fungsi utamadari kemasan adalah untuk melindungi produk dari kerusakan dan memperpanjangumur simpan. Memperpanjang berarti tetap ada potensi kerusakan, dan suatu saatproduk tersebut akan rusak meskipun dengan teknologi pengemasan dan &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/02/pengawetan-dengan-suhu-tinggi.html"&gt;pengawetan&lt;/a&gt;. Bahkan ketika kaleng makanan tetap rata dan tidak ada kerusakan, makanan didalamnya bisa rusak. Apalagi jika kemasan telah mengalami kerusakan yang halus, tidak tampak oleh mata. Kerusakankemasan meningkatkan resiko &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/02/tahukah-anda-kapan-pangan-itu-rusak.html"&gt;kerusakan produk pangan&lt;/a&gt;, karena itu Anda perlu mengetahuitanda-tanda kerusakan dari kemasan dan potensi bahaya yang ditimbulkannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;KemasanKaleng&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Jika membeli makanan kaleng, perhatikan kemasannya. Pilihmakanan yang kalengnya tidak karatan, penyok, atau cembung. Produk yang dikemasdengan menggunakan kaleng biasanya dapat disimpan pada suhu kamar. Namunpenyimpanan pada tempat yang lembab dan basah dapat merusak kaleng danmenyebabkan karatan. Karat dan senyawanya dapat bermigrasi ke dalam makanan danberbahaya bagi tubuh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Kemasan yang penyok atau cembung juga perlu di waspadai. Kemasanpenyok dapat mengakibatkan kebocoran sehingga produk bisa bersentuhan denganudara. Udara adalah salah satu sarana kontaminasi silang mikroba. Udara jugadapat memacu terjadinya reaksi dari bahan pangan yang dikemas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Kerusakan pada kalengdapat dikategorikan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-weight: normal; line-height: 150%;"&gt;a. Flat sour&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Permukaan kaleng tetap datar dan tidak mengalamikerusakan apapun, tetapi produk di dalam kaleng tersebut sudah rusak dan berbauasam yang menusuk. Kerusakan ini disebabkan oleh aktivitas spora bakteri termofilikyang tidak membentuk gas, misalnya &lt;i&gt;B.stearothermophillus,B. coagulans.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;Makanan asam dan berasam tinggi juga dapat mengalami kerusakan oleh &lt;i&gt;B. thermoacidurans&lt;/i&gt; yang menyebabkankaleng normal dengan sedikit penurunan pH, dan bakteri anaerobik pembentuk asambutirat serta bakteri asam laktat yang menyebabkan kaleng menggelembung. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Kalengyang menggelembung bisa digolongkan menjadi flipper, springer, soft swell damhard swell&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;b. &lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Flipper&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Kaleng terlihat norrnal tanpa kerusakan. Tetapi jikadilihat lebih teliti dan &amp;nbsp;salah satuujung kaleng ditekan, maka ujung yang lainnya akan cembung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;c.&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Springer&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt; &lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Salah satu ujung kaleng datar dan tampak normal,sedangkan ujung yang lainnya tampak cembung. Apabila bagian yang cembung ditekan,maka bagian ujung yang rata akan menjadi cembung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;d.&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Swell&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;u&gt;.&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Swell (cembung) dibedakan menjadi soft swell yang lunakdan masih bisa ditekan sedikit dengan jari, serta hard swell yang keras dantidak bisa ditekan ke dalam. Kedua ujung kaleng sudah terlihat cembung akibatadanya bakteri pembentuk gas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-ghqkNYLSU9U/TWxrKRbpZtI/AAAAAAAAAJA/6wXNATpKP98/s1600/tips+membeli+makanan+dalam+kemasan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://lh3.googleusercontent.com/-ghqkNYLSU9U/TWxrKRbpZtI/AAAAAAAAAJA/6wXNATpKP98/s1600/tips+membeli+makanan+dalam+kemasan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;kennislink.nl&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span id="goog_1487181763"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1487181764"&gt;&lt;/span&gt;Salah satu mikroba yang sangat berbahaya dalam kemasankaleng adalah &lt;i&gt;Clostridium botulinum.&lt;/i&gt; Mikrobaini adalah jenis bakteri batang yang hidup dalam kondisi anaerobik (tanpaoksigen). Bakteri ini termasuk kategori bakteri yang tahan panas dan dapatmembentuk spora. Sporanya dapat bertahan hidup dalam makanan yang pemanasannyakurang sempurna, baik dari tingkat suhu maupun waktu. Apabila spora tidakhancur, spora ini dapat tumbuh dan beraktivitas hingga menghasilkan racunbotulin yang sangat mematikan. Racun ini menyerang saraf dan dapat menyebabkankematian. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Gejala-gejala botulisme umumnya dimulai 18-36 jam setelahkonsumsi makanan yang mengandung racun. Namun dapat bervariasi antara 4 jamhingga 8 hari. Gejala awal keracunan terdiri dari rasa lelah, lemah, kesulitanbernapas, rasa lemah pada otot, sembelit, dan vertigo, yang biasanya diikutidengan penglihatan berganda dan kesulitan bicara dan menelan yang meningkat. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Penderitadapat mati akibat kesulitan bernapas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Kemasanbotol, punch, atau plastic.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Pada prinsipnya memilih produk pangan dengan kemasanbotol, plastic atau punch sama dengan memilih makanan dan minuman yang dikemasdengan kaleng. Botol yang kemasan atau segelnya sudah rusak, memiliki peluangtumbuhnya mikroba dalam produk pangan yang menyebabkan produk menjadi rusak dan.Segel yang rusak juga menunjukkan kemungkinan pemalsuan produk oleh produsenpalsu. Kemasan menggunakan kemasan asli namun bekas, dan diisi dengan produk-produkpalsu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Tips memilih&amp;nbsp; makanan dalam kemasan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Melihat bahaya yang mungkin muncul dari makanan dengankemasan yang kurang sempurna, Anda perlu mengingat tips praktis berikut ketikaakan membeli makanan/minuman kemasan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Jangan di     konsumsi jika produk telah berbau asam, rasa kecut, warna berbeda dari     warna biasanya, muncul bau alcohol, terdapat lendir, atau ada perubahan     bentuk dan&amp;nbsp; warna.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Pilih makanan dengan kemasan yang sempurna,     hindari kemasan yang telah penyok, cembung, atau rusak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Segera konsumsi makanan atau minuman     setelah kemasan dibuka. Karena umur simpan produk pangan dalam suhu ruang     relatif lebih singkat. Apabila ingin dikonsumsi lebih lama, maka simpan     dalam lemari es atau suhu rendah. Tetapi tetap perhatikan petunjuk     penyimpanan dari produsen.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Simpan makanan dalam kemasan pada tempat     yang kering. Hindari menyimpan pada tempat yang lembab atau basah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Lihat segel kemasan. Apabila segel rusak     atau tanpa segel, kemungkinan kerusakan produk dapat terjadi. Atau produk     dapat dipalsukan. Misal air minum dalam kemasan. Untuk memalsukan isinya     sangat mudah, namun biasanya tutup botol produk yang asli berbeda dengan     tutup botol pemalsu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;Beli     produk-produk yang diproduksi oleh produsen yang jelas. Produsen yang     memiliki kredibilitas, memiliki perhatian yang lebih besar pada proses     produksi yang baik. Karena proses produksi yang tidak tepat justru dapat     merugikan perusahaan, karena produk yang tidak diproduksi dengan cara yang     baik, memiliki keamanan yang lebih rendah.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="color: white; font-size: x-small;"&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Bot Pranadi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-8818395332211247059?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/8818395332211247059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/03/tips-membeli-makanan-dalam-kemasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/8818395332211247059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/8818395332211247059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/03/tips-membeli-makanan-dalam-kemasan.html' title='Tips Jitu Membeli Makanan dalam Kemasan'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh3.googleusercontent.com/-ghqkNYLSU9U/TWxrKRbpZtI/AAAAAAAAAJA/6wXNATpKP98/s72-c/tips+membeli+makanan+dalam+kemasan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-8771474116285415405</id><published>2011-02-27T21:26:00.002+07:00</published><updated>2011-09-14T13:20:09.202+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ciri kerusakan pangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendinginan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilmu pangan'/><title type='text'>Pengawetan Suhu Rendah</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-4NoRNMJAKxE/TWpedAQFa_I/AAAAAAAAAI8/2IaU3Bg1DPI/s1600/prinsip+pengawetan+suhu+rendah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://lh4.googleusercontent.com/-4NoRNMJAKxE/TWpedAQFa_I/AAAAAAAAAI8/2IaU3Bg1DPI/s1600/prinsip+pengawetan+suhu+rendah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Memodifikasi suhumerupakan salah satu kunci penting dalam pengawetan. Suhu digunakan untukmengatur lingkungan agar tidak sesuai dengan kondisi pertumbuhan yangdiinginkan oleh mikroba patogen, dan reaksi dalam bahan pangan. Beberapa waktukita telah membahas tentang &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/02/pengawetan-dengan-suhu-tinggi.html"&gt;pengawetan dengan suhu tinggi.&lt;/a&gt; Sekarang kita bahastentang modifikasi suhu yang lainnya, yaitu penggunaan suhu rendah. Pengawetansuhu rendah digunakan untuk menghambat hingga menghentikan pertumbuhan mikroba,reaksi enzimatis dan kimiawi. Suhu yang digunakan memiliki pengaruh yangberbeda pada pertumbuhan mikroba dan reaksi-reaksi yang berlangsung dalampangan. Berdasar hal ini, aplikasi suhu rendah dalam pengawetan makanan dibagimenjadi dua, yaitu pendinginan dan pembekuan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pendinginan adalahpengawetan menggunakan suhu diatas titik beku bahan yaitu diantara -2&lt;sup&gt; &lt;/sup&gt;hingga+4&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C. Pada suhu ini aktivitas mikroba terganggu, karena rata-ratasuhu optimum mikroba terendah adalah 10&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C meskipun masih ada yanghidup hingga -15&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C. pada kisaran suhu ini, mikroba berusahamenggunakan energinya untuk bertahan hidup, sehingga aktifitas perkembangansangat berkurang. Pada proses pendinginan aktivitas kimiawi dan enzimatis jugaterhambat. Pendinginan dilakukan untuk memperpanjang umur simpan antarabeberapa hari hingga beberapa minggu. Untuk makanan yang telah diolah dandikemas, pendinginan dapat meningkatkan umur simpan relative panjang. Alat yangbiasa digunakan untuk pendinginan adalah refrigator, kotak yang berisibalok-balok es.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pembekuan (&lt;i&gt;freezing) &lt;/i&gt;&amp;nbsp;menggunakan suhu dibawah titik beku bahanyaitu berkisar antara -12&lt;sup&gt; o&lt;/sup&gt;C hingga -24&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C. Makanandisimpan dalam keadaan beku. Pada suhu ini pertumbuhan mikroba dan aktivitasbiokimia benar-benar berhenti. Namun mikroba tidak dapat mematikan mikroba.Ketika pangan kembali disimpan dalam suhu normal, aktivitas mikroba akankembali normal. Oleh karena itu diperlukan perlakuan pada saat pengolahanmakanan dengan tujuan mengurangi atau menghilangkan jumlah mikroba yangterdapat dalam pangan. Perlakuan ini dapat dikombinasikan dengan prinsippengawetan lain seperti penggunaan suhu tinggi: blansing dan sterilisasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pendinginan dan pembekuan dapat menyebabkangangguan metabolisme. Hal ini dikarenakan beberapa alasan: (1) &lt;i&gt;Cold shock,&lt;/i&gt; penurunan suhu yangtiba-tiba akan menyebabkan kematian bakteri terutama pada fase logaritmik saatusia bakteri masih muda. (2) Pembekuan dapat menyebabkan pembentukan kristal espada air didalam sel. (3) Proses pendinginan dibawah titik beku dalam keadaanvakum secara bertingkat. Metode ini akan menguapkan air didalam sel tanpamelalui fase cair. &lt;/span&gt;Proses ini dinamakan &lt;i&gt;lyofilisasi.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Semoga bermanfaat.&lt;i&gt;&amp;nbsp; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: white; font-size: xx-small;"&gt;Bot Pranadi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-8771474116285415405?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/8771474116285415405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/02/pengawetan-suhu-rendah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/8771474116285415405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/8771474116285415405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/02/pengawetan-suhu-rendah.html' title='Pengawetan Suhu Rendah'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh4.googleusercontent.com/-4NoRNMJAKxE/TWpedAQFa_I/AAAAAAAAAI8/2IaU3Bg1DPI/s72-c/prinsip+pengawetan+suhu+rendah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-3483933909278035277</id><published>2011-02-27T20:45:00.003+07:00</published><updated>2011-09-14T13:20:09.204+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teknologi pertanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keamanan pangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ciri kerusakan pangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilmu pangan'/><title type='text'>Tahukah Anda, Kapan Pangan itu Rusak?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-C26DdO8ttrs/TWpUe46Wy3I/AAAAAAAAAI0/SfZsjNkDruY/s1600/definisi+kerusakan+pangan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://lh4.googleusercontent.com/-C26DdO8ttrs/TWpUe46Wy3I/AAAAAAAAAI0/SfZsjNkDruY/s1600/definisi+kerusakan+pangan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mendefinisikan pangan yang telah rusak menjadi sangat menarik. Mengapa? karena definisi kerusakan pangan bisa menjadisubyektif tergantung dari jenis pangan tertentu, dan sosio kultural masyarakatdimana pangan tersebut dikonsumsi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-TjolIXy4Xao/TWpUhLW6ugI/AAAAAAAAAI4/ELfwR74N0ig/s1600/ciri+pangan+rusak.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://lh5.googleusercontent.com/-TjolIXy4Xao/TWpUhLW6ugI/AAAAAAAAAI4/ELfwR74N0ig/s1600/ciri+pangan+rusak.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Semisal tempe, sebagian orang menyebuttempe yang telah busuk adalah makanan yang telah rusak, tetapi sebagianmasyarakat justru menanti tempe yang busuk untuk diolah menjadi makanan yanglezat. Di daerah Jawa Timur misalnya, tempe busuk diolah menjadi sayur tumpang yangsangat lezat. Contoh yang lain adalah anggur, buah-buahan dan beberapa jenismakanan seperti keju. Subyektifitas yang lain adalah karena makanan yang dianggap telah rusak juga belum tentuberbahaya bagi kesehatan. Mungkin hanya nilai estetikanya yang berkurang.Estetikapun berbeda antar kelompok masyarakat. Artinya bagi sebagian kelompok masyarakat, sebuah makanan sudah dianggap rusak, namun bagi masyarakat lainnya makanan itu belum rusak. Lantas apasebenarnya definisi kerusakan pangan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Secara naluriah manusia dapat mengatakanbahwa pangan telah rusak dan tidak dapat dikonsumsi melalui rasa dan penampakanpangan. Meski pengetahuan manusia seringkali berperilaku sebaliknya, menentangnaluri, dan justru menemukan jenis-jenis pangan baru. Semisal sejarah keju, meskipunsejarahnya simpang siur, ”Masyarakat prasejarah mulai meninggalkan gaya hidupnomaden dan beralih menjadi beternak kambing, domba maupun sapi. Karenakebersihan yang kurang, terkena sinar matahari secara langsung atau terkenapanas dari api maka susu dalam bejana tersebut menjadi asam dan kental” &lt;sup&gt;(1) &lt;/sup&gt;Rasa penasaran menimbulkan keinginan untuk mencoba, danternyata ditemukan makanan baru yang nikmat. Demikian halnya dengan bir, anggurdan minuman beralkohol lainnya. Penemuan yang tak disengaja ini muncul sebagaiawal pengembangan teknologi pembuatan produk tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sebenarnya untuk menentukan kerusakan pangan, kita dapat melihat dari beberapa parameter berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tekstur &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nilai Gizi &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bau &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Warna&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;Rasa&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ol start="1" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Apabila telah terjadi perubahan padabeberapa parameter itu dapat disimpulkan telah terjadi perubahan pada dua hal: 1)Mutu produk pangan dan 2) Keamanan pangan. Mutu dapat diartikan secara sederhanasebagai ”&lt;i&gt;Fitnes for Use”&lt;/i&gt; kecocokan penggunaan produk untuk memenuhikebutuhan dan kepuasan pelanggan. Pendapat yang dilontarkan oleh J.M Juran iniadalah pendapat yang paling mudah untuk dipahami. Sesuatu yang diharapkan olehkonsumen. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Produk yang telah mengalami perubahantekstur, warna, rasa, bau, dan nilai gizi, biasanya telah mengalami penurunanmutu karena perubahan-perubahan tersebut berujung pada perbedaan antara harapankonsumen dengan produk yang ada. Konsumen mengharapakan produk yang berasanikmat, tekstur yang lezat, warna yang menarik. Namun karena terjadi kerusakan, akhirnya parameter-parameter tersebut menjadi bergeser. Apabila perubahan mutu ini terjadi terus menerus, akan menyebabkan produkpangan menjadi berbahaya bagi manusia karena munculnya bahan-bahan berbahaya akibat kerusakan pangan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Parameter-parameter diatas mempermudahkita untuk mendefinisikan kerusakan pangan. &lt;b&gt;Kerusakan pangan dapatdidefinisikan&lt;/b&gt; sebagai perubahan karakteristik fisik dan kimiawi suatu bahanmakanan yang tidak diinginkan atau penyimpangan dari karakteristik normal.&lt;i&gt;Karakteristik fisik&lt;/i&gt; meliputi sifat organoleptik seperti warna, bau, tekstur,bentuk. Sifat-sifat ini adalah sifat yang dapat dilihat atau diindera secarafisik. Sedangkan &lt;i&gt;karakteristik kimiawi &lt;/i&gt;meliputi komponen-komponen penyusun bahanpangan seperti kadar air, lemak, protein, karbohidrat, vitamin, mineral, dan zatlainnya. Sebagian karakteristik kimiawi dapat dilihat secara fisik, sepertipenurunan kadar air. Namun untuk mengetahui kandungan zat gizi lainnyadiperlukan analisa laboratorium.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pangan dapat rusak pada satu parameter,sedangkan tidak mengalami perubahan pada parameter lainnya. Oleh karena ituuntuk menentukan tingkat kerusakan pangan, seseorang harus membandingkankondisi awal (kontrol) dengan kondisi ketika diamati. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Salah satu jenis kerusakan pangan adalahadanya kebusukan. Proses kebusukan dapat berlangsung secara cepat ataupunlambat bergantung pada dua hal:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Karakteristik bahan pangan yang bersangkutan.     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;Kondisi penyimpanan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Apabila kedua hal diatas dapatdimodifikasi, maka proses kebusukan makanan dapat diperlambat bahkan hinggabertahun-tahun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Makanan yang telah&amp;nbsp; mengalami kerusakan hingga mencapaikebusukan, memiliki ciri kerusakan pangan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Irreversible, artinya tidak dapat     dikembalikan. Pangan yang telah mengalami kerusakan tidak dapat dikembalikan     ke bentuk semula. Proses yang terjadi adalah proses yang permanen. Sebagai     contoh, jeruk yang&amp;nbsp; telah membusuk,     tidak dapat dikembalikan seperti jeruk yang segar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Perubahan nilai gizi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bau tidak sedap&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Perubahan bentuk&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol start="1" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Perubahan yang terjadi cenderung menujukearah yang merugikan. &lt;/span&gt;Hasil samping dari kebusukan adalah zat-zat yangberbahaya bagi manusia jika terpapar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Secara umum, penyebab utama kerusakanpangan adalah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Aktivitas mikoorganisme&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Cahaya/sinar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Enzim&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Waktu penyimpanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Hama &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Suhu, baik suhu tinggi maupun suhu rendah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Air&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Udara, khususnya oksigen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ol start="1" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Lain waktumudah-mudahan saya bisa membahas tentang penyebab kerusakan pangan berdasarbeberapa kategori.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;(1)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Keju#Sejarah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: white; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: white; color: white; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bot Pranadi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-3483933909278035277?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/3483933909278035277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/02/tahukah-anda-kapan-pangan-itu-rusak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/3483933909278035277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/3483933909278035277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/02/tahukah-anda-kapan-pangan-itu-rusak.html' title='Tahukah Anda, Kapan Pangan itu Rusak?'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh4.googleusercontent.com/-C26DdO8ttrs/TWpUe46Wy3I/AAAAAAAAAI0/SfZsjNkDruY/s72-c/definisi+kerusakan+pangan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-6018997903693131604</id><published>2011-02-18T22:38:00.002+07:00</published><updated>2011-02-18T22:43:14.822+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cara budidaya tomat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pertanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teknologi pertanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Free ebook'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='free ebook pertanian'/><title type='text'>(Free Ebook) Teknik Lengkap Budidaya Tomat, mau?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-YDfTa4d8-ec/TV6RobcLCmI/AAAAAAAAAIw/KYxZdahPptc/s1600/cara+budidaya+tomat.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="195" src="http://3.bp.blogspot.com/-YDfTa4d8-ec/TV6RobcLCmI/AAAAAAAAAIw/KYxZdahPptc/s200/cara+budidaya+tomat.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tomat memang buah yang sangat menggiurkan. warna dan rasa yang eksotik menjadikan tomat digemari banyak orang. Warnanya seringkali membuat selera makan meningkat. Selain dinikmati sebagai makanan atau jus, ternyata tomatpun memiliki banyak sekali manfaat.Menurut penelitian DR. John Cook Bennet dari Wiloughby University, Ohio, sebagai orang pertama yang meneliti manfaat tomat, pada November 1834, menunjukkan bahwa tomat dapat mengobati diare, serangan empedu,gangguan pencernaan dan memulihkan fungsi lever.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Peneliti lain dari Rowett Research Institute di Aberdeen, Skotlandia, juga berhasil menemukan manfaat tomat lainnya. Menurutnya, gel berwarna kuning yang menyelubungi biji tomat dapat mencegah penggumpalan dan pembekuan darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke. Andapun dapat menemukan manfaat tomat yang tersebar di sekian banyak artikel &lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;a href="http://mun4zahra.wordpress.com/tahukah-anda-manfaat-tomat/"&gt;(Mun4zahra)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Membudiyakan buah seribu manfaat ini ternyata sangat mudah. Anda dapat membudidayakan di depan rumah, atau di lahan pertanian. Tentunya anda membutuhkan panduan budidaya yang baik. Kebetulan saya punya koleksi buku panduan budidaya tomat. Anda dapat menemukan &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/02/free-ebook-teknik-lengkap-budidaya.html"&gt;cara budidaya tomat&lt;/a&gt; yang cukup lengkap. Seperti biasa, anda dapat mendownloadnya di &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/search/label/Free%20ebook"&gt;Perpustakaan Digital. &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13861479/TeknikBudidayaTomat.pdf.html"&gt;DOWNLOAD DISINI&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: white; font-size: xx-small;"&gt;bot pranadi&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-6018997903693131604?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/6018997903693131604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/02/free-ebook-teknik-lengkap-budidaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/6018997903693131604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/6018997903693131604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/02/free-ebook-teknik-lengkap-budidaya.html' title='(Free Ebook) Teknik Lengkap Budidaya Tomat, mau?'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-YDfTa4d8-ec/TV6RobcLCmI/AAAAAAAAAIw/KYxZdahPptc/s72-c/cara+budidaya+tomat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-1312756652884798390</id><published>2011-02-18T21:58:00.003+07:00</published><updated>2011-09-14T13:20:09.205+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teknologi pertanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pasteurisasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilmu pangan'/><title type='text'>Pengawetan dengan Suhu Tinggi</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-tE86sgUEsLA/TV6IRZJqz3I/AAAAAAAAAIs/P48bHSxwXzM/s1600/pasteurisasi+sterilisasi+blansing.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-tE86sgUEsLA/TV6IRZJqz3I/AAAAAAAAAIs/P48bHSxwXzM/s200/pasteurisasi+sterilisasi+blansing.jpg" width="181" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;joanneum.at&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pengawetan dengan suhu tinggi adalah salah satu dari sekian banyak metode pengawetan makanan yang sering digunakan. Metode ini sebenarnya sudah sangat familier dalam aktivitas kita sehari-hari. Pemasakan dengan sistem penggorengan, pemanggangan, pembakaran, dan rebus adalah metode-metode sederhana yang digunakan untuk mengolah bahan pangan. Pengolahan dengan penggunaan suhu tinggi ini sebenarnya tidak hanya untuk memperoleh cita rasa yang diinginkan, tetapi juga memiliki fungsi untuk memperpanjang umur simpan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Umur simpan menjadi lebih panjang karena aktivitas mikroba dan aktivitas biokimia benar-benar terhenti pada proses dengan suhu tinggi, apabila digunakan suhu yang tepat, sehingga pangan menjadi lebih awet. Suhu yang digunakan tergantung dengan kebutuhan dan karakteristik bahan pangan. Makin tinggi suhu yang digunakan, makin singkat waktu pemanasan yang digunakan untuk mematikan mikroba&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/02/pengawetan-dengan-suhu-tinggi.html"&gt;Pengolahan dengan suhu tinggi&lt;/a&gt; harus tetap memperhatikan tujuan utama dari bahan pangan itu sendiri, yaitu sumber energi, fungsi kesehatan, serta kenikmatan visual dan citarasa. Hal &amp;nbsp;ini tentu harus menjadi pertimbangan karena penggunaan suhu tinggi dapat merusak bahan pangan apabila penggunaannya berlebihan. Oleh karena itu suhu yang digunakanpun harus disesuaikan dengan tujuan pengolahan dan karakteristik pangan yang diolah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dalam pengawetan, metode yang digunakan biasanya berbeda dengan pengolahan yang digunakan sehari-hari seperti penggorengan dan pemanggangan. Pengawetan suhu tinggi yang sering digunakan adalah blansing, pasteurisasi dan sterilisasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Blansing&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Blansing dilakukan dengan pemanasan menggunakan air atau uap pada kisaran suhu dibawah 100&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C selama 3-5 menit. Tujuan blansing adalah inaktivasi enzim-enzim yang masih terkandung dalam bahan pangan. Blansing juga bertujuan membersihkan bahan dari kotoran dan untuk mengurangi jumlah mikroba dalam bahan dan digunakan untuk menghilangkan bau, flavor, dan lendir yang tidak dikehendaki. Blansing biasanya digunakan sebagai perlakuan pendahuluan sebelum perlakuan pengolahan berikutnya. &amp;nbsp;Dengan perlakuan ini, tekstur sayuran atau buah yang diblansing biasanya akan menjadi lunak. Contoh sederhana blansing adalah ketika kita memasukkan sayuran atau buah kedalam air mendidih selama 3-5 menit. Dalam kondisi ini enzim-enzim menjadi tidak aktif dan kehilangan nutrisi dapat diminimalisir meskipun beberapa mineral, vitamin larut air, dan komponen-komponen lain yang larut air akan hilang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pasteurisasi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pasteurisasi dilakukan dengan suhu pemanasan 65&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C selama 30 menit. Pada suhu dan waktu proses ini sebagian besar mikroba pathogen dan mikroba penyebab kebusukan telah musnah, namun jenis mikroba lainnya tetap hidup. Pasteurisasi biasanya digunakan untuk susu, sari buah, anggur, makanan asam, serta makanan lain yang tidak tahan suhu tinggi. Proses ini tidak terlalu merusak gizi serta mengubah aroma dan cita rasa. Tetapi karena tidak semua jenis mikroba mati dengan proses ini,&amp;nbsp; pengawetan dengan pasteurisasi biasanya tidak memiliki umur simpan yang lama. Misalkan susu yang dipasteurisasi tanpa pengemasan, biasanya hanya tahan 1-2 hari dalam suhu kamar, sedangkan dalam suhu pendingin hanya dapat bertahan hingga seminggu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Agar memperoleh hasil yang optimal, pasteurisasi harus dikombinasikan dengan cara lain misalnya penyimpanan suhu rendah dan modifikasi kemasan. Uniknya, pada beberapa bahan pasteurisasi justru dapat memperbaiki cita rasa produk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Metode pasteurisasi yang umum digunakan yaitu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;HTST/High Temperature Short Time, yaitu pemanasan dengan suhu tinggi sekitar 75oC dalam waktu 15 detik, menggunakan alat yang disebut Heat Plate Exchanger.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;LTLT/Low Temperature Long Time, yaitu pemanasan dengan suhu rendah sekitar 60oC dalam waktu 30 menit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;UHT/Ultra High Temperature, yaitu pemanasan dengan suhu tinggi 130oC selama hanya 0,5 detik saja, dan pemanasan dilakukan dengan tekanan tinggi. Dalam proses ini semua MIKROBA mati , sehingga susunya biasanya disebut susu steril.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="font-family: Verdana,sans-serif;" type="1"&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sterilisasi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sterilisasi adalah proses termal untuk mematikan semua mikroba beserta spora-sporanya hingga menadi steril. Pada proses ini, bahan yang disterilkan akan memiliki daya tahan hingga lebih dari 6 bulan pada suhu ruang. Spora-spora mikroba bersifat tahan panas, maka umumnya diperlukan pemanasan selama 15 menit pada suhu 121 &lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C. Penggunaan panas lembab dengan uap bertekanan sangat efektif untuk sterilisasi karena menggunakan suhu jauh diatas titik didih. Proses ini dapat menyebabkan sel mikroba hancur dengan cepat. Contoh dari sterilisasi adalah produk-produk olahan dalam kaleng seperti sarden, kornet, buah dalam kaleng, dan lainnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: white; font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;bot pranadi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-1312756652884798390?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/1312756652884798390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/02/pengawetan-dengan-suhu-tinggi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/1312756652884798390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/1312756652884798390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/02/pengawetan-dengan-suhu-tinggi.html' title='Pengawetan dengan Suhu Tinggi'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-tE86sgUEsLA/TV6IRZJqz3I/AAAAAAAAAIs/P48bHSxwXzM/s72-c/pasteurisasi+sterilisasi+blansing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-9152287338406872097</id><published>2011-02-18T06:40:00.005+07:00</published><updated>2011-09-14T13:16:01.894+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makanan sehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nutrisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gaya hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diet golongan darah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diet sehat'/><title type='text'>Inilah Daftar Makanan yang Sesuai Golongan Darah Anda</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-EYL9QQdk-hE/TV2wBRS-84I/AAAAAAAAAIo/uU8WF64b3Vk/s1600/daftar+makanan+diet+golongan+darah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-EYL9QQdk-hE/TV2wBRS-84I/AAAAAAAAAIo/uU8WF64b3Vk/s200/daftar+makanan+diet+golongan+darah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Teori diet berdasar golongan darah telah menjadi best seller di seluruh dunia. Anda tentu telah membaca penjelasannya di artikel &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2010/01/diet-berdasar-golongan-darah.html"&gt;"Diet Berdasar Golongan Darah" disini&lt;/a&gt;. Nah sekarang akan saya tampilkan &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2011/02/inilah-daftar-makanan-yang-sesuai.html"&gt;daftar makanan&lt;/a&gt; yang sesuai untuk masing-masing golongan darah. Tentu tidak semua makanan yang ada di buku karangan Peter J D'adamo dicantumkan disini. Namun daftar ini dirasa sudah cukup mewakili, terutama dengan kultur Indonesia. Anda dapat membaca penjelasan dan daftar lebih lengkap di bukunya. Jika enggan membeli download aja di &lt;a href="http://www.sehatcommunity.com/2010/01/free-ebook-diet-sesuai-golongan-darah.html"&gt;link perpustakaan digital ini&lt;/a&gt;, gratis tentunya. Berikut daftar makanan untuk masing-masing tipe golongan darah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Diurutkan berdasar goldar (golongan darah)&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" class="MsoNormalTable" style="border: 1.5pt outset; font-family: Verdana,sans-serif; width: 100%;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="color: red;"&gt;   &lt;td colspan="4" style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 204, 204) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;DAFTAR MAKANAN SESUAI GOLONGAN DARAH&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(246, 178, 107) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;TIPE   DARAH&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(246, 178, 107) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;SANGAT   BAIK&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(246, 178, 107) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;NETRAL&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(246, 178, 107) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;HINDARI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 255, 204) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;O&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 255, 204) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Daging   sapi, kerbau, kambing, anak sapi, makerel, ikan hering, salmon, ikan ekor   kuning, sarden, minyak zaitun, minyak biji kenari, &lt;i&gt;artichoke&lt;/i&gt;, brokoli,   &lt;i&gt;lettuce&lt;/i&gt;, bawang putih, bayam, labu, kentang, nanas.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 255, 204) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ayam   broiler, bebek, burung dara, kalkun, ayam kampung, kelinci, ikan mas, kerapu,   udang, cumi, siput, tiram, belut, kodok, keju feta, mentega (bukan margarin),   mozarella, susu kedelai, minyak kanola, minyak wijen, &lt;i&gt;almond&lt;/i&gt;, chesnut,   wijen, kacang polong, &lt;i&gt;oatmeal&lt;/i&gt;, beras (tumbuk atau merah lebih baik),   gandum, tepung beras, asparagus, rebung, ketimun, seledri, jahe, bawang   merah, apel, pisang, mangga, melon, anggur, pepaya, pir, jambu klutuk, teh   ginseng, &lt;i&gt;chamomille&lt;/i&gt;, teh hijau.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 255, 204) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Daging   angsa, babi, kaviar, cumi-cumi, lele, salmon asap, &lt;i&gt;American cheese,&lt;/i&gt;   keju&lt;i&gt; gruyere, blue cheese&lt;/i&gt;, parmesan, semua jenis yogurt, es krim,   minyak jagung, minyak kacang, kacang mede, kacang hijau, &lt;i&gt;cornflakes&lt;/i&gt;,   bagel, maizena, alpukat, kol, kembang kol, jagung, kelapa, stroberi, jeruk,   apel, kayu manis, vanila, lada putih dan hitam, lidah buaya, saus tomat,   mayones, serba acar, cuka, kopi, teh hitam.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(207, 226, 243) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;A&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(207, 226, 243) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ikan   mas, kerapu, makerel, siput, sardin, salmon, susu kedelai, minyak zaitun,   kacang, selai kacang, biji labu, kacang hijau, tepung beras, gandum, soba   (sejenis mi dari Jepang), brokoli, peterseli, bayam, bawang putih dan merah,   wortel, tahu, tempe, &lt;i&gt;lettuce&lt;/i&gt;, jeruk, nenas, aprikot, ceri merah, teh   ginseng, &lt;i&gt;chamomile&lt;/i&gt;, jahe, kopi (biasa, decafein), anggur merah.&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(207, 226, 243) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ayam,   kalkun, ikan tuna, ikan cucut, ikan ekor kuning, keju feta, mozzarella, susu   kambing, keju dari susu kambing, minyak kanola, &lt;i&gt;almond&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;chestnut&lt;/i&gt;,   wijen, kacang polong hijau, &lt;i&gt;cornflakes, oatmeal&lt;/i&gt;, aneka beras,   asparagus, seledri, alpukat, rebung, jagung, ketimun, apel, kiwi, jambu   klutuk, melon, belimbing, stroberi, kayu manis, cengkeh, maizena, paprika,   peterseli, vanila, selai buah (yang dibuat dari golongan menguntungkan dan   netral), anggur putih.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(207, 226, 243) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Bacon&lt;/i&gt;, ham, daging sapi, kerbau,   bebek, angsa, kambing, domba, jeroan dari kambing dan ayam, burung dara,   lele, kerang, kepiting, udang, belut, udang lobster, &lt;i&gt;scallop&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;american&lt;/i&gt;   &lt;i&gt;cheese&lt;/i&gt;, keju &lt;i&gt;gruyere&lt;/i&gt;, es krim, parmesan, minyak jagung, minyak   kacang, kacang merah, tomat, lada hijau dan merah, pisang, kelapa, mangga,   pepaya, melon madu, &lt;i&gt;canteloupe&lt;/i&gt; (sejenis buah berair), cuka, saus   tomat, mayones, acar, cuka, bir, &lt;i&gt;liquor&lt;/i&gt;, air soda.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(204, 255, 204) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;B&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(204, 255, 204) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Daging   kambing, domba, kelinci, kerapu, makerel, sarden, &lt;i&gt;monkfish&lt;/i&gt; (sejenis   ikan air tawar), kaviar, keju feta, mozarella, susu kambing, keju susu   kambing, yogurt, minyak zaitun, &lt;i&gt;oatmeal&lt;/i&gt;, tepung beras, brokoli, kol,   wortel, kentang, pisang, anggur, pepaya, nanas, jahe, peterseli, ginseng, teh   hijau.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(204, 255, 204) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Daging   sapi, kerbau, hati, kalkun, ayam, abalone, ikan mas, lele, hering, &lt;i&gt;scallop&lt;/i&gt;,   tuna, cumi-cumi, salmon, ikan cucut, &lt;i&gt;camembert chedar cheese, gruyere,   brie, &lt;/i&gt;parmesan, susu kedelai, kacang polong hijau, kacang merah, kacang   kedelai, beras merah dan putih, asparagus, rebung, seledri, bawang putih,   bawang merah, bayam, apel, aprikot, melon, semangka, pepaya, jeruk, pir,   stroberi, bir, kopi biasa dan kopi &lt;i&gt;decafein&lt;/i&gt;, anggur merah dan anggur   putih.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(204, 255, 204) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Bacon&lt;/i&gt;, ham, daging babi, ayam, bebek,   burung dara, kepiting, semua jenis udang, siput, tiram, lobster, kodok,   belut, gurita, ikan ekor kuning, &lt;i&gt;American cheese, blue cheese,&lt;/i&gt; es   krim, minyak kanola, minyak jagung, minyak kacang dan wijen, minyak bunga   matahari, kacang-kacangan, kacang hijau, &lt;i&gt;cornflakes&lt;/i&gt;, tempe dan tahu, &lt;i&gt;artichoke&lt;/i&gt;,   jagung, alpukat, labu, tomat, kelapa, belimbing, kayu manis, maizena (tepung   jagung), lada, tapioka, saus tomat, &lt;i&gt;liquor&lt;/i&gt;, dan air soda.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 229, 153) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;AB&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 229, 153) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Daging   kambing, domba, kelinci, kalkun, makerel, &lt;i&gt;monkfish&lt;/i&gt;, sarden, tuna, keju   feta, keju susu kambing, mozarella, susu kambing, yogurt, minyak zaitun,   chesnut, selai kacang, kacang tanah, kenari, kacang merah, kacang hijau,   kacang kedelai, beras, tahu, tempe brokoli, kol, seledri, ketimun, bawang   putih; kembang kol, kentang, peterseli, wortel, ceri, anggur, kiwi, jeruk,   nenas, pepaya, ginseng, jahe, &lt;i&gt;chamomille&lt;/i&gt;, kopi, teh hijau&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 229, 153) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ayam   kampung dan jeroannya, abalone, lele, kaviar, ikan hering, salmon, scallop,   ikan cucut, ikan hiu, ikan mas, keju cheddar, susu kedelai, keju gruyere,   minyak zaitun, almond dan selai almond, pistachio, brazil nuts, kacang   polong, asparagus, rebung, kol, wortel, kentang, bawang, bayam, labu, tomat,   ketimun, apel, kurma, melon, pepaya, pir, stroberi, kismis, aprikot,   semangka, kayu manis, cengkeh, paprika, safron, vanila, gula putih dan gula   merah, aneka selai, mayones, bir, air soda, anggur merah dan anggur putih&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 229, 153) none repeat scroll 0% 0%; padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Bacon,   ham, daging sapi, kerbau, ayam, bebek, angsa, burung dara, jantung, kerang,   kepiting, semua jenis udang, belut, ekor kuning, tiram, american cheese, blue   cheese, keju brie, mentega, es krim, minyak jagung, minyak wijen, minyak   bunga matahari, cornflakes dan semua produk jagung, soba (mie jepang),   artichoke, lada, cabai, alpukat, pisang, kelapa, jambu klutuk, mangga,   belimbing, maizena, tapioka, saus tomat, aneka acar, soda dan teh hitam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5593039285974991284-9152287338406872097?l=www.sehatcommunity.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sehatcommunity.com/feeds/9152287338406872097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/02/inilah-daftar-makanan-yang-sesuai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/9152287338406872097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5593039285974991284/posts/default/9152287338406872097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sehatcommunity.com/2011/02/inilah-daftar-makanan-yang-sesuai.html' title='Inilah Daftar Makanan yang Sesuai Golongan Darah Anda'/><author><name>sehatdansegar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-EYL9QQdk-hE/TV2wBRS-84I/AAAAAAAAAIo/uU8WF64b3Vk/s72-c/daftar+makanan+diet+golongan+darah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5593039285974991284.post-7649134883974543186</id><published>2011-02-14T16:01:00.000+07:00</published><updated>2011-09-14T13:12:48.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan'/><title type='text'>Agroindustri Pengolahan Produk Kacang Mete di Kabupaten Wonogiri</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Tanaman jambu mete (&lt;i&gt;Anacardium  occidentale&lt;/i&gt; Linn) berasal dari Brasil dan termasuk dalam familia Anacardiaceae yang meliputi 60 genus dan 400 spesies baik dalam bentuk pohon maupun perdu. Tanaman jambu mete disebut juga acajou atau anacardier (Perancis), cashew (Inggris), kajus atau jambo nirung (Malaysia), kasoy atau kachui (Filiphina), caju atau mudiri (India) dan ya-koi atau ya-ruang (Thailand). Di Indonesia jambu mete memiliki nama yang berbeda di banyak daerah, yaitu jambu mete (Jawa), jambu mede (sunda), jambu monyet (Jawa dan Sumatera), jambu jipang atau jambu dwipa (Bali), jambu siki, jambu erang atau gaju (Sumatera) dan boa frangsi (Maluku).&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Di Indonesia, sektor pertanian termasuk perkebunan masih memegang peranan cukup strategis dalam pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Selama sepuluh tahun terakhir, peranan sektor pertanian terhadap PDB menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik, yaitu rata-rata 4% per tahun. Sektor pertanian diharapkan mampu menyediakan lapangan kerja, menyediakan bahan baku bagi industri hasil pertanian dan meningkatkan perolehan devisa negara dengan jalan meningkatkan volume dan nilai ekspor hasil pertanian.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-hxJPMWGWkro/TVZ-nk9_pdI/AAAAAAAABHY/HMzkrROpqX8/s1600/jambu-mete.jpg" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="184" src="http://3.bp.blogspot.com/-hxJPMWGWkro/TVZ-nk9_pdI/AAAAAAAABHY/HMzkrROpqX8/s200/jambu-mete.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr align="left"&gt;&lt;td class="tr-caption"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;Jambu Mete (Anacardium occidentale L.)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Sektor pertanian semakin penting dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian nasional, mengingat makin terbatasnya peranan minyak bumi yang selama ini merupakan sumber utama devisa negara. Selama tahun 1994-1995 sub sektor perkebunan menyumbang sekitar 12,7% dari perolehan devisa yang dihasilkan dari sektor non-migas. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Keunggulan komparatif sektor perkebunan dibandingkan dengan sub sektor non migas lain adalah ketersediaan lahan, iklim menunjang, dan ketersediaan tenaga kerja. Kondisi tersebut merupakan hal yang dapat memperkuat daya saing harga produk perkebunan Indonesia di pasaran dunia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Salah satu komoditas perkebunan yang berperan dalam menyumbang perolehan devisa negara adalah biji jambu mete (cashewnut). Pada tahun 1997, ekspor biji jambu mete dari Indonesia telah mencapai 29.666 ton dengan nilai US$ 19.152.000.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Luas areal perkebunan jambu mete di Indonesia pada tahun 1997 adalah 560.813 Ha dan tersebar di berbagai provinsi sebagaimana terlihat pada Tabel 1.1.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Tabel 1.1. Luas Areal Perkebunan Mete Di Indonesia, 1997&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;div align="center"&gt;&lt;center&gt;&lt;table border="1" cellspacing="1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td bgcolor="#e0e0e0" width="36"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;No.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td bgcolor="#e0e0e0" width="208"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Propinsi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td bgcolor="#e0e0e0" width="99"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Luas Areal (Ha)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td bgcolor="#e0e0e0" width="97"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Persentase (%)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td width="36"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="208"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sulawesi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; Tenggara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="99"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;169.926,34&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="97"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;30,30&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td width="36"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="208"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Nusa Tenggara Timur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="99"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;112.162,60&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="97"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;20,00&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td width="36"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="208"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sulawesi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; Selatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="99"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;84.682,76&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="97"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;15,10&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td width="36"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="208"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jawa Timur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="99"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;48.790,73&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="97"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;8,70&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td width="36"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="208"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Nusa Tenggara Barat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="99"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;41.500,16&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="97"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;7,40&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td width="36"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="208"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Bali&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="99"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;20.750,08&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="97"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;3,70&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td width="36"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="208"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Maluku, Sulawesi Tengah, Jawa Tengah dan&lt;br /&gt;DIY&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="99"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;83.000,33&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="97"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;14,80&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td width="36"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="208"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Total&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="99"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;560.813&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td width="97"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;100,00&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Sumber: Agribisnis.deptan.go.id&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Produksi gelondong jambu mete pada tahun 1991 adalah 57.274 ton dan mengalami peningkatan menjadi 92.390 ton pada tahun 2000. Kacang mete Indonesia hanya memiliki pangsa 0,98% di pasar internasional. Nilai ini jauh lebih rendah dibandingkan negara lain seperti India (37,60%), Brazil (11,96%), dan Tanzania (7,77%).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Lahan potensial yang dimanfaatkan untuk tanaman jambu mete di Kabupten Wonogiri pada tahun 2002 tercantum pada Tabel 2.1.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Tabel 2.1. Luas Areal dan Produksi Perkebunan Rakyat Diperinci Per Kecamatan di Kabupaten Wonogiri, 2002&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;center&gt; &lt;table border="1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td bgcolor="#e0e0e0" rowspan="2" width="37"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black;"&gt;No.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td bgcolor="#e0e0e0" rowspan="2" width="97"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black;"&gt;Kecamatan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td bgcolor="#e0e0e0" colspan="4" valign="top" width="272"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black;"&gt;Luas Areal (Ha)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td bgcolor="#e0e0e0" rowspan="2" valign="top" width="73"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black;"&gt;Produksi&lt;br /&gt;Wose&lt;br /&gt;(Ton) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td bgcolor="#e0e0e0" rowspan="2" valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black;"&gt;Jml&lt;br /&gt;KK Petani&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td bgcolor="#e0e0e0" width="71"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Ditanam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td bgcolor="#e0e0e0" width="70"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Dipanen&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td bgcolor="#e0e0e0" width="61"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Rusak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td bgcolor="#e0e0e0" width="70"&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black;"&gt;Jumlah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="97"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Pracimantoro&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="71"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;76&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;160&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;14&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;250&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="73"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;103&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;4,890&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="97"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Paranggupito&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="71"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;170&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;51&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;228&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="73"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;49&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;663&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="97"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Giritontro&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="71"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;122&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;135&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;26&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;283&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="73"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;129&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;2,041&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="97"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Giriwoyo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="71"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;42&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;193&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;29&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;264&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="73"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;185&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;2,041&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="97"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Batuwarno&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="71"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;163&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;255&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;23&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;441&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="73"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;240&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;2,385&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="97"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Karangtengah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="71"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;34&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;12&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;51&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="73"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;32&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;239&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="97"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Tirtomoyo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="71"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;25&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;168&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;26&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;219&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="73"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;161&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;2,650&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="97"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Nguntoronadi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="71"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;63&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;176&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;19&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;258&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="73"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;169&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;2,170&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="97"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Baturetno&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="71"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;43&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;243&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;24&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;310&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="73"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;213&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;2,170&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;10&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="97"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Eromoko&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="71"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;181&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;277&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;11&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;469&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="73"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;265&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;5,814&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;11&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="97"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Wuryantoro&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="71"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;76&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;160&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;14&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;250&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="73"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;154&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;2,333&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;12&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="97"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Manyaran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="71"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;79&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;186&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;12&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;277&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="73"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;178&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;3,153&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;13&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="97"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Selogiri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="71"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;26&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;342&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;19&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;387&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="73"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;328&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;2,361&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;14&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="97"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Wonogiri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="71"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;93&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;397&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;19&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;509&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="73"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;387&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;3,014&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;15&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="97"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Ngadirojo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="71"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;385&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;2,498&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;157&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;3,040&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="73"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;2,438&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;10,309&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;16&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="97"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sidoharjo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="71"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1,534&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1,435&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;116&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;3,085&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="73"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1,385&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;5,607&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;17&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="97"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jatiroto&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="71"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1,531&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1,446&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;113&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;3,090&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="73"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1,388&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;3,299&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;18&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="97"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kismantoro&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="71"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;90&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;645&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;15&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;750&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="73"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;607&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;3,970&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;19&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="97"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Purwantoro&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="71"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;335&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;414&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;21&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;770&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="73"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;389&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="61"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;4,704&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;20&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="97"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Bulukerto&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="71"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;282&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td valign="top" width="70"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="te
